Sabalenka Hadapi Ujian Berat Lebih Cepat

Jumat, 03 Jul 2026, 06:47 WIB

LONDON – Babak ketiga Wimbledon langsung menyajikan laga yang layak disebut sebagai “final dini.” Petenis nomor satu dunia, Aryna Sabalenka, akan menghadapi mantan juara Prancis Open, Jelena Ostapenko, setelah keduanya sukses melewati rintangan putaran kedua, Kamis (2/7). Pertemuan dua petenis dengan karakter permainan agresif dan pukulan bertenaga itu diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling menarik di pekan pertama turnamen Grand Slam lapangan rumput tersebut.

Sabalenka memastikan tempat di babak 32 besar setelah mengatasi perlawanan sengit wakil Amerika Serikat, McCartney Kessler, dengan skor 6-1, 7-6 (11/9). Meski tampak dominan pada set pertama, unggulan teratas itu dipaksa mengeluarkan kemampuan terbaiknya pada set kedua.

Ket. Foto: Petenis Belarusia Aryna Sabalenka mengembalikan bola kepada pemain AS McCartney Kessler selama pertandingan tenis putaran kedua tunggal putri pada hari ketiga Kejuaraan Wimbledon 2026 di The All England Lawn Tennis and Croquet Club di Wimbledon, London barat daya, pada 1 Juli 2026. — Sumber: Henry NICHOLLS / AFP

Kessler tampil tanpa beban dan hampir memaksakan pertandingan berlanjut ke set ketiga. Petenis peringkat 57 dunia itu unggul 5-3 serta memiliki dua set point ketika melakukan servis. Namun, pengalaman Sabalenka berbicara. Juara empat Grand Slam tersebut bangkit, memaksakan tie-break, lalu kembali menyelamatkan dua set point sebelum akhirnya mengunci kemenangan.

“Itu benar-benar pertarungan yang berat. Saya sangat senang bisa bertahan pada set kedua hingga memasuki tie-break. Dia benar-benar menguji permainan saya dan saya senang mampu melewati ujian itu,” ujar Sabalenka. Petenis Belarusia berusia 27 tahun itu mengakui lawannya bermain sangat agresif sehingga membuatnya harus meningkatkan intensitas permainan pada momen-momen krusial.

“Dia bermain luar biasa dan sangat agresif. Sangat sulit menghadapi set kedua, tetapi saya bersyukur mampu menemukan jalan keluar,” ujarnya. Kemenangan tersebut memperpanjang catatan konsisten Sabalenka yang selalu mencapai perempat final dalam 14 turnamen Grand Slam terakhir. Meski demikian, Wimbledon masih menjadi satu-satunya turnamen mayor yang belum pernah berhasil dimenanginya. Dalam tiga edisi terakhir, langkahnya selalu terhenti di semifinal.

Tantangan berikutnya dipastikan jauh lebih berat. Di seberang net sudah menunggu Ostapenko, juara Prancis Open 2017 yang dikenal sebagai salah satu petenis dengan pukulan paling eksplosif di tur WTA. Duel dua pemain yang sama-sama mengandalkan kekuatan servis dan groundstroke keras itu diperkirakan akan berlangsung terbuka, dengan reli-reli cepat dan minim kompromi.

Selain laga Sabalenka, sejumlah hasil penting juga mewarnai hari ketiga Wimbledon. Kejutan terbesar datang dari sektor putri ketika unggulan kelima Mirra Andreeva tersingkir di tangan juara bertahan Barbora Krejcikova. Andreeva kalah 4-6, 7-5, 6-4 meski sempat menggagalkan enam match point. Kekalahan itu mengakhiri impiannya menjadi petenis pertama sejak Serena Williams pada tahun 2015 yang mampu menjuarai Prancis Open dan Wimbledon secara beruntun.

Unggulan ketujuh Coco Gauff nyaris mengalami nasib serupa. Dia harus berjuang keras sebelum mengalahkan petenis Argentina Solana Sierra 6-3, 3-6, 7-6 (10-7). Gauff bahkan tertinggal 4-7 pada tie-break set penentuan sebelum membalikkan keadaan dan memastikan kemenangan melalui sebuah ace. Di babak ketiga, ia akan menghadapi sesama petenis Amerika Serikat, Claire Liu.

Di sektor putra, juara bertahan Jannik Sinner melaju mulus usai mengalahkan petenis Portugal Nuno Borges 7-6 (4), 7-6 (2), 6-4. “Saya tidak mencari permainan yang sempurna pada pertandingan kedua di lapangan rumput. Saya hanya ingin terus berkembang dan merasa berhasil melakukannya,” ujar Sinner.

Mantan juara Naomi Osaka juga tampil impresif saat menundukkan petenis kualifikasi Rusia Anastasia Gasanova 6-3, 6-2. Sementara itu, Jessica Pegula, Belinda Bencic, dan Karolina Muchova ikut mengamankan tiket ke babak ketiga.

Legenda tenis dunia asal Serbia Novak Djokovic meraih kemenangan meyakinkan 6-3, 6-4, 6-2 atas Stefanos Tsitsipas. Hasil tersebut menjaga peluang Djokovic memburu gelar Wimbledon kedelapan sekaligus mempertegas statusnya sebagai salah satu kandidat kuat juara tahun ini. ben/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.