- Home
-
- Luar Negeri
-
- Partai Buruh yang Berkuasa...
Partai Buruh yang Berkuasa Kembali Pimpin Jajak Pendapat
Selasa, 30 Jun 2026, 02:30 WIBSYDNEY â Partai Buruh yang berkuasa di Australia kembali memimpin jajak pendapat, menggeser pendatang baru partai sayap kanan, One Nation, ke posisi kedua.
Sepertiga dari 1.235 pemilih yang disurvei pekan lalu mengatakan mereka mendukung pemerintahan Perdana Menteri Anthony Albanese, dan angka ini merupakan yang tertinggi diperoleh partai tersebut pada tahun 2026 dalam jajak pendapat Newspoll yang dimuat di surat kabar Australia.
Dukungan untuk One Nation turun menjadi 29 persen, meskipun koalisi Liberal-Nasional tidak melihat keuntungan dari penurunan dukungan untuk pesaing sayap kanan mereka, yang turun ke titik terendah sepanjang sejarah yaitu 17 persen. Â
Jajak pendapat terpisah yang dilakukan untuk surat kabar Australian Financial Review menunjukkan hasil serupa, dengan Partai Buruh sedikit unggul di atas One Nation.
Partai One Nation telah melonjak dalam jajak pendapat selama enam bulan terakhir, meraih hasil terbaiknya dalam pemilihan negara bagian pada bulan Maret lalu di Australia Selatan dan juga memenangkan kursi pertama mereka di dewan perwakilan rakyat federal pada bulan Mei.
Peningkatan dukungan tersebut sebagian besar terjadi dengan mengorbankan koalisi konservatif tradisional Liberal-Nasional, yang terus merosot dalam jajak pendapat meskipun telah mengganti pemimpinnya pada bulan Februari.
Hasil jajak pendapat menunjukkan bahwa Albanese adalah pemimpin pilihan hampir setengah dari responden, dengan pemimpin One Nation, Pauline Hanson, di urutan kedua dan pemimpin koalisi, Angus Taylor, di urutan ketiga.
UU Perumahan
Dukungan pemerintah mungkin terbantu oleh upayanya untuk membuat perumahan lebih terjangkau, dengan disahkannya tahap pertama undang-undang yang bertujuan untuk mempermudah pembelian rumah bagi warga Australia yang lebih muda di Parlemen pekan lalu.Â
Survei ini dilakukan dari tanggal 22 Juni hingga 25 Juni dengan margin kesalahan 3 persen. Survei tersebut menunjukkan bahwa sebagian alasan orang mendukung One Nation adalah karena mereka merasa partai itu mendengarkan keluhan mereka.
Lebih dari sepertiga pendukung One Nation mengatakan hal terpenting yang mereka perhatikan adalah apakah mereka memahami orang-orang seperti mereka, dimana angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan kelompok lain mana pun.
Pemerintah berupaya memanfaatkan hal itu, dengan Menteri Keuangan Jim Chalmers mengatakan pada Minggu (28/6) di televisi bahwa di pemerintahan saat ini mereka memahami bahwa status quo tidak menguntungkan masyarakat, khususnya dalam perekonomian, tetapi juga dalam masyarakat kita secara lebih luas.
âPerubahan semakin cepat di masyarakat dan ekonomi kita. Tekanan global dan antargenerasi ini semakin intensif pada masyarakat, dan dari sudut pandang kami, kami memilih untuk mengatasi hal itu guna mewujudkan perubahan nyata daripada mengabaikannya atau menolaknya,â kata Chalmers seraya menegaskan bahwa kekhawatiran tersebut sah-sah saja. ST/Bloomberg/I-1
- Anthony Albanese
- Partai Buruh
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Berbagai Sumber
Berita Terkait:
-
Australia Buat Rancangan Hukum Senjata Lebih Ketat, Usai penembakan Maut di Pantai Bondi Sydney
-
Liverpool Kian Terpuruk Usai Terusungkur di Kandang Brentford
-
Isi Agenda Presiden Prabowo di Australia: Bahas Strategi Global, Tutup dengan Jamuan Kenegaraan
-
Bulu Tangkis Masuki Era Baru, BWF Siapkan Perubahan Besar
-
Liverpool Kembali Krisis Bek Tengah: Arne Slot Dipusingkan Gagalnya Transfer Guehi dan Ancaman dari Bayern soal Upamecano
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.