• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Dokter Anak Ingatkan Orang...

Dokter Anak Ingatkan Orang Tua Harus Cermati Komposisi Produk Nutrisi, Jangan Hanya Lihat Klaim Kemasan

Kamis, 02 Jul 2026, 19:10 WIB

JAKARTA – Orang tua diimbau tidak hanya terpaku pada klaim yang tercantum di bagian depan kemasan saat memilih produk nutrisi untuk anak. Membaca daftar komposisi secara menyeluruh dinilai menjadi langkah penting untuk memastikan kualitas bahan dan kandungan gizi yang sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak.

Pesan tersebut disampaikan Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang–Pediatri Sosial, Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K), yang mengajak orang tua membiasakan diri melakukan "cek komposisi" sebelum membeli produk nutrisi.

Ket. Foto: Seorang ibu sedang memperhatikan komposisi nutrisi produk nutrisi anak. Dokter spesialis anak Prof. Rini Sekartini mengimbau orang tua tidak hanya melihat klaim pada kemasan saat memilih produk nutrisi anak. Perhatikan komposisi, bahan utama, gula tambahan, serta informasi nilai gizi agar sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak. — Sumber: Istimewa

Menurut Prof. Rini, pemenuhan gizi anak tidak hanya ditentukan oleh banyaknya asupan, tetapi juga oleh kualitas dan keseimbangan nutrisi sejak usia dini, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang berperan penting terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan otak, serta pembentukan sistem kekebalan tubuh.

Pada masa tersebut, anak membutuhkan asupan energi, protein, lemak esensial, zat besi, seng (zinc), vitamin, dan mineral dalam jumlah yang seimbang. Selain nutrisi, stimulasi yang tepat juga diperlukan agar tumbuh kembang berlangsung optimal.

"Klaim dan kandungan tambahan yang ditampilkan pada kemasan sering kali hanya menggambarkan sebagian kecil dari keseluruhan produk. Karena itu, orang tua sebaiknya tidak hanya berfokus pada informasi yang ada di bagian depan kemasan, tetapi juga membaca dengan cermat dan memahami komposisi utama produk tersebut," ujar Prof. Rini, melalui keterangannya pada hari Kamis (2/7).

Ia menjelaskan, daftar komposisi dapat memberikan gambaran mengenai bahan utama, bahan tambahan, hingga sumber bahan baku yang digunakan dalam suatu produk.

Perhatikan bahan utama

Menurut Prof. Rini, salah satu hal pertama yang perlu diperhatikan adalah urutan bahan dalam daftar komposisi. Bahan yang tercantum paling awal umumnya memiliki jumlah paling besar dalam produk tersebut.

Pada produk berbasis susu, misalnya, orang tua disarankan mencermati apakah susu menjadi bahan utama serta bagaimana bahan tersebut dituliskan dalam daftar komposisi.

Selain itu, jenis bahan dasar susu juga perlu diperhatikan. Apabila produk menggunakan susu segar sebagai bahan utama, hal tersebut menunjukkan bahwa formulasi berasal dari susu sapi segar yang diproses menjadi produk akhir melalui tahapan pengolahan tertentu.

Sebaliknya, apabila yang tercantum adalah susu bubuk, susu rekonstitusi, atau susu rekombinasi, orang tua perlu memahami bahwa bahan tersebut melalui proses produksi yang berbeda, termasuk pencampuran kembali dengan air dan bahan lain sebelum menjadi produk siap konsumsi.

Prof. Rini menjelaskan bahwa beberapa komponen alami susu, seperti protein bioaktif, vitamin, dan enzim tertentu, bersifat sensitif terhadap paparan panas tinggi maupun proses pengolahan berulang. Oleh karena itu, informasi mengenai bahan utama dan proses produksi dapat menjadi pertimbangan tambahan saat memilih produk nutrisi.

Waspadai gula tambahan

Selain bahan utama, orang tua juga dianjurkan mencermati keberadaan gula tambahan dalam daftar komposisi. Menurut Prof. Rini, gula tambahan tidak selalu ditulis sebagai gula pasir, tetapi dapat menggunakan berbagai istilah seperti sukrosa, glukosa, fruktosa, sirup jagung, maupun maltodekstrin.

Ia menegaskan bahwa gula tambahan berbeda dengan laktosa yang merupakan gula alami dalam susu. Namun demikian, jenis gula, posisi dalam daftar komposisi, serta frekuensi konsumsi tetap perlu diperhatikan.

Paparan gula tambahan sejak usia dini, menurutnya, tidak hanya berkaitan dengan peningkatan risiko kelebihan berat badan dan obesitas, tetapi juga dapat memengaruhi preferensi rasa anak di masa depan. Anak yang terbiasa mengonsumsi makanan atau minuman dengan rasa manis berlebihan berpotensi lebih sulit menerima makanan alami seperti sayur dan buah.

Lengkapi dengan membaca informasi nilai gizi

Selain membaca komposisi, Prof. Rini mengingatkan agar orang tua juga memperhatikan tabel informasi nilai gizi. Melalui tabel tersebut, konsumen dapat mengetahui kandungan energi, protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral dalam setiap sajian.

Meski demikian, informasi nilai gizi sebaiknya dibaca bersamaan dengan daftar komposisi agar orang tua memperoleh gambaran utuh mengenai bahan penyusun sekaligus kandungan nutrisi produk. Prof. Rini menegaskan bahwa tidak ada satu produk nutrisi yang mampu menggantikan pola makan sehat secara keseluruhan.

"Nutrisi terbaik bagi anak tetap perlu dibangun melalui variasi makanan, pola makan seimbang, dan lingkungan makan yang tepat," katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa Air Susu Ibu (ASI) tetap menjadi sumber nutrisi terbaik bagi bayi, terutama pada awal kehidupan. Penggunaan produk nutrisi sebaiknya disesuaikan dengan usia dan kebutuhan anak serta dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan apabila diperlukan agar pemenuhan gizi berlangsung tepat dan aman sesuai tahapan tumbuh kembang.

  • Nutrisi anak
  • dokter spesialis anak
  • Tumbuh Kembang Anak
  • kesehatan anak
  • susu anak
  • Prof. Rini Sekartini
  • komposisi produk
  • informasi nilai gizi
  • 1000 Hari Pertama Kehidupan

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.