Kepercayaan Investor Belum Bulat, BEI Diminta Benahi Tata Kelola

Rabu, 01 Jul 2026, 23:59 WIB

JAKARTA – Keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) mempertahankan Indonesia dalam kategori emerging markets menunjukkan bahwa pasar modal domestik masih dinilai memiliki daya tarik bagi investor global.

Namun, sorotan terhadap tata kelola Bursa Efek Indonesia (BEI) mengindikasikan masih adanya pekerjaan rumah dalam aspek transparansi, likuiditas, perlindungan investor, dan efektivitas regulasi pasar.

Ket. Foto: Ilustrasi - Karyawan berjalan dengan latar belakang layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. — Sumber: ANTARA FOTO/ Aprillio Akbar.

Catatan tersebut menjadi pengingat bahwa daya saing pasar modal tidak hanya ditentukan oleh ukuran ekonomi, tetapi juga oleh kualitas tata kelola dan kredibilitas institusi.

Perbaikan berkelanjutan di sektor ini akan menjadi kunci untuk meningkatkan kepercayaan investor, menarik arus modal asing yang lebih besar, serta memperkuat posisi Indonesia di pasar keuangan global.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira menilai sorotan MSCI lebih dalam dari sekadar perbaikan teknis bursa.

“MSCI bukan hanya menyorot persoalan teknis bursa saham, tapi didasarkan pada besarnya konflik kepentingan saat demutualisasi BEI, karena Danantara mau terlibat sebagai pemegang saham,” ujar Bhima, Rabu (1/7).

Menurut Bhima, ada dua hal utama yang membuat MSCI belum memberi penilaian penuh. Pertama, struktur kepemilikan pasca demutualisasi BEI.

Kedua, soal beneficial ownership saham dinilai tidak mencerminkan transaksi perdagangan yang transparan.

“Beneficial ownership saham-saham yang dinilai tidak mencerminkan transaksi perdagangan yang transparan. Ada masalah distrust dari sisi kebijakan pemerintah sehingga wajar MSCI belum juga memberikan penilaian penuh,” jelasnya.

Dia menegaskan, tanpa membenahi tata kelola dan membangun kembali kepercayaan investor global, upaya OJK dan BEI akan sulit meyakinkan MSCI mempertahankan status Indonesia sebagai emerging market.

Agar penilaian berubah, Bhima meminta pemerintah melakukan 4 hal di antaranya menghindari perubahan kebijakan mendadak, memberi kepastian hukum bagi investor, memperkuat good corporate governance termasuk transparansi emiten dan perlindungan pemegang saham minoritas, serta melarang Danantara dan BUMN afiliasi membeli saham BEI pasca demutualisasi.

Komitmen Reformasi

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi menyambut positif keputusan MSCI yang mempertahankan Indonesia sebagai emerging markets, karena dinilai mencerminkan kepercayaan investor global terhadap ketahanan ekonomi, stabilitas sektor keuangan, dan reformasi pasar modal. MSCI juga mengakui tingkat aksesibilitas pasar Indonesia sebagai salah satu yang terbaik di Asia-Pasifik.

Meski demikian, OJK mengakui masih ada ruang perbaikan dan berkomitmen memperkuat reformasi serta meningkatkan komunikasi dengan penyedia indeks global dan investor internasional.

“Meski begitu, Hasan mengakui masih ada ruang perbaikan. OJK berkomitmen terus memperkuat engagement dengan global index providers dan investor global,” ujar Friderica.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Hati-hati! Obesitas Bukan Cuma Soal Penampilan, Ini Masalah Kesehatan Serius!

Rusak 10 Tahun, Bendung Irigasi Ampek Jirek Padang Pariaman Direhabilitasi Rp979,6 Juta.

Khofifah: Pasar Murah Jadi Strategi Jaga Inflasi dan Dekatkan Pangan ke Masyarakat.

Wamenlu Iran Tegas: Selat Hormuz Tak Bisa Direbut Hanya dengan Cuitan atau Kapal Induk.

Gempa M7,7 Guncang NTT, Kodam IX/Udayana Bantu Evakuasi Warga Terdampak.

Saat Utang Jadi Beban, Pengusaha Ungkap Strategi Menyelamatkan Bisnis

Momen Spesial, 118 Pendaki dari Berbagai Daerah akan Rayakan HUT ke-81 RI di Puncak Gunung Kerinci

Puluhan Wisatawan Asing di Pulau Padar Viewpoint Terekam Panik saat Gempa NTT Mengguncang

Gubernur NTT: Korban Meninggal Akibat Gempa M7,7 di Flores Bertambah

Pascagempa M7,7 di NTT, Kepala BNPB dan Menko PMK Segera ke Wilayah Terdampak

Menteri Pertahanan Jepang Kunjungi Kuil Yasukuni, PM Takaichi Tak Hadir

Sabtu, SIM Keliling Tetap Buka Layanan, Cek Jadwal dan Lokasinya!

Daftar Harga Emas Antam Hari Ini, Jual Rp2.675.000 per Gram, Buyback Rp2.525.000 per Gram

Liga Inggris: Era Guardiola Berakhir, Maresca Dituntut Jaga Dominasi Manchester City

Gempa M7,7 di NTT Akibat Sesar Naik Busur Belakang Flores

Jepang Buka Peluang Kerja Sama Baru dengan Indonesia dalam Tiga Bidang

Netflix Batal Garap Serial Squid Game versi Amerika, Apa Penyebabnya?

Trump Berlakukan Tarif hingga 100 Persen untuk Drone Impor

Gempa Dahsyat M7,7 di Flores NTT Memicu Evakuasi Massal

BMKG NTT Tegaskan Isu Gempa Besar 15 Agustus 2026 Tidak Benar, Jangan Panik!

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.