Oman Tolak Penerapan Tol Kapal di Selat Hormuz

Selasa, 30 Jun 2026, 15:58 WIB

ISTANBUL - Pemerintah Oman menyatakan menentang ide penerapan biaya tol pada kapal yang berlayar di Selat Hormuz, namun mempertimbangkan pemberlakuan tarif khusus untuk menjamin keselamatan kapal selama pelayaran.

Radio Prancis Monte Carlo Doualiya mengutip Menteri Luar Negeri Badr Albusaidi mengatakan bahwa Oman bertujuan menjaga navigasi melalui jalur air tersebut tetap aman dan terbuka untuk semua, mengingat pentingnya jalur maritim ini bagi perekonomian global dan negara-negara regional, termasuk Iran, kata menteri tersebut.

Ket. Foto: — Sumber: AFP/Angelo Cavalli/Robert Harding

Dia menambahkan bahwa Muscat tidak mendukung pengenaan biaya kepada kapal untuk transit, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk menawarkan layanan maritim seperti keselamatan navigasi, kesiapsiagaan darurat, dan penanggulangan pencemaran, serupa dengan yang ada di Selat Malaka dan Singapura.

Albusaidi memastikan langkah apapun yang diambil terkait selat tersebut akan dilakukan setelah konsultasi dengan negara dan perusahaan yang menggunakan jalur itu.

Sementara itu, mengenai pembersihan ranjau di Selat Hormuz, Albusaidi mengatakan bahwa Muscat terbuka terhadap berbagai usulan, tetapi menekankan bahwa tanggung jawab utama untuk melakukannya ada di tangan Iran.

Pertengahan Juni lalu, Iran menyatakan sedang bekerja sama dengan Oman untuk menyusun kerangka hukum baru bagi pelayaran di selat tersebut. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa keadaan tidak akan seperti biasa setelah serangan AS-Israel.

Iran mengusulkan untuk mengenakan biaya guna memastikan jalur pelayaran yang aman, bukan bea masuk. Setelah menyepakati memorandum dengan AS, Iran berkomitmen pada 18 Juni untuk tidak memungut biaya apa pun dari kapal selama 60 hari. Ant

  • Oman
  • selat hormuz
  • Haitham bin Tariq

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.