Liga Inggris: Era Guardiola Berakhir, Maresca Dituntut Jaga Dominasi Manchester City
Sabtu, 15 Agu 2026, 10:00 WIBMANCHESTER â Untuk pertama kalinya dalam satu dekade, Manchester City akan memasuki musim baru tanpa Pep Guardiola berdiri di pinggir lapangan.
Kepergian Guardiola menutup salah satu era paling sukses dalam sejarah klub. Selama berada di Etihad, pelatih asal Spanyol itu mempersembahkan enam gelar Premier League dan satu trofi Liga Champions, sekaligus mengubah City menjadi kekuatan dominan dalam sepak bola Inggris.
Kini, tongkat estafet berada di tangan Enzo Maresca. Pelatih asal Italia itu mewarisi skuad bertabur bintang yang dipimpin striker Norwegia, Erling Haaland. Namun, tugasnya bukan sekadar meneruskan pekerjaan Guardiola. Maresca harus membuktikan bahwa dirinya mampu membawa City tetap berada di puncak setelah era yang telah mendefinisikan klub selama hampir satu dekade.
Maresca bukan sosok yang benar-benar baru bagi Manchester City. Pelatih 46 tahun tersebut pernah bekerja bersama Guardiola sebagai bagian dari staf kepelatihan City ketika klub meraih treble.
Setelah itu, Maresca membangun reputasinya sendiri. Ia membawa Leicester City kembali ke Premier League (Liga Inggris) dan kemudian meraih kesuksesan bersama Chelsea.
Pengalaman tersebut membuat City yakin Maresca merupakan sosok yang tepat untuk memimpin masa transisi.
Yang menarik, City tidak memilih pelatih yang menawarkan revolusi total. Sebaliknya, mereka mencari kesinambungan.
Maresca sangat memahami filosofi permainan Guardiola, terutama positional play, penguasaan bola, serta fleksibilitas taktik.
Karena itu, City diperkirakan masih akan terlihat familiar ketika menguasai bola. Namun, Maresca tetap harus menemukan identitasnya sendiri.
Perbedaan terbesar adalah kini ia bukan lagi asisten atau bagian dari sistem Guardiola. Ia adalah orang yang bertanggung jawab penuh atas keputusan di ruang ganti dan lapangan.
Skuad yang diwarisi Maresca masih menjadi salah satu yang terkuat di Eropa.
Di lini depan, Erling Haaland menjadi jaminan gol. Penyerang Norwegia itu merupakan pencetak gol terbanyak Premier League dalam tiga dari empat musim terakhir. Kehadiran Haaland memberikan fondasi kuat bagi Maresca untuk membangun sistem serangan City.
Di lini tengah, Rodri masih menjadi pusat permainan City. Kemampuan mengatur tempo, membaca ruang, mengalirkan bola, sekaligus melakukan pekerjaan defensif membuat gelandang Spanyol itu sangat penting dalam sistem City.
Rodri juga datang dengan status sebagai salah satu pemain terbaik di dunia setelah membantu Spanyol menjuarai Piala Dunia dan meraih penghargaan Golden Ball sebagai pemain terbaik turnamen. Namun, masa depannya di Etihad belum sepenuhnya aman karena Barcelona dikabarkan terus mengejarnya.
City telah mempersiapkan kedalaman lini tengah dengan mendatangkan gelandang Inggris Elliot Anderson dari Nottingham Forest dengan nilai transfer yang dilaporkan mencapai 116 juta pound.
Anderson diharapkan memberikan energi, kemampuan merebut bola, serta kedalaman yang dibutuhkan City. Sementara itu, pemain muda seperti Rayan Cherki dan Nico O'Reilly menawarkan energi baru di skuad.
Meski memiliki banyak pemain berkualitas, City juga mengalami perubahan besar. Dua pemain berpengalaman, Bernardo Silva dan John Stones, telah meninggalkan klub.
Kepergian mereka bukan hanya mengurangi kualitas teknis, tetapi juga menghilangkan pengalaman dan kepemimpinan dari ruang ganti. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Maresca.
Musim lalu, City memang mampu memenangkan dua trofi domestik. Namun, finis di posisi kedua di bawah Arsenal terasa kurang memuaskan jika dibandingkan dengan standar yang telah ditetapkan Guardiola. Bagi klub lain, dua trofi dalam satu musim mungkin merupakan pencapaian luar biasa.
Bagi City era Guardiola, itu belum cukup. Dan realitas tersebut menggambarkan besarnya tekanan yang akan dihadapi Maresca.
Maresca tidak akan dinilai hanya berdasarkan keindahan permainan. Manajemen dan suporter City menginginkan persaingan gelar sejak musim pertamanya.
Pertanyaan terbesar adalah seberapa cepat pemain dan staf dapat beradaptasi dengan kehidupan setelah Guardiola. Pengaruh Guardiola selama bertahun-tahun jauh melampaui taktik. Ia membentuk budaya klub, standar latihan, cara pemain berpikir dan bahkan ekspektasi terhadap kemenangan.
Maresca memang memiliki keuntungan karena memahami lingkungan tersebut. Tetapi ada perbedaan besar antara menjadi orang kepercayaan Guardiola dan menjadi orang yang bertanggung jawab atas seluruh proyek.
Maresca mungkin membutuhkan waktu untuk menemukan formula terbaik, terutama karena sejumlah pemain baru kembali dari tugas internasional di Piala Dunia. Namun, Manchester City tetap menjadi salah satu favorit utama di setiap kompetisi yang mereka ikuti.
Kuncinya adalah bagaimana Maresca menggabungkan kesinambungan dengan inovasi. Jika terlalu banyak mengubah sistem Guardiola, City berisiko kehilangan identitas yang telah membuat mereka sukses.
Sebaliknya, jika terlalu mempertahankan formula lama, lawan bisa membaca permainan mereka dengan lebih mudah. Maresca harus menemukan keseimbangan.
Ia memiliki skuad dengan kualitas luar biasa, mesin gol bernama Haaland, gelandang kelas dunia seperti Rodri, serta sejumlah talenta muda yang siap berkembang. Tantangannya adalah mengubah semua modal tersebut menjadi tim yang memiliki identitas baru.
Jika berhasil, City bisa segera kembali ke puncak sepak bola Inggris.
Jika gagal, era pasca-Guardiola dapat menjadi awal periode panjang pencarian identitas baru di Etihad. Manchester City akan membuka musim Premier League 2026-27 dengan menjamu Bournemouth pada 23 Agustus.
- Manchester City
- Pep Guardiola
- Klub Liga Inggris
- Enzo Maresca
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Nilai Transfer Capai 3,2 Triliun Rupiah, Anderson Tak Gentar dengan Tekanan di Manchester City
-
Menko Airlangga: Program B50 Bisa Hemat Devisa Rp177 Triliun
-
Chelsea Ultimatum Manchester City: Bayar 2,5 Triliun Rupiah atau Lupakan Enzo Fernandez
-
1.100 WNI Ditahan di Kamboja, KBRI Phnom Penh Berikan Bantuan Kekonsuleran
-
Bahaya! Wabah Ebola Dilaporkan Makin Aktif di Kongo
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.