Darussalam All Star Show Gontor: 1.200 Santri Tampilkan Pertunjukan Kolosal di Puncak 1 Abad PMDG.

Minggu, 28 Jun 2026, 09:52 WIB

Sekitar 1.200 santri dan guru Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) menampilkan pertunjukan seni kolosal dalam Darussalam All Star Show (DASS) pada puncak peringatan satu abad pondok pesantren tersebut.

Pagelaran yang berlangsung di lapangan sepak bola Pondok Gontor di Kabupaten Ponorogo, Sabtu (27/6) malam itu dihadiri ribuan penonton dan menampilkan beragam pertunjukan seni, mulai dari drama kolosal, tari nusantara, reog, tari mancanegara, hingga konser musik yang dipersiapkan secara mandiri oleh warga pondok.

Ket. Foto: Lebih dari 1.200 santri dan guru menampilkan pertunjukan seni kolosal dalam Darussalam All Star Show (DASS) pada puncak peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Desa Gontor, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Sabtu (27/6) — Sumber: Antara Foto

Ketua DASS, Al-Ustadz Hasan Mutaqin mengatakan seluruh proses penyelenggaraan melibatkan lebih dari 1.200 santri dan guru dari PMDG Kampus 1 dan Kampus 2.

"Gabungan Pondok Gontor 1 dan Gontor 2 jumlahnya lebih dari 1.200 guru dan santri. Mereka mempersiapkan acara ini kurang lebih selama tiga minggu," katanya.

Menurut Hasan, keterlibatan santri dan guru tidak hanya sebagai penampil, tetapi juga dalam penyusunan konsep acara, pembuatan properti, penataan panggung, hingga penyediaan sarana pendukung.

"Kami meyakini setiap gerak, setiap nada, setiap karya, dan setiap tetes keringat santri serta guru merupakan proses pendidikan yang membentuk karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, dan keikhlasan," ujarnya.

Pimpinan PMDG, K.H. Hasan Abdullah Sahal yang membuka acara bersama K.H. M. Akrim Mariyat, mengatakan sebagian besar penyelenggaraan DASS merupakan hasil karya warga pondok.

"Saya sama Pak Akrim hanya lima persen. Selebihnya anak-anak semua yang mengerjakan," katanya.

Ia menambahkan sekitar 95 hingga 99 persen penyelenggaraan, mulai dari kepanitiaan, penampilan hingga fasilitas, dikerjakan secara mandiri oleh warga Pondok Modern Darussalam Gontor.

Menurutnya, DASS bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi menjadi media pendidikan yang membentuk kreativitas, kepemimpinan, kerja sama, tanggung jawab, dan pengabdian para santri.

"DASS ini pertama untuk mengingat Allah, bersyukur kepada Allah, dan semakin meningkatkan ibadah," ujarnya.

Pagelaran DASS menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian peringatan satu abad Pondok Modern Darussalam Gontor. Melalui keterlibatan ribuan santri dan guru, kegiatan tersebut menjadi representasi sistem pendidikan Gontor yang memadukan penguasaan ilmu, pembentukan karakter, kreativitas, serta nilai-nilai keislaman menuju abad kedua pengabdiannya.

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.