Waspada Petugas Palsu! Cek Ciri Resmi Sensus Ekonomi BPS Madiun 2026 Biar Nggak Tertipu

Kamis, 02 Jul 2026, 02:05 WIB

MADIUN - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun mencatat realisasi lapangan Sensus Ekonomi 2026 telah mencapai 25,62 persen dari total sasaran 75.308 unit pendataan hingga akhir Juni, Rabu (1/7). 

"Sasaran tersebut meliputi rumah tangga, berbagai jenis usaha, termasuk usaha di sektor pertanian. Pelaksanaan pendataan lapangan dijadwalkan berlangsung hingga 31 Agustus 2026," ujar Abdul Azis dalam kegiatan sosialisasi capaian Sensus Ekonomi 2026 di Madiun, Rabu.

Ket. Foto: Petugas Sensus Ekonomi 2026 dari BPS menempelkan stiker di salah satu rumah warga Kota Madiun, Jawa timur yang telah disensus. — Sumber: ANTARA/HO-Diskominfo Kota Madiun

Menurut dia, capaian pendataan sensus tersebut saat ini di Kota Madiun telah mencapai 25,62 persen. Capaian itu melampaui target awal, yakni sebesar 25 persen.

Ia menjelaskan proses pendataan yang dimulai secara door-to-door sejak 15 Juni sempat menghadapi tantangan pada masa awal pelaksanaan. Petugas membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan sistem wawancara, penggunaan aplikasi digital, serta kuesioner sensus.

"Alhamdulillah setelah berjalan sekitar 15 hari, sensus sudah berjalan lancar dan capaiannya sesuai target. Per 30 Juni target kami 25 persen, dan realisasinya sudah mencapai 25,62 persen," katanya.

Seluruh hasil pendataan dikirim secara langsung menggunakan aplikasi FASIH melalui telepon genggam petugas. Sistem tersebut memungkinkan capaian sensus diperbarui secara real-time begitu data dikirim ke server BPS.

Meski demikian, petugas di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya adalah menyesuaikan waktu kunjungan dengan aktivitas responden yang bekerja.

Selain itu, masih terdapat masyarakat yang belum memahami tujuan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sehingga membutuhkan penjelasan lebih lanjut dari petugas.

BPS Kota Madiun juga mengakui masih ditemukan penolakan dari sebagian warga. Berdasarkan hasil pendataan di lapangan, sebagian masyarakat enggan memberikan informasi karena khawatir data yang disampaikan berkaitan dengan perpajakan maupun alasan privasi.

Azis menegaskan Sensus Ekonomi 2026 tidak memiliki keterkaitan dengan penarikan pajak maupun pengawasan terhadap pelaku usaha. Pendataan dilakukan murni untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan struktur ekonomi Indonesia.

Ia menambahkan seluruh data responden dijamin kerahasiaan sesuai ketentuan perundang-undangan, baik Undang-Undang Statistik maupun regulasi mengenai perlindungan data pribadi. BPS juga bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk menjaga keamanan sistem pengelolaan data.

"Masyarakat tidak perlu khawatir karena data individu tidak akan disebarluaskan. Petugas BPS bertugas mencatat, bukan mengawasi," katanya.

Untuk mengantisipasi munculnya petugas sensus palsu, BPS Kota Madiun juga memperkuat sosialisasi bersama pemerintah daerah mulai tingkat kota, kecamatan, kelurahan hingga RT. Petugas resmi diwajibkan mengenakan rompi berlogo BPS dan Sensus Ekonomi 2026, membawa kartu identitas yang dilengkapi kode batang untuk verifikasi, serta surat tugas resmi.

  • bps kota madiun
  • sensus ekonomi 2026
  • aplikasi fasih
  • pendataan ekonomi madiun
  • keamanan data bps
  • berita madiun

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.