Pengawasan Tempat-tempat Wisata Mataram Diperketat dengan Datangnya Libur Sekolah

Jumat, 26 Jun 2026, 13:13 WIB

MATARAM – Libur sekolah adalah masa berpiknik bagi para pelajar. Untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan, Dinas Pariwisata Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat mengoptimalkan pengawasan objek wisata pantai, selama libur sekolah. Tujuannya untuk mengantisipasi kecelakaan laut dan memberikan rasa aman kepada masyarakat yang mengisi waktu liburan di pantai.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram Cahya Samudra di Mataram, Jumat, mengatakan untuk mengoptimalkan pengawasan pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram.

Ket. Foto: destinasi pantai — Sumber: ist

"Kami mengajak BPBD untuk membangun posko pantau di pantai selama libur sekolah. Alhamdulillah, BPBD langsung respons dan siap," katanya.

Cahya yang baru kembali melakukan koordinasi dengan BPBD di Gedung Pusdalops BPBD Kota Mataram, mengatakan sebagai bentuk komitmen pengawasan 9 kilometer Pantai Kota Mataram selama musim libur sekolah, pada Sabtu (27/6/2026) akan diawali dengan apel siaga.

Apel siaga bersama melibatkan tim dari Dinas Pariwisata, BPBD Kota Mataram, dan menggandeng camat dan lurah yang memiliki wilayah pesisir pantai.

Untuk posko, katanya, sementara akan dibangun satu titik yakni di Pantai Loang Baloq yang selama ini menjadi kawasan pantai favorit masyarakat untuk bersantai dan mandi di pantai.

Sementara untuk titik-titik objek wisata lainnya seperti Pantai Gading, Tanjung Karang, Pantai Ampenan, hingga ke Pantai Pure Segare, pengawasan akan dilakukan secara mobile.

Personel akan keliling ke titik-titik objek wisata pantai menggunakan kendaraan, dan tetap berkoordinasi dengan camat lurah daerah pesisir.

"Pemantauan kami fokus dan optimalkan pada akhir pekan (weekend), terutama mengawasi anak-anak yang berenang di pantai," katanya.

Cahya memprediksi tingkat kunjungan warga ke objek wisata pantai akan meningkat signifikan selama libur sekolah, terutama pada akhir pekan. Jika akhir pekan di luar musim libur sekolah kunjungan mencapai sekitar 1.000 orang, tapi saat libur sekolah kunjungan diprediksi bisa mencapai di atas 2.000 orang.

"Karena yang berkunjung bukan hanya warga Kota Mataram, tapi juga banyak dari luar kota," katanya.

Terkait dengan itu, dengan keterbatasan personel yang dimiliki Dispar dan BPBD, pihaknya juga mengimbau partisipasi orang tua untuk menjaga anak-anak mereka ketika bermain atau mandi di pantai.

Pengawasan aktif orang tua di pantai, tambahnya, sangat krusial untuk mencegah kecelakaan seperti tenggelam, mengingat lingkungan perairan memiliki risiko tinggi dan anak-anak harus selalu berada dalam jangkauan pandangan orang tua tanpa gangguan.

  • garis pantai
  • Musim Liburan

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.