Mensos Sebut Sekolah Rakyat Siapkan SDM Unggul Sekaligus Entaskan Kemiskinan

Jumat, 03 Jul 2026, 19:00 WIB

Jakarta - Kementerian Sosial membeberkan manfaat strategis Program Sekolah Rakyat bagi kemajuan bangsa, khususnya dalam mencetak generasi unggul dari kalangan prasejahtera sekaligus memutus rantai kemiskinan di Indonesia.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf selepas acara open house orang tua calon siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 di Jakarta, Jumat (3/7), mengatakan bahwa investasi pendidikan bagi anak-anak marjinal ini akan memberikan kontribusi besar terhadap ketahanan sosial dan kemandirian ekonomi nasional di masa depan.

Ket. Foto: Menteri Sosial Saifullah Yusuf memberikan penjelasan terkait hasil pemetaan talenta siswa berbasis AI dalam acara open house bersama para orang tua calon siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 di Jakarta, Jumat (3/7). — Sumber: Antara

"Anak-anak ini dididik sejak awal untuk menjadi generasi hebat yang sukses. Kita membuka jalan agar anak-anak dari keluarga tidak mampu, anak jalanan, dan anak putus sekolah bisa setara dan memiliki masa depan yang lebih baik bagi bangsa," kata dia.

Dia menjelaskan bahwa manfaat nyata bagi bangsa diwujudkan melalui kurikulum formal terintegrasi yang mampu membekali para siswa dengan penguasaan bahasa asing secara tuntas, seperti bahasa Inggris, Arab, Mandarin, hingga Jerman.

Penguasaan kompetensi global tersebut diproyeksikan dapat mencetak tenaga kerja terampil (skilled labor) yang siap diserap oleh pasar kerja internasional guna meningkatkan daya saing bangsa di kancah global.

Dalam hal ini Kementerian Sosial bekerjasama dengan Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Perlindungan Pekerja Migran dan Kementerian Pendidikan Dasar Menengah.

"Itulah kenapa pengelolaan Sekolah Rakyat ada di Kementerian Sosial? Karena ini adalah bagian dari miniatur pengentasan kemiskinan. Ini konsepnya. Jadi anaknya sekolah, orang tuanya diberdayakan dengan program strategis Bapak Presiden yang lain. Tentu ini melibatkan multipihak," kata dia menambahkan.

Selain itu, dia juga menyebut bahwa program ini membawa manfaat besar dalam menekan angka anak putus sekolah nasional melalui penerapan sistem pembelajaran inklusif tanpa tes akademik, serta mengoptimalkan bakat bawaan siswa menggunakan tes DNA talent berbasis kecerdasan buatan (AI).

Berdasarkan basis data yang dihimpun Kemensos bekerjasama dengan mitra dari Universitas Ary Ginanjar, diketahui ada tiga kategori hasil pemetaan talenta Siswa Sekolah Rakyat yang hasilnya untuk kategori sosial ada sebanyak 7.353 siswa (54,2 persen), STEM 4.649 siswa (34,3 persen) dan bahasa 1.560 siswa (11,5 persen) untuk tahun 2025.

"Tahun ini ada 453 siswa akan lulus. dan SMA ada 11 orang mereka lima ingin kuliah, empat ingin jadi TNI, dan dua memilih TNI atau kuliah," kata dia.

Menurut dia, hal ini sangat mungkin terjadi karena Sekolah Rakyat menerapkan skema kurikulum yang dinamis, yakni multi-entry multi-exit, yang memberikan ruang bagi anak-anak dengan kemampuan khusus untuk menyelesaikan pendidikan formal lebih cepat demi mempercepat penyerapan tenaga produktif bangsa.

Pengentasan Kemiskinan

Dari sisi tata kelola sosial, keberadaan Sekolah Rakyat ini menjadi instrumen vital pengentasan kemiskinan ekstrem karena memadukan pendidikan anak dengan pemberdayaan ekonomi orang tua secara simultan.

Melalui skema miniatur pengentasan kemiskinan tersebut, orang tua siswa juga akan disentuh dengan bantuan sosial lengkap, jaminan kesehatan, dan perbaikan rumah layak huni agar tidak lagi bergantung pada bantuan negara.

"Untuk mencapai itu kami memastikan ketepatan sasaran maka proses penyaringan panjang dan sinkronisasi dengan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) melibatkan petugas Pendamping penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH), Badan Pusat Statistik (BPS) dan pemerintah daerah," kata dia, seraya menambahkan bahwa pihaknya optimistis bahwa Program Sekolah Rakyat akan menjadi fondasi kuat yang tidak hanya mensejahterakan tetapi melahirkan pemimpin-pemimpin bangsa di masa depan dengan target menjangkau 500.000 siswa pada tahun 2029.

  • Sekolah Rakyat

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.