Wamendag Ungkap Rasio Kewirausahaan Indonesia Baru 3,29 Persen
Senin, 01 Jun 2026, 19:15 WIBBANDUNG - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat rasio kewirausahaan Indonesia baru mencapai 3,29 persen dari total angkatan kerja. Wamendag Dyah Roro Esti Widya Putri mengatakan,rasio tersebut masih perlu ditingkatkan mendukung target Indonesia menjadi negara maju.
Pemerintah menargetkan rasio kewirausahaan mencapai 10 hingga 12 persen pada masa mendatang. Roro menilai penguatan ekosistem kewirausahaan penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.
"Perluasan kesempatan berusaha menjadi agenda penting sebab waralaba merupakan model bisnis yang efektif dalam mempercepat lahirnya wirausaha baru. Waralaba bersifat terstandarisasi dan mudah direplikasi," ujar Roro, Senin (1/6).
Roro mengajak pelaku usaha waralaba memperluas pasar hingga tingkat internasional. Pemerintah menyediakan berbagai fasilitasi perdagangan untuk mendukung pengembangan usaha.
Pelaku usaha dapat memanfaatkan jaringan Atase Perdagangan, Konsulat Dagang, dan ITPC. Menurut Roro, fasilitas business matching dapat membantu memperluas jejaring usaha.
"Kami turut mengajak pelaku usaha waralaba untuk tidak hanya menguasai pasar domestik, tetapi juga berani go global. Fasilitasi business matching dapat membantu meningkatkan jejaring dan memperluas usaha," kata Roro.
Roro juga mengimbau masyarakat menerapkan prinsip legal dan logis sebelum memilih usaha. Langkah tersebut dinilai penting untuk mempertimbangkan setiap peluang bisnis secara cermat.
Roro mengingatkan masyarakat tidak mudah tergiur janji keuntungan yang tidak masuk akal. Menurutnya, setiap usaha memiliki dinamika dan risiko masing-masing.
"Saat memutuskan waralaba, pertimbangkan dulu 2L; legal dan logis. Kami berharap, masyarakat tidak mudah tergiur oleh janji keuntungan tetap yang tidak masuk akal atau klaim bebas risiko," ucap Roro.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Anang Sukandar menyoroti potensi makanan khas Indonesia. Menurutnya, setiap daerah memiliki keragaman kuliner yang dapat terus dikembangkan.
Anang berharap pemerintah terus mendorong dan memfasilitasi pelaku UMKM makanan Indonesia. Dukungan tersebut dinilai penting agar produk lokal tetap relevan dan dikenal luas.
"Makanan khas Indonesia sangat beragam di tiap daerah. Pemerintah diharapkan mendorong dan memfasilisitasi UMKM makanan Indonesia agar tetap relevan dan mendunia," ujar Anang. ils/I-1
- Wamendag Dyah Roro Esti
- Rasio Kewirausahaan Indonesia
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Alokasi Dana Desa Bengkulu 2026 Capai Rp377,08 Miliar
-
Pascabencana, Pertamina Gelar Operasi Pasar Lebih Dari 20 Ribu Tabung LPG 3 Kg di Aceh
-
Tambahan Bantuan Beras untuk Bencana Alam, Penuhi Kebutuhan 38 Ribu Warga Aceh Singkil
-
Jembatan Pulau Laut Resmi Dibangun, Kalsel Gelontorkan Rp750 Miliar per Tahun untuk Konektivitas
-
Gejolak Energi Global Uji Stabilitas Ekonomi
-
Tinggal Puing-puing, Warga Agam Memohon Rumah Sementara
-
Okupansi hotel di Kota Bandung saat libur Lebaran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.