Pekan Kerajinan Jawa Barat 2026 Sasar Pasar Global Lewat Inovasi Wisata Edukasi

Jumat, 26 Jun 2026, 07:08 WIB

BANDUNG - Ajang Pekan Kerajinan Jawa Barat (PKJB) 2026 menyasar pasar global seiring hadirnya para pembeli dari mancanegara (buyer) pada pameran yang berlangsung di Trans Studio Mall dan Trans Convention Centre, Bandung, 26-28 Juni 2026.

Guna mendongkrak ekspor kriya lokal, pameran edisi ke-19 itu menghadirkan inovasi baru berupa paket wisata edukatif guna menghubungkan investor asing langsung ke basis perajin daerah.

Ket. Foto: Ajang Pekan Kerajinan Jawa Barat (PKJB) 2026 di Bandung. — Sumber: antara foto

Kepala Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Barat (Jabar) Komara Nengsih di Bandung, Kamis (25/6), mengatakan PKJB tahun 2026 mengandalkan dua program unggulan baru, yaitu Pinton Kriya (peragaan interaktif pembuatan kerajinan) dan Saba Kriya.

"Saba Kriya yakni mengajak pengunjung atau calon buyer melakukan trip edukatif ke Jawa Barat, mengenalkan wisata daerah dan workshop di sentra pengrajin," kata Noneng.

Langkah itu, menurut dia, memperkuat suguhan pameran yang mengurasi produk kriya, fesyen, kuliner, serta seni budaya terbaik dari 27 kabupaten/kota.

Setiap daerah diwajibkan mengirimkan tiga produk unggulan teratas yang merepresentasikan potensi wilayahnya, termasuk kreasi terbaru yang ramah selera generasi muda, lanjutnya. 

"Semuanya yang memiliki potensi akan memiliki kesempatan yang sama. Menjadi produk-produk yang memang terbaik yang mewakili kabupaten kotanya," ujar dia.

Komoditas kriya yang dipamerkan menitikberatkan pada tujuh material utama bernilai premium, yakni bambu, kayu, rotan, tekstil, kaca, logam, dan batu, yang beberapa di antaranya telah tersertifikasi lewat penghargaan tingkat nasional.

"Jadi memang produk yang disajikan merupakan yang terbaik sehingga tentu tidak akan mengecewakan pengunjung terutama pembeli. Apalagi pembeli nanti akan hadir dari berbagai kota bukan hanya dari Jabar saja, bahkan ada yang datang dari luar negeri," katanya menambahkan. 

Selain program edukasi dan temu bisnis, PKJB 2026 menyajikan peragaan busana (fashion show) wastra batik harian dan formal yang akan diperagakan langsung oleh jajaran kepala daerah, perwakilan Dekranasda, pimpinan Bank Indonesia, hingga Gubernur Jabar.

Guna mempercepat digitalisasi ekonomi, seluruh transaksi di area pameran diwajibkan menggunakan platform QRIS.

"Melalui PKJB, yang pertama produk kriya Jabar akan semakin dikenal masyarakat karena ini menjadi ajang promosi pelaku usaha. Yang kedua membangun networking dan yang ketiganya tentu saja penjualannya juga akan meningkat," kata Noneng.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.