Swiatek Harus Lebih Konsisten Hadapi Pliskova
Kamis, 02 Jul 2026, 06:42 WIBLONDON â Perjalanan Iga Swiatek mempertahankan mahkota Wimbledon mulai memasuki ujian sesungguhnya. Setelah lolos dari tekanan di putaran pertama, juara bertahan asal Polandia itu akan menghadapi mantan finalis Wimbledon 2021, Karolina Pliskova, dalam laga yang diprediksi menjadi salah satu duel paling menarik di babak kedua, Kamis (2/7).
Swiatek memastikan tiket ke babak berikutnya seusai menundukkan petenis Amerika Serikat, Taylor Townsend, 6-1, 2-6, 6-3, Rabu (2/7) dini hari WIB. Sementara itu, Pliskova melenggang mulus setelah mengalahkan kompatriotnya dari Republik Ceko, Tereza Valentova, 6-3, 6-4 hanya dalam waktu 75 menit.
Di atas kertas, Swiatek memiliki modal yang meyakinkan. Mantan petenis nomor satu dunia itu selalu menang dalam tiga pertemuan melawan Pliskova. Salah satu kemenangan paling bersejarah terjadi di final Italia Open 2021 ketika Swiatek membungkam Pliskova dengan skor telak 6-0, 6-0. Dominasi serupa juga diperlihatkannya di final Wimbledon tahun lalu saat melumat Amanda Anisimova tanpa kehilangan satu gim untuk merebut gelar pertamanya di All England Club.
Meski demikian, performa Swiatek saat menghadapi Townsend menunjukkan bahwa jalan mempertahankan gelar tidak akan mudah. Petenis berusia 25 tahun itu tampil dominan di set pertama dengan dua kali mematahkan servis lawannya sebelum menutupnya lewat forehand winner yang memukau.
Namun, permainan Swiatek tiba-tiba menurun di set kedua. Forehand yang biasanya menjadi senjata utama kehilangan akurasi sehingga Townsend, yang berada di peringkat ke-79 dunia, mampu memanfaatkan situasi untuk merebut dua break servis. Petenis Amerika itu memaksakan rubber set setelah menutup set kedua dengan kombinasi drop volley backhand yang cemerlang dan sebuah ace.
Tekanan kembali menghampiri Swiatek pada awal set ketiga. Dia kehilangan ritme servis hingga melakukan tiga double fault dalam gim pembuka yang berlangsung selama 21 menit dan diwarnai 10 kali deuce. Berhasil mempertahankan servis pada gim tersebut menjadi titik balik yang menghidupkan kembali kepercayaan dirinya.
âKadang sekadar memasukkan servis saja terasa sangat sulit. Yang terpenting adalah tetap percaya bahwa saya bisa melewatinya. Saya senang mampu menjaga ketenangan dan mendengarkan dukungan dari tim. Saya tahu saya harus bermain lebih solid, tidak memaksakan winner, dan lebih sabar membangun reli,â ujar Swiatek.
Setelah melewati momen kritis itu, kesalahan Swiatek mulai berkurang. Meski kedua pemain sempat saling mematahkan servis, unggulan ketiga tersebut akhirnya memastikan kemenangan melalui sebuah ace. Seusai pertandingan, ia tampak emosional hingga menutupi wajah dengan handuk sebelum memberikan komentar di lapangan.
âSaya senang bisa melewati pertandingan seperti ini,â tegasnya. Dia sempat sangat tegang pada set kedua, tetapi berhasil kembali menemukan permainan. ben/G-1
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
De la Fuente Optimistis Yamal dan Nico Williams Siap Tampil Bela Spanyol di Piala Dunia
-
Keluarga Kerajaan UEA Diuntungkan Subsidi Pertanian Uni Eropa Hingga €71 Juta
-
Teror Pembakaran di Pisangan Baru, Matraman Jakarta Timur, Resahkan Warga
-
CIO Danantara Ungkap Penyebab Pelemahan IHSG Sepanjang Tahun Ini
-
Lima Proyek Infrastruktur Jadi Prioritas Pemkot Yogyakarta pada 2026
-
BNPB: Tiga Pendaki Hilang di Gunung Dukono Masih dalam Pencarian
-
Desa Penglipuran Bangkitkan Wisata Kebugaran lewat Event Lari
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.