Kemdiktisaintek Dorong Peningkatan Mutu Kampus lewat Implementasi SPMI

Senin, 06 Jul 2026, 13:22 WIB

JAKARTA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menegaskan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) merupakan instrumen strategis untuk mendongkrak kualitas perguruan tinggi di Indonesia secara berkelanjutan.

Direktur Pembelajaran dan Mahasiswa (Belmawa) Kemdiktisaintek, Beny Bandanadjaja, dalam kegiatan Sosialisasi Buku Pedoman Implementasi SPMI bagi Perguruan Tinggi Penyelenggara Pendidikan Akademik di Jakarta, Senin (06/7), memaparkan upaya peningkatan mutu pendidikan tinggi sejatinya merupakan sebuah tanggung jawab kolektif yang harus dilaksanakan secara terencana, sistematis, dan berkesinambungan oleh seluruh elemen kampus.

Ket. Foto: Direktur Pembelajaran dan Mahasiswa Kemdiktisaintek, Beny Bandanadjaja, dalam kegiatan diskusi bersama media di Jakarta, Kamis (18/6/2026). — Sumber: ANTARA

"Dalam konteks tersebut Sistem Penjaminan Mutu Internal menjadi instrumen strategis yang memastikan seluruh proses penyelenggaraan pendidikan tinggi berjalan sesuai dengan standar yang ditetapkan," ujarnya.

Lebih dari sekadar sistem pengawasan, lanjut dia, penerapan SPMI secara konsisten dinilai mampu menumbuhkan dan mendorong terciptanya budaya mutu yang kuat dan mandiri di lingkungan perguruan tinggi.

Guna mewujudkan ekosistem penjaminan mutu yang ideal tersebut, Kemdiktisaintek menghadirkan Buku Pedoman Implementasi SPMI yang dirancang sebagai instrumen navigasi komprehensif bagi para penyelenggara pendidikan akademik.

Beny menjelaskan buku pedoman tersebut disusun secara terstruktur untuk membantu pihak perguruan tinggi dalam merancang dan mengeksekusi sistem penjaminan mutu yang benar-benar relevan dengan visi serta misi spesifik di masing-masing kampus.

Dengan adanya panduan dan kebebasan berekspresi sesuai misi kampus tersebut, proses pengembangan standardisasi mutu di institusi pendidikan tinggi diyakini akan berjalan jauh lebih membumi, efektif, serta efisien.

Melalui forum sosialisasi berskala nasional ini, Beny menaruh harapan besar agar seluruh perwakilan kampus dapat menyerap substansi pedoman secara utuh, memahami strategi implementasi, hingga mengadopsi berbagai praktik baik (best practices) dari institusi lain.

"Dengan demikian implementasi SPMI tidak hanya menjadi pemenuhan regulasi, tetapi benar-benar menjadi budaya yang mengakar dalam setiap aktivitas akademik dan non-akademik, serta berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan tinggi secara nasional," tutur Beny Bandanadjaja.

  • Kemdiktisaintek

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.