• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Sony Bakal Setop Produksi ...

Sony Bakal Setop Produksi PlayStation dalam Bentuk Cakram, Para Gamers Protes

Kamis, 02 Jul 2026, 11:15 WIB

PARIS - Sony mengatakan akan berhenti merilis video game baru PlayStation dalam bentuk cakram pada Januari 2028 menyusul perubahan preferensi konsumen.

"Setelah tanggal ini, game-game baru akan tersedia di PlayStation Store dan di toko-toko ritel hanya dalam format digital," kata perusahaan tersebut di blog resmi PlayStation, Rabu (1/7).

Ket. Foto: — Sumber: Instagram/Dirtsheetradio

Dalam praktiknya, ini berarti para gamer harus mengunduh langsung dari PlayStation Store milik Sony atau mendapatkan kode unduhan saat membeli judul game dari pengecer.

Pengumuman ini muncul bersamaan dengan perilisan eksklusif digital "Grand Theft Auto VI" yang diprediksi akan menjadi produk budaya terlaris sepanjang masa, yang telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan para gamer.

Di media sosial, para gamers mengeluh ketiadaan cakram fisik akan menghilangkan pasar barang bekas untuk judul tersebut.

Sony mengatakan perubahan yang akan datang "tidak berdampak pada game yang sudah dirilis, atau akan dirilis, sebelum Januari 2028 dalam format cakram."

Sony memulai langkahnya menuju unduhan digital pada tahun 2020 dengan merilis konsol terbaru, PlayStation 5, yang memiliki versi tanpa drive disk.

"Ini adalah arah alami bagi Sony Interactive Entertainment untuk beradaptasi dengan tren konsumen karena preferensi umum terhadap media digital jauh melampaui cakram fisik," kata perusahaan tersebut.

"Kami tetap berkomitmen untuk memberikan pengalaman bermain game kelas dunia kepada para penggemar kami," tambahnya.

Piers Harding-Rolls dari Ampere Analysis mengatakan "tren pembelian para gamer sudah jelas."

Pada tahun 2013, ketika PS4 diluncurkan, hanya 13 persen dari penjualan game yang berupa digital, tetapi angka tersebut meningkat menjadi hampir 80 persen pada tahun 2025, catatnya.

Namun, hal itu tidak menghentikan para gamer untuk complain.

"Ini sebuah bencana," kata seorang gamer dan kreator konten Conkerax di YouTube.

"Tak dapat dipungkiri akan ada kekhawatiran dari para gamer PlayStation terkait berbagai aspek pengumuman ini, termasuk pilihan, akses ke game fisik lama di konsol baru, kemampuan untuk mengoleksi game fisik, dan pelestarian game," kata Harding-Rolls dari Ampere.

Dia mencatat peralihan ke arah digital akan berdampak negatif pada pengecer game khusus, dan juga akan memukul pasar barang bekas.

Pengumuman tersebut kembali memicu spekulasi tentang konsol PlayStation 6 generasi berikutnya.

Pengumuman Sony "hampir memastikan PS6 hanya akan berupa versi digital", kata Daniel Ahmad dari Niko Partners, sebuah perusahaan riset pasar video game.

Harding-Rolls setuju, dan mengatakan hal itu kemungkinan akan menyebabkan penundaan.

"Harapan Ampere saat ini adalah konsol tersebut akan diluncurkan pada akhir tahun 2028," katanya.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.