Budaya Lokal Terus Diperkuat oleh Pemda Agar Tetap Lestari
Minggu, 28 Jun 2026, 22:39 WIBLUMAJANG â Berbagai cara ditempuh pemerintah daerah untuk melestarikan kebudayaan. Misalnya, Pemkab Lumajang menyelenggarakan tari kolosal Segoro Topeng Kaliwungu menjadi ajang pelestarian budaya dan memperkuat sektor pariwisata guna mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Segoro Topeng Kaliwungu kembali digelar dengan menampilkan ratusan penari pelajar di Pantai Watu Pecak, Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Minggu.
"Segoro Topeng Kaliwungu tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga mampu memperkuat sektor pariwisata dan mendorong pertumbuhan ekonomi," kata Bupati Lumajang Indah Amperawati.
Pagelaran budaya yang menjadi bagian dari agenda Karisma Event Nusantara (KEN) itu menghadirkan tarian kolosal yang dibawakan sekitar 500 penari anak2x.
Mengusung tema "Lamadjang: The Land of Glory", pertunjukan tersebut mengangkat kisah lahirnya Negeri Lamadjang melalui perpaduan seni tari, musik, dan budaya khas Lumajang.
Ia mengatakan, Segoro Topeng Kaliwungu menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya Lumajang di tingkat nasional melalui Karisma Event Nusantara (KEN).
Menurutnya, kepercayaan yang diberikan pemerintah pusat menjadi tanggung jawab bagi pemerintah daerah untuk menjaga sekaligus mengembangkan warisan budaya tak benda yang dimiliki.
"Kami diberikan kesempatan oleh Kementerian Pariwisata untuk memperkenalkan kisah-kisah Indonesia melalui budaya, sehingga warisan budaya tak benda yang harus kami jaga kelestariannya dan terus kami kembangkan sebagai bentuk komitmen kami sebagai daerah penyelenggara KEN," katanya.
Ia menjelaskan pelestarian Tari Topeng Kaliwungu akan terus diperkuat melalui dunia pendidikan agar generasi muda semakin mengenal budaya daerahnya.
Indah juga mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat dan wisatawan yang hadir, termasuk tamu dari berbagai daerah seperti Bali dan wisatawan mancanegara.
Wisatawan yang hadir menyaksikan Segoro Topeng Kaliwungu tidak hanya warga lokal, tetapi juga wisatawan mancanegara asal Spanyol, Prancis, China, hingga Slovakia yang turut menikmati kemeriahan festival tari kolosal.
Salah seorang wisatawan asal Slovakia, Mery, mengaku terkesan dengan pertunjukan tari yang disaksikan dalam Segoro Topeng Kaliwungu.
"Saya senang bisa menyaksikan langsung dan pertunjukan itu sangat luar biasa. Semua penari ciliknya saya suka," katanya.
Festival tersebut melibatkan sekitar 500 penari dari jenjang SD, SMP, hingga SMA di Kabupaten Lumajang. Mereka menampilkan Tari Topeng Kaliwungu secara kolosal sebagai bentuk pelestarian budaya daerah.
- Pelestarian Budaya
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Dokter Spesialis Jelaskan Pentingnya MBG Sebagai Kunci Kualitas SDM Indonesia Emas 2045
-
Presiden Prabowo Paparkan Rencana Pendirian 10 Universitas
-
RI Dorong Penggunaan Mata Uang Lokal dalam Transaksi dengan Malaysia
-
Tim SAR Temukan Dua Korban Longsor di Kabupaten Bogor dan Cianjur
-
Russia Hadapi Defisit Anggaran, Ekonomi Kremlin Dalam Tekanan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.