Siklon Bavi Bergerak ke Barat Laut, BMKG Prediksi Picu Angin dan Gelombang Ekstrem, Masyarakat Waspada!

Kamis, 09 Jul 2026, 17:58 WIB

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat di wilayah Indonesia bagian timur untuk tetap mewaspadai perluasan dampak tidak langsung dari aktivitas Siklon Tropis Bavi yang kini bergerak ke arah barat laut.

Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Meteorologi BMKG Andri Ramadhani di Jakarta, Kamis (9/7), mengatakan siklon tersebut saat ini terpantau berada di kawasan Laut Filipina, tepatnya di sebelah timur laut Filipina.

Ket. Foto: Peta pergerakan Siklon Tropis Bavi yang telah memasuki wilayah monitoring TCWC Jakarta, Kamis (9/7). — Sumber: ANTARA/HO-BMKG

"Siklon Tropis Bavi ini berkembang dari Bibit Siklon Tropis 95W yang mencapai intensitas siklon sejak 2 Juli, lalu masuk wilayah monitoring TCWC Jakarta pada 7 Juli 2026," kata dia.

Berdasarkan hasil analisis prediksi kecepatan angin maksimum di pusat sistem dalam 24 jam ke depan, lanjut dia, diprakirakan masih persisten dan intensitasnya bertahan pada kategori empat.

Pergerakan massa udara tersebut memicu dampak tidak langsung berupa potensi angin kencang di sebagian wilayah daratan Sulawesi Utara, Maluku Utara, hingga Papua Barat Daya pada Jumat (10/7).

Selain terjangan angin kencang di darat, dinamika atmosfer ini juga memengaruhi kondisi perairan nasional dengan memicu gelombang laut kategori sedang berkisar 1,25 hingga 2,5 meter.

Tim Meteorologi Publik BMKG mendeteksi wilayah perairan yang berpotensi terdampak gelombang sedang tersebut meliputi kawasan perairan Samudra Pasifik di bagian utara Maluku hingga ke utara Papua.

Sementara itu ancaman gelombang laut yang lebih ekstrem dengan kategori tinggi berkisar 2,5 hingga 4,0 meter diproyeksikan berpeluang melanda wilayah perairan Laut Maluku serta Perairan Kepulauan Sangihe hingga Kepulauan Talaud.

Lonjakan Ggelombang Laut Tinggi

Sebelumnya diwartakan, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di wilayah Indonesia bagian timur untuk mewaspadai potensi dampak cuaca ekstrem berupa angin kencang dan gelombang laut tinggi yang dipicu aktivitas Siklon Tropis Bavi.

Pelaksana tugas (Plt) Deputi Meteorologi BMKG, Andri Ramadhani di Jakarta, Rabu (8/7), mengatakan bahwa siklon tersebut membawa dampak tidak langsung berupa angin kencang dan lonjakan gelombang laut tinggi dalam 24 jam ke depan.

"Siklon Tropis Bavi berkembang dari Bibit Siklon Tropis 95W yang mencapai intensitas siklon tropis sejak 2 Juli 2026, dan telah memasuki wilayah monitoring TCWC Jakarta pada 7 Juli kemarin," kata dia.

Andri memaparkan bahwa posisi pusat pusaran badai tersebut terdeteksi berada di Laut Filipina, tepatnya di sebelah utara Pulau Papua, dengan arah pergerakan konstan menuju ke barat. 

Adapun berdasarkan hasil analisis pemodelan cuaca BMKG diketahui kecepatan angin maksimum di sekitar pusat sistem dalam 24 jam ke depan diprakirakan persisten dan intensitasnya berada pada kategori empat.

Kondisi tersebut, menurut dia, memicu potensi angin kencang secara tidak langsung di daratan empat provinsi, meliputi wilayah Sulawesi Utara, Maluku Utara, Papua Barat Daya, dan Papua Barat setidaknya hingga Rabu (8/7) malam ini. Ant

  • Bibit Siklon Tropis

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.