Memperkuat Wawasan Pelajar Tentang Sejarah-Budaya Lewat LCC Museum

Selasa, 11 Agu 2026, 23:16 WIB

Banjarbaru - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan (Disdikbud Kalsel) memperkuat wawasan pelajar terkait sejarah dan budaya daerah melalui Lomba Cerdas Cermat Permuseuman tingkat SMP/sederajat se-Kalsel 2026 yang diikuti 39 siswa dari 12 kabupaten/kota.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kalsel Eddy Suwarto mengatakan LCC yang mengusung tema “Cerdas Berbudaya, Menggali Sejarah Budaya Bangsa Melalui Museum” menjadi sarana untuk memperluas pengetahuan pelajar mengenai sejarah dan kebudayaan sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap warisan budaya daerah maupun nasional.

Ket. Foto: Disdikbud Kalsel menggelar Lomba Cerdas Cermat Permuseuman tingkat SMP/sederajat se-Kalsel 2026 di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Selasa (11/8/2026). — Sumber: Antara

“Melalui ajang kompetisi seperti ini, mari kita tanamkan rasa cinta tanah air, kebanggaan terhadap daerah, serta semangat pantang menyerah kepada generasi penerus pembangunan Banua,” ujarnya saat pembukaan LCC Permuseuman 2026 di Banjarbaru, Selasa.

Dia menyebutkan para peserta telah melalui proses seleksi di daerah masing-masing, dengan setiap kontingen terdiri atas tiga siswa inti dan satu guru pendamping sehingga total peserta beregu mencapai 39 siswa.

“Kompetisi tersebut tidak hanya menguji pengetahuan peserta tentang sejarah dan kebudayaan, tetapi juga melatih ketangkasan berpikir, kerja sama tim, sportivitas, keberanian, serta kemampuan mengambil keputusan secara cepat dan tepat selama mengikuti perlombaan,” katanya.

Untuk menjaga kualitas dan objektivitas penilaian, panitia menghadirkan tiga dewan juri profesional dan kompeten, yakni unsur purna tugas UPTD Balai Bahasa Kalsel, Ketua Program Studi Pendidikan IPS, serta Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Arkeologi Prasejarah dan Sejarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Eddy mengatakan lomba tingkat provinsi tersebut juga dipersiapkan sebagai bagian dari proses seleksi berjenjang menuju kompetisi tingkat nasional, namun pelaksanaan kompetisi nasional tahun ini masih menunggu koordinasi dengan pemerintah pusat terkait kebijakan efisiensi anggaran.

“Kami masih berkoordinasi dengan tingkat nasional apakah kegiatan yang nanti dilaksanakan di tingkat nasional akan diselenggarakan pada tahun ini,” tuturnya.

Eddy meminta seluruh peserta mengikuti kompetisi dengan menjunjung tinggi kejujuran dan percaya diri karena pengalaman, pengetahuan, serta persahabatan yang diperoleh selama perlombaan menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter dan pengembangan potensi generasi muda.

  • Perluas Wawasan

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.