- Home
-
- Luar Negeri
-
- Korut Terus Perkuatan Pers...
Korut Terus Perkuatan Persenjataan AL
Senin, 06 Jul 2026, 02:45 WIBSEOUL - Pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-un, pekan lalu telah meninjau secara langsung uji coba senjata baru yang ada pada kapal perang perusak terbaru yang berbobot 5.000 ton, termasuk menyaksikan peluncuran misil jelajah dan percobaan perangkat perang elektronik, demikian dilaporkan kantor berita KCNAÂ pada Minggu (5/7).
Kapal angkatan laut Korut tersebut adalah Kang Kon, kapal perang yang terbalik pada Mei tahun lalu selama upacara peluncurannya yang dihadiri Kim Jong-un, tetapi kemudian berhasil diperbaiki.
Uji coba tersebut berlangsung pada Jumat (3/7), menurut KCNA, atau kurang dari dua pekan setelah kapal perusak 5.000 ton lainnya, Choe Hyon, secara resmi memasuki operasional militer.
Dua pekan lalu, Kim Jong-un bersumpah untuk melengkapi angkatan lautnya dengan senjata nuklir dan mengembangkan kapal perang baru berbobot 10.000 ton.
âSetelah uji senjata pada Jumat, Kim Jong-un memberikan instruksi untuk menyelesaikan proses uji coba kapal perusak tersebut secara bertanggung jawab dan menugaskannya untuk angkatan laut dalam waktu dua bulan," kata KCNA.
Sebuah foto yang dirilis oleh KCNA menunjukkan Kim Jong-un yang mengenakan topi menyaksikan uji coba senjata dari titik pengamatan pantai, diapit oleh para pejabat. Foto lainnya menunjukkan kapal perang Kang Kon menembakkan misil ke laut.
Sembari menegaskan kembali perlunya memperkuat pencegahan perang oleh negaranya, Kim Jong-un juga berjanji untuk menunjukkan tekad Pyongyang untuk memiliki kekuasaan absolut, kata KCNA.
Para analis mengatakan bahwa penegasan Kim Jong-un untuk mengoperasikan kapal tersebut dalam waktu dua bulan mungkin terkait dengan peringatan politik penting.
âMengingat kalender politik Korut, skenario yang paling mungkin adalah kapal tersebut akan diresmikan bertepatan dengan peringatan ke-78 berdirinya negara itu pada tanggal 9 September,â kata Hong Min dari Institut Unifikasi Nasional Korea di Seoul kepada AFP.
Setelah dioperasionalkan, kapal perang itu kemungkinan akan beroperasi di lepas pantai timur Semenanjung Korea, kata dia. âUntuk saat ini, fokusnya kemungkinan besar akan tertuju pada peningkatan kemampuan dalam operasi di dekat pantai dengan risiko rendah,â tutur dia.
Kerja Sama Bilateral
Sementara itu KCNA pada Minggu juga melaporkan bahwa Presiden Tiongkok, Xi Jinping, menyatakan siap untuk bekerja sama dengan Kim Jong-un untuk hubungan Tiongkok-Korut yang stabil.
âPresiden Xi Jinping mengatakan ia siap bekerja sama dengan pemimpin Kim Jong-un untuk mengarahkan hubungan bilateral mereka menuju perkembangan yang jangka panjang, baik, dan stabil," lapor KCNA.
Kerja sama tersebut terjadi menyusul kunjungan Presiden Xi ke Korut bulan lalu, ketika kedua pemimpin berjanji untuk memperdalam hubungan di tengah meningkatnya ketegangan di Semenanjung Korea dan perluasan kerja sama militer Pyongyang dengan Russia.
Merujuk pada kunjungan kenegaraan baru-baru ini ke Pyongyang, Presiden Xi berterima kasih kepada Kim Jong-un atas keramahan yang antusias dan bersahabat selama perjalanan kunjungan tersebut.
Pesan itu disampaikan sebagai tanggapan atas surat dari Kim Jong-un, yang menggambarkan pertemuan puncak mereka di Pyongyang sebagai peristiwa bersejarah dan mengatakan bahwa hal itu merupakan sikap teguh Korut untuk terus memperkuat hubungan dengan Beijing.
Korut diketahui telah memperluas hubungan keamanan dengan Russia, di mana Pyongyang telah mengirimkan tentara dan amunisi untuk membantu invasi Moskwa ke Ukraina. Meskipun demikian, Tiongkok tetap menjadi mitra ekonomi terbesar Korut, yang menyumbang hampir 98 persen perdagangan luar negeri negara itu pada tahun 2024, menurut Kementerian Ekonomi dan Keuangan Korea Selatan. AFP/I-1Â
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.