• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • BRIN: Spesies Baru Katak S...

BRIN: Spesies Baru Katak Semak Ditemukan di Lereng Gunung Merapi

Senin, 06 Jul 2026, 14:37 WIB

CIBINONG - Tim peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemukan spesies baru katak semak di lereng Gunung Merapi, Yogyakarta. Spesies tersebut diberi nama Philautus candrageni dan menambah daftar kekayaan hayati amfibi endemik di Pulau Jawa.

Penemuan itu merupakan hasil penelitian tim Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN yang dipimpin Alamsyah Elang Nusa Herlambang. Penelitian dilakukan melalui survei lapangan intensif di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta selama periode 2017 hingga 2025.

Ket. Foto: — Sumber: Unsplash

Tim peneliti juga melakukan kajian terhadap koleksi spesimen yang tersimpan di Museum Zoologicum Bogoriense (MZB), Direktorat Pengelolaan Koleksi Ilmiah BRIN. Hasil penelitian tersebut kemudian dipublikasikan dalam jurnal internasional Zootaxa Volume 5768 edisi Maret 2026.

Dalam publikasinya, para peneliti melaporkan bahwa Philautus candrageni merupakan spesies baru katak semak yang ditemukan di kawasan Gunung Merapi. Penemuan ini sekaligus menambah jumlah spesies endemik genus Philautus di Pulau Jawa yang sebelumnya hanya terdiri atas tiga spesies.

Alamsyah mengatakan, spesies baru tersebut memiliki karakteristik morfologi, genetik, dan bioakustik yang berbeda dibandingkan kerabat terdekatnya. Katak ini memiliki ukuran tubuh sedang, tekstur kulit dorsal relatif halus, serta pola panggilan kawin yang unik.

"Philautus candrageni memiliki ciri tubuh berukuran sedang, struktur kepala dengan canthus rostralis yang tegas. Selain itu, pola panggilan kawin yang terdiri atas tiga nada berbeda," kata Alamsyah dalam keterangannya, dikutip dalam laman, brin.go.id, Senin (6/7).

Identifikasi spesies baru dilakukan menggunakan pendekatan taksonomi integratif yang menggabungkan analisis morfologi, filogenetik molekuler berbasis DNA mitokondria, dan analisis bioakustik. Pendekatan tersebut memungkinkan peneliti mengungkap garis evolusi yang sebelumnya tersembunyi atau dikenal sebagai cryptic diversity.

Penelitian dilakukan melalui pengambilan sampel lapangan di Gunung Ungaran, Pegunungan Menoreh, dan Gunung Merapi. Seluruh spesimen kemudian dianalisis secara morfometrik dan genetik serta didokumentasikan sebagai bagian dari koleksi nasional.

Berdasarkan hasil penelitian, Philautus candrageni diketahui memiliki distribusi terbatas di lereng Gunung Merapi. Spesies ini hidup pada habitat perkebunan dan kawasan pegunungan dengan ketinggian menengah.

Penemuan tersebut menambah data penting mengenai keanekaragaman hayati amfibi Indonesia dan memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara megabiodiversitas dunia. Kekayaan spesies di Indonesia dinilai masih terus terungkap melalui berbagai penelitian ilmiah.

Alamsyah menilai spesies endemik dengan sebaran terbatas memiliki tingkat kerentanan yang tinggi terhadap perubahan lingkungan. Karena itu, diperlukan upaya konservasi yang lebih terarah untuk menjaga keberlangsungan habitat alami spesies tersebut.

"Karena itu, diperlukan upaya konservasi yang lebih terarah untuk menjaga habitat alami spesies endemik. Tujuannya, agar keberlangsungan populasinya tetap terjaga di alam," ujar dia.

BRIN menyatakan akan terus melakukan eksplorasi dan kajian biodiversitas Indonesia secara berkelanjutan. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat basis data ilmiah nasional sekaligus mendukung strategi konservasi spesies endemik Indonesia. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.