BNPB Memastikan Wilayah Kekeringan di Pulau Jawa Menerima Bantuan Air Bersih
Jumat, 03 Jul 2026, 17:17 WIBJakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan seluruh daerah terdampak bencana kekeringan di Pulau Jawa mulai menerima pasokan air bersih harian yang didistribusikan secara berkala oleh tim petugas daerah masing-masing.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Jumat, mengatakan pengerahan bantuan air bersih tersebut guna menjamin terpenuhi kebutuhan domestik dasar warga di tengah musim kemarau.
"BNPB memastikan daerah yang kekeringan menerima bantuan air bersih yang didistribusikan oleh tim petugas daerah masing-masing, salah satunya melalui penanganan cepat di wilayah DI Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur," kata dia.
Ia menjelaskan untuk wilayah Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DI Yogyakarta, tim petugas gabungan sejauh ini telah mendistribusikan 16 rit armada tangki air bersih bagi 67 kepala keluarga terdampak di Kalurahan Semugih, Kapanewon Rongkop.
Guna memperkuat tata kelola penanganan krisis air di wilayah tersebut, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul juga telah menerbitkan Keputusan Bupati Nomor 154/KPTS/2026 mengenai penetapan status siaga darurat kekeringan mulai 1 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Pasokan logistik air bersih darurat juga menyasar wilayah Provinsi Jawa Tengah, tepatnya bagi 586 kepala keluarga atau 1.224 jiwa terdampak kekeringan di Desa Plumutan dan Bantal, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang.
Personel BPBD Kabupaten Semarang merespons kondisi mendesak tersebut dengan melakukan pengiriman air bersih berkapasitas masing-masing 5.000 liter per tangki ke Dusun Krajan dan Mungkruk.
Di Provinsi Jawa Timur, penanganan kekeringan dilaporkan sedang berjalan secara intensif di wilayah Kabupaten Jember setelah 125 kepala keluarga di Dusun Bunder, Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari, kesulitan mengakses air bersih sejak Rabu (1/7).
Ia mengatakan krisis air di Jember karena terjadi penyusutan air sumur warga serta belum optimal sumur bor terdekat karena terkendala ketiadaan jaringan pipa dan instalasi meteran listrik menuju pemukiman penduduk setempat.
Dalam merespons kendala infrastruktur tersebut, BPBD Jember bersama Palang Merah Indonesia (PMI) mendistribusikan bantuan darurat berupa puluhan jerigen, tandon penampungan air, serta menyuplai 9.000 liter air bersih bagi warga setempat.
"Kondisi sumber air terdekat berupa sumur bor yang berjarak sekitar 600 meter dari permukiman warga belum dapat dimanfaatkan karena belum tersedia meteran listrik dan jaringan pipa. Pun telah distribusikan jerigen, tandon air, dan 9.000 liter air bersih kepada warga," kata dia.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Indonesia Menolak Beli Drone AS Meski Negosiasi Dagang Berlanjut
-
Trump Sebut Perang dengan Iran Hampir Berakhir', Isyarat Kuat Perundingan Kamis Hasilkan Kemajuan
-
Harga Emas UBS, Antam, dan Galeri24 di Pegadaian pada Rabu Pagi
-
Pengenalan Panjat Tebing Sejak Usia Dini oleh FPTI Kotawaringin Timur Kalteng
-
Ada Proyek Flyover Latumenten, Dishub DKI Alihkan Kendaraan Besar ke Tubagus Angke
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.