Drone Hantam Kapal LNG, AS Tuding Iran Ancam Jalur Energi Dunia

Rabu, 08 Jul 2026, 01:40 WIB

Washington – Dua kapal tanker dilaporkan diserang di Selat Hormuz pada Selasa (7/7), termasuk sebuah kapal pengangkut gas alam cair (LNG) Qatar yang mengalami kebakaran setelah diduga dihantam drone. Insiden tersebut memicu kekhawatiran baru terhadap keamanan jalur pelayaran energi dunia di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Dilansir dari Channel NewsAsia, kapal LNG Qatar Al Rekayyat mengalami kebakaran di ruang mesin sehingga berisiko meledak. Seluruh awak kapal dilaporkan selamat dan sedang dievakuasi.

Ket. Foto: Presiden AS, Donald Trump. — Sumber: Mandel NGAN/AFP

Dalam rekaman panggilan darurat, kapten kapal mengatakan, "Mayday, mayday, mayday. Ini kapal Al Rekayyat, kapal LNG Al Rekayyat. Kami diserang drone di sisi kiri kapal, tepat di atas ruang mesin. Ruang mesin terbakar dan dipenuhi asap. Kami belum dapat menilai kerusakan lebih lanjut."

Selain kapal LNG tersebut, sebuah kapal tanker minyak berbendera Arab Saudi juga dilaporkan mengalami kerusakan di lepas pantai Oman. Penyebab pasti insiden itu masih diselidiki.

Pemerintah Qatar menuding Iran bertanggung jawab atas serangan tersebut. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al Ansari, menyebut serangan terhadap kapal komersial itu sebagai ancaman serius terhadap keamanan pelayaran internasional dan pasokan energi global.

Ia mendesak Teheran segera menghentikan tindakan yang mengganggu stabilitas kawasan serta menegaskan Iran bertanggung jawab secara hukum atas seluruh kerugian yang ditimbulkan.

Seorang pejabat AS yang enggan disebutkan namanya mengatakan indikasi awal menunjukkan Iran menembakkan serangan terhadap dua kapal dagang.

Hingga kini pemerintah Iran belum memberikan tanggapan ataupun mengklaim bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Ancam Lanjutkan Serangan

Pemerintah AS memandang serangan itu sebagai bukti bahwa ancaman terhadap kebebasan navigasi di Selat Hormuz masih tinggi meskipun gencatan senjata sementara antara Iran dengan AS dan Israel telah berlangsung sejak bulan lalu.

Presiden AS, Donald Trump, kembali menegaskan bahwa Washington siap mengambil tindakan apabila negosiasi dengan Iran gagal mencapai kesepakatan permanen.

"Mayday, mayday, mayday. Ini kapal Al Rekayyat, kapal LNG Al Rekayyat. Kami diserang drone di sisi kiri kapal, tepat di atas ruang mesin. Ruang mesin terbakar dan dipenuhi asap. Kami belum dapat menilai kerusakan lebih lanjut,"kata Trump kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyatakan perundingan lanjutan tidak akan dimulai selama ancaman militer masih disampaikan oleh AS.

"Hormati tanda tangan Anda," tulis Araqchi melalui platform X, merujuk pada kesepakatan gencatan senjata sementara yang dicapai bulan lalu.

  • selat hormuz

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.