Luncurkan Magister Hukum, BINUS University Fokuskan Hukum Perdagangan Internasional hingga Siber
Sabtu, 27 Jun 2026, 12:25 WIBJAKARTA - Menjawab pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), ekonomi digital, dan perdagangan internasional telah mengubah cara dunia bisnis beroperasi, BINUS University melalui BINUS Graduate Program secara resmi meluncurkan Magister Hukum Bisnis/Master of Business Law.
Acara dibuka oleh Direktur BINUS Graduate Program, Prof. Sani M. Isa dan Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI), Hermansyah Dulaimi. Dilanjutkan dengan keynote session yang menghadirkan Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, dan Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dyah Roro Esti Widya Putri.
Dalam paparannya, keynote speakers menyoroti pentingnya
"Kesiapan regulasi dan sumber daya manusia dalam menghadapi percepatan transformasi digital yang memengaruhi aktivitas perdagangan, investasi, dan bisnis di tingkat nasional maupun internasional," kata Habiburokhman saat memberikan paparannya di Jakarta, kemarin.
Selain itu, ia juga membahas pula bagaimana hukum harus mampu berkembang secara adaptif agar dapat menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia usaha yang terus berubah.
Sebagai bagian dari rangkaian acara, BINUS University juga menggelar seremoni peluncuran Magister Hukum Bisnis/Master of Business Law yang menandai komitmen institusi dalam menghadirkan pendidikan hukum yang relevan dengan tantangan masa depan.
Program ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan perspektif multidisipliner yang menghubungkan aspek hukum, bisnis, teknologi, dan hubungan internasional.
Magister Hukum Bisnis/Master of Business Law BINUS University memiliki fokus pada hukum perdagangan internasional yang diperkuat dengan pemahaman mengenai Cyber Law, ICT Law, dan Digital Forensics.
Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu memahami berbagai isu hukum yang muncul dalam ekosistem bisnis modern, termasuk transaksi digital, keamanan siber, perlindungan data, perdagangan internasional, serta penyelesaian sengketa yang melibatkan teknologi.
Berbeda dengan program magister hukum pada umumnya, Magister Hukum Bisnis/Master of Business Law BINUS University terbuka bagi lulusan dari berbagai disiplin ilmu.
Pendekatan ini  memberikan kesempatan bagi para profesional dari latar belakang bisnis, teknologi, komunikasi, pemerintahan, maupun bidang lainnya untuk memperdalam pemahaman mereka mengenai aspek hukum yang semakin penting dalam dunia kerja dan industri.
Program ini juga mengadopsi model pembelajaran hybrid learning yang memungkinkan mahasiswa mengikuti perkuliahan secara fleksibel melalui kombinasi kelas daring dan luring.
Selain itu, durasi studi 18 bulan yang diterapkan memungkinkan proses studi berlangsung lebih efisien sehingga mendukung kebutuhan para profesional yang ingin melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan aktivitas karier mereka.
Rangkaian peluncuran turut menghadirkan talkshow bertema âLaw in the Age of AI and Digital Economy in International Tradeâ yang mempertemukan perspektif akademisi dan praktisi dalam membahas berbagai isu hukum kontemporer.
Sesi ini menghadirkan Yakup Putra Hasibuan, CEO Perqara dan pengacara di Hasibuan & Hasibuan, Tia Mariatul Kibtiah dari Dosen International Relation BINUS University, serta Muhammad Reza Syariffudin Zaki, Dosen Business Law BINUS University sekaligus Managing Partner Reza Zaki Law Firm.
Diskusi menyoroti berbagai perkembangan yang tengah membentuk lanskap hukum bisnis global. Dari sisi teknologi, pembahasan mencakup perkembangan cyber law, praktik litigasi modern, penyelesaian sengketa bisnis, hingga tantangan hukum yang muncul dalam ekosistem digital dan platform teknologi.
Para pembicara juga membahas bagaimana perubahan geopolitik dan geoekonomi global semakin memengaruhi arah perdagangan internasional, investasi, serta pembentukan kebijakan hukum di berbagai negara.
Perspektif hubungan internasional turut menjadi sorotan, khususnya terkait dinamika konflik global, peran ASEAN, serta implikasinya terhadap stabilitas kawasan dan perkembangan regulasi di berbagai negara.
Dalam konteks tersebut, hukum bisnis dinilai memiliki peran strategis dalam menjembatani kebutuhan dunia usaha dengan berbagai perubahan yang terjadi di tingkat global.
Melalui diskusi tersebut, para peserta memperoleh gambaran mengenai bagaimana perkembangan teknologi, perdagangan internasional, dan geopolitik global kini saling terhubung dan memengaruhi praktik hukum modern. Situasi ini menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap profesional hukum yang memiliki perspektif multidisipliner semakin penting di masa mendatang.
Sementara itu, Head of Program Master of Business Law BINUS University, Prof. Shidarta mengatakan bahwa dengan diluncurkannya Magister Hukum Bisnis/Master of Business Law, pihaknya berharap dapat berkontribusi dalam mencetak generasi profesional yang mampu memahami kompleksitas hubungan antara hukum, bisnis, teknologi, dan dinamika global, sekaligus menghadirkan solusi yang relevan bagi perkembangan industri dan masyarakat.
"Penerimaan mahasiswa untuk kelas perdana pada September 2026 telah dibuka dan ini menjadi bagian dari komitmen BINUS University dalam menghadirkan pendidikan berkualitas yang selaras dengan semangat fostering and empowering the society in building the nation," tutupnya.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Mohammad Zaki Alatas
Berita Terkait:
-
Panglima TNI Resmi Lantik 796 Perwira Prajurit Karier Reguler dan Progsus TA 2026
-
Indosat Gandeng Ericsson untuk Mengembangkan Platform Monetisasi Terdepan
-
Bisa Pulang Berkat Telkomsel Poin: Mudik Hepi 2026 Resmi Berangkatkan 1.100 Saudara untuk Lebaran di Kampung Halaman
-
Libur Lebaran 2026, Wisatawan Serbu Taman Mini Indonesia Indah
-
KPK Dalami Pemeriksaan Pajak PT Wanatiara Persada, Saksi Dipanggil di KPP Madya Jakut
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.