Utusan AS dan Iran akan Mengadakan Pembicaraan Tidak Langsung di Doha

Kamis, 02 Jul 2026, 01:05 WIB

DUBAI - Para pejabat dari Amerika Serikat (AS) dan Iran dikabarkan akan mengadakan pembicaraan teknis tidak langsung pada hari Rabu (1/7) mengenai kesepakatan mereka yang bertujuan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah. 

“Para pejabat AS dan Iran akan mengadakan pembicaraan teknis tidak langsung pada hari Rabu di Doha dengan mediator Qatar dan Pakistan mengenai nota kesepahaman, berdasarkan kemajuan yang telah dicapai pada KTT Danau Lucerne,” , kata seorang diplomat yang mengetahui pembicaraan tersebut kepada AFP.

Ket. Foto: Kapal tanker berbendera Gambia, Bili berlabuh di Selat Hormuz. — Sumber: Amirhossein KHORGOOEI/ISNA AFP

Utusan AS, Jared Kushner, dan Steve Witkoff tidak akan ikut serta dalam pembicaraan teknis, tambah diplomat itu, setelah mereka bertemu dengan Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed Abdulrahman Al Thani pada hari Selasa.

Baik AS maupun Iran telah menyatakan akan mengirim pejabat untuk pertemuan di Qatar. Nota kesepahaman, yang dimediasi oleh Qatar dan Pakistan, mencakup gencatan senjata selama 60 hari dalam perang yang dimulai dengan serangan AS-Israel pada 28 Februari, pembukaan kembali Selat Hormuz yang diblokade, dan kerangka waktu untuk kesepakatan akhir guna mengakhiri perang dan mencapai kesepakatan tentang program nuklir Iran.

Para pejabat Iran dijadwalkan berangkat ke Doha pada hari Rabu, tetapi Teheran membantah klaim sebelumnya oleh Presiden AS Donald Trump bahwa akan ada pembicaraan langsung.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, membenarkan bahwa delegasi Iran akan dipimpin oleh Wakil Menteri Luar Negeri Kazem Gharibabadi, tetapi mengatakan bahwa para pejabat tidak memiliki rencana untuk bernegosiasi dengan pihak Amerika di tingkat mana pun dalam beberapa hari mendatang.

Sebaliknya, Kushner dan Witkoff bertemu dengan perdana menteri Qatar pada hari Selasa, kata kementerian luar negeri negara Teluk tersebut. Ketiganya membahas perundingan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran dalam kerangka nota kesepahaman.

Komite Bersama

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf pada Selasa (30/6) mengatakan Iran tidak akan memulai negosiasi terkait kesepakatan final dengan Amerika Serikat (AS), kecuali jika butir-butir tertentu dalam nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) perdamaian yang baru-baru ini ditandatangani oleh kedua belah pihak telah diimplementasikan.

Dia menyatakan bahwa Iran, AS, dan Lebanon sepakat untuk membentuk sebuah komite bersama guna menegakkan gencatan senjata, memastikan berakhirnya perang di Lebanon, dan menjunjung tinggi kedaulatan Lebanon, seraya menambahkan bahwa Iran dan AS, sebagai dua dari tiga pihak yang terlibat, telah menunjuk perwakilan masing-masing.AFP/Xinhua/Ant/SB/E-9

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: AFP, Antara, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.