Hati-hati! Obesitas Bukan Cuma Soal Penampilan, Ini Masalah Kesehatan Serius!
Sabtu, 15 Agu 2026, 11:36 WIBJAKARTA - Ketua Himpunan Studi Obesitas Indonesia (HISOBI) Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD, Ph.D. mengatakan obesitas bukan sekadar persoalan penampilan karena kondisi tersebut dapat memicu peradangan yang terus berlangsung di dalam tubuh.
âJangan lupa bahwa di dalam tubuh yang obesitas itu, peradangan kita berjalan terus,â kata Dante dalam peluncuran Kampanye Edukasi mengenai Obesitas #BeraniBicaraBerat di Jakarta, Jumat.
Dante mengatakan masih banyak masyarakat yang enggan membahas atau menangani obesitas karena menganggap kondisi tersebut hanya berkaitan dengan bentuk tubuh dan penampilan.
Data nasional terbaru yang tersedia dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat prevalensi obesitas pada penduduk berusia 18 tahun ke atas mencapai 23,4 persen. Angka tersebut meningkat dibandingkan 21,8 persen pada 2018.
Sebagian orang, kata dia, juga membiarkan kondisi obesitas karena merasa usia yang semakin bertambah atau telah memiliki anak membuat mereka tidak lagi perlu memperhatikan berat badan.
Padahal, penanganan obesitas perlu dilakukan sejak dini untuk menjaga kesehatan dan mencegah munculnya masalah kesehatan di kemudian hari.
âPengen kan nungguin anak-anak diwisuda? Pengen kan punya cucu yang bisa hidup berdampingan dan ditungguin sama nenek-kakeknya yang badannya sehat? Nah, untuk itu mulai tangani obesitasnya sejak dini,â ujarnya.
Dante mengatakan penanganan obesitas juga tidak dapat hanya dibebankan kepada individu. Keluarga memiliki peran dalam membentuk kebiasaan makan dan gaya hidup sejak anak-anak.
Menurut dia, kebiasaan tersebut perlu dibangun sejak dini, termasuk dengan mendorong anak lebih aktif bergerak dan tidak menjadikan kegiatan makan sebagai pusat aktivitas keluarga.
âObesitas nggak bisa ditangani secara individual. Harus dimulai dari keluarga,â katanya.
Pandangan bahwa obesitas bukan sekadar persoalan penampilan juga sejalan dengan perhatian pemerintah terhadap kondisi tersebut. Kementerian Kesehatan menyebut obesitas berkaitan dengan risiko berbagai penyakit tidak menular dan memerlukan pendekatan yang melibatkan faktor biologis, lingkungan, serta genetik.
Dante menambahkan masyarakat perlu mulai mengubah cara pandang terhadap penanganan kesehatan dengan tidak menunggu hingga muncul penyakit atau komplikasi untuk mencari pertolongan.
Ia mendorong masyarakat mengenali dan menangani obesitas lebih awal sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan dalam jangka panjang.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
OpenAI Rilis Fitur Health di ChatGPT, Terhubung ke Apple Health dan Rekam Medis
-
Sinner Hentikan Langkah Djokovic, Tantang Zverev di Final Wimbledon 2026
-
TNI Dorong Pelestarian Pesisir di Ambon Melalui Aksi Tanam Pohon dan Mangrove.
-
Apa Itu "Tai Chi Walking", Apa Manfaatnya Bagi Tubuh?
-
Waspada, Penyakit Katup Jantung Berkembang Perlahan, Kenali Gejalanya Sejak Dini!
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.