- Home
-
- Megapolitan
-
- Gandeng DLH DKI, WRI Indon...
Gandeng DLH DKI, WRI Indonesia Paparkan Solusi Reduksi Emisi Truk Sampah Jakarta
Kamis, 02 Jul 2026, 17:25 WIBJAKARTA - Kualitas udara di Jakarta masih menjadi tantangan serius yang perlu segera ditangani. Berdasarkan Air Quality Life Index (AQLI) 2025 dari University of Chicago, tingkat pencemaran udara di wilayah Jakarta Raya berpotensi memangkas harapan hidup penduduk hingga 2,6 tahun atau dua kali lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang mencapai 1,3 tahun.
Temuan tersebut dipaparkan dalam kegiatan CAC Study Handover and IFDA Refuse Truck Emissions Reduction Preliminary Findings Workshop yang diselenggarakan WRI Indonesia bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta di Hotel Westin Jakarta. Forum tersebut menjadi ajang penyerahan hasil kajian Clean Air Catalyst (CAC) kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai dasar penyusunan kebijakan peningkatan kualitas udara berbasis data.
Salah satu sorotan utama dalam kajian tersebut adalah besarnya kontribusi kendaraan berat terhadap pencemaran udara ibu kota. Meski jumlah truk hanya sekitar 527.841 unit atau 4,31 persen dari total 12,3 juta kendaraan bermotor di Jakarta, kendaraan tersebut menyumbang sekitar 43,2 persen emisi PM2.5 berdasarkan penelitian WRI Indonesia bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) selama periode 2020-2025.
Selain menghasilkan partikel halus PM2.5, truk juga menjadi penyumbang utama emisi nitrogen oksida (NOx), sulfur dioksida (SOâ), serta black carbon. Berbagai polutan tersebut diketahui berkaitan dengan meningkatnya risiko stroke, penyakit jantung, kanker paru-paru, pneumonia, hingga asma.
Untuk mengurangi dampak tersebut, WRI Indonesia bersama ITB melaksanakan Jakarta Refuse Truck Study sejak Oktober 2025. Kajian ini bertujuan mengidentifikasi teknologi yang paling efektif untuk menekan emisi armada truk sampah DKI Jakarta sekaligus menghitung biaya kepemilikan kendaraan secara menyeluruh atau Total Cost of Ownership (TCO).
Direktur WRI Indonesia, Nirarta Samadhi, menilai transformasi armada truk sampah dapat menjadi langkah strategis menuju Jakarta yang lebih sehat dan rendah emisi.
"Transformasi armada truk sampah dapat menjadi salah satu kado paling spesial menuju 500 tahun Jakarta pada 2027. WRI Indonesia mendukung visi Pemerintah Provinsi Jakarta di bawah kepemimpinan Bapak Gubernur Pramono Anung untuk mentransisikan armada truk sampah menuju teknologi dan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. Ini adalah investasi untuk kualitas udara, kesehatan masyarakat, dan masa depan Jakarta," ujar Nirarta.
Saat ini armada truk sampah DKI Jakarta terdiri atas dump truck, arm roll truck, dan compactor truck dengan berbagai kapasitas. Sebagian besar armada masih menggunakan mesin diesel berstandar Euro II, meski Pemprov DKI Jakarta telah mengoperasikan 15 unit truk compactor listrik sebagai langkah awal menuju elektrifikasi.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH DKI Jakarta, Erni Pelita Fitratunnisa, menyebut hasil kajian tersebut akan menjadi masukan penting dalam pengembangan kebijakan transportasi rendah emisi di sektor persampahan.
"Peningkatan kualitas udara merupakan salah satu prioritas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mewujudkan kota yang lebih sehat dan layak huni. Kami menyambut baik kajian yang dilakukan oleh WRI Indonesia bersama para mitra sebagai langkah awal untuk memperkuat basis data dan analisis dalam mendukung transformasi armada truk sampah menuju teknologi yang lebih bersih dan rendah emisi. Temuan dari studi ini akan menjadi masukan penting bagi kami dalam mengeksplorasi berbagai opsi kebijakan dan teknologi untuk mendukung modernisasi layanan persampahan di Jakarta," ujar Erni.
Kajian tersebut menunjukkan transformasi armada dapat dilakukan melalui dua pendekatan, yakni peningkatan standar emisi kendaraan menuju Euro IV dan elektrifikasi armada. Penerapan standar Euro IV dinilai mampu menurunkan emisi pencemar udara secara signifikan dibandingkan armada Euro II, sedangkan penggunaan kendaraan listrik menawarkan pengurangan emisi yang lebih besar sekaligus mendukung target penurunan emisi gas rumah kaca.
Dari sisi ekonomi, analisis TCO menunjukkan biaya kepemilikan truk compactor listrik rata-rata sekitar 1,3 persen lebih rendah dibandingkan truk diesel Euro IV apabila biaya pembangunan infrastruktur pengisian daya tidak dibebankan kepada operator. Bahkan jika seluruh biaya infrastruktur dihitung, selisih biaya hanya sekitar 6,84 persen lebih tinggi sehingga dinilai tetap kompetitif.
Profesor ITB, Puji Lestari, mengatakan proses transisi perlu dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan operasional maupun infrastruktur pendukung.
"Dalam jangka pendek, percepatan adopsi bahan bakar rendah emisi dan peningkatan kualitas BBM menuju standar Euro IV, disertai prioritas peremajaan dump truck berukuran besar dan armada yang telah menua. Dalam jangka menengah dan panjang, elektrifikasi armada dapat dimulai dari truk compactor dan rute yang paling siap secara operasional, dengan dukungan pengembangan infrastruktur SPKLU dan penguatan kolaborasi lintas pemangku kepentingan," ujar Puji.
Kajian WRI Indonesia menegaskan transformasi armada truk sampah tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas udara, tetapi juga mendukung efisiensi biaya jangka panjang, pengurangan impor bahan bakar minyak, serta modernisasi layanan persampahan. Momentum menuju 500 tahun Kota Jakarta pada 2027 dinilai menjadi kesempatan penting untuk mewujudkan sistem transportasi perkotaan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
- Pengelolaan Sampah
- Kendaraan Listrik
- Mobilitas Bebas Emisi
- Kualitas Udara Jakarta
- Truk Sampah Bertenaga Listrik
- DLH DKI Jakarta
- Kawasan Rendah Emisi (KRE)
- World Resources Institute (WRI)
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Minggu Pagi, Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat, Jangan Lupa Pakai Masker!
-
Menko Zulhas Tegaskan Sanksi Sampah Open Dumping, Masyarakat Akan Diberi Insentif Lewat Sistem Baru
-
Pengelolaan Sampah Lebih Ramah Lingkungan, TPA Antang Dibangun dengan Sistem Sanitasi Landfill.
-
Sabtu Pagi, Udara Jakarta Tak Sehat, Kurangi Aktivitas di Luar!
-
Resmikan Biopori Jumbo Pondok Kelapa, Gubernur Pramono Kebut Target Zero Waste
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.