Trump Menolak Hadir di Pertemuan Darurat G7 Paris

Rabu, 21 Jan 2026, 16:30 WIB

JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan tidak akan melakukan perjalanan ke Paris untuk menghadiri pertemuan darurat Kelompok Tujuh atau G7 yang diusulkan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Keputusan itu disampaikan Trump saat konferensi pers di Gedung Putih pada Selasa waktu setempat.

Penolakan Trump langsung menyedot perhatian publik internasional karena pertemuan darurat G7 disebut akan membahas sejumlah isu geopolitik global yang sedang memanas. Sikap ini sekaligus memunculkan spekulasi baru terkait dinamika hubungan Amerika Serikat dan Prancis.

Ket. Foto: Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan tidak akan melakukan perjalanan ke Paris untuk menghadiri pertemuan darurat G7 yang diusulkan Presiden Prancis Emmanuel Macron. — Sumber: Anadolu Agency

"Saya tidak akan datang kesana," kata Trump saat menjawab pertanyaan wartawan soal rencana kunjungan ke Paris. Ia menegaskan tidak ada rencana perubahan keputusan dalam waktu dekat.

Trump kemudian menyinggung kondisi politik di Prancis yang menurutnya tidak stabil. Ia menyebut posisi Emmanuel Macron dinilai tidak akan bertahan lama dalam jabatan kepresidenan.

"Emmanuel adalah teman saya dan orang yang baik, saya menyukai Macron, tetapi dia tidak akan berada di sana lebih lama lagi," ujar Trump. Pernyataan tersebut dinilai sebagai sindiran terbuka terhadap masa depan politik Macron.

Sebelumnya pada hari yang sama, Trump mengunggah tangkapan layar pesan pribadi dari Macron melalui platform media sosial miliknya, Truth Social. Dalam pesan tersebut, Macron menawarkan pertemuan informal di Paris setelah rangkaian agenda Konferensi Tingkat Tinggi Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss.

Dalam pesan itu, Macron menyampaikan rencana untuk mengundang perwakilan dari Ukraina, Denmark, Suriah, dan Rusia untuk makan malam bersama di Paris. Trump membagikan pesan tersebut dengan keterangan bahwa pesan itu merupakan catatan langsung dari Presiden Prancis.

Rencana pertemuan yang diusulkan Macron disebut sebagai bagian dari upaya diplomasi cepat untuk meredakan ketegangan global. Namun, keputusan Trump menolak undangan itu membuat agenda pertemuan darurat G7 terancam kehilangan momentum politik.

Langkah Trump juga mencerminkan pendekatan kebijakan luar negeri Amerika Serikat yang lebih selektif terhadap forum multilateral. Pemerintah AS dinilai ingin memprioritaskan agenda yang dianggap memberi dampak langsung terhadap kepentingan nasional.

Di sisi lain, penolakan ini memperlihatkan adanya dinamika tersendiri dalam hubungan personal Trump dan Macron meskipun keduanya kerap menyebut memiliki relasi yang baik. Hingga saat ini, pihak Istana Elysee belum memberikan pernyataan resmi terkait keputusan Trump tersebut.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.