Kebutuhan Nonberas Dapat Dipecahkan lewat Urban Farming

Jumat, 26 Jun 2026, 09:57 WIB

JAKARTA – Tanaman padi memerlukan keseriusan dan lahan luas. Namun, untuk kebutuhan pendamping beras, dapat dilakukan dalam urban farming.

Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Provinsi Jakarta kembali menggelar Akademi Urban Farming dengan tema ‘Teknologi Budidaya Tanaman Pangan Pendamping Beras’ di Aula MH Thamrin, Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (25/6).

Ket. Foto: urban farming — Sumber: ist

Kegiatan yang diikuti 30 pelaku urban farming di Jakarta ini merupakan bagian dari rangkaian menuju Festival Urban Farming sekaligus upaya meningkatkan wawasan masyarakat mengenai budi daya pertanian perkotaan.

Kepala Bidang Pertanian Dinas KPKP Jakarta, Iwan Indriyanto mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk bimbingan teknis untuk memperluas pengetahuan masyarakat terkait urban farming yang terus berkembang di Jakarta.

“Kami mengadakan acara ini dalam rangka peningkatan wawasan atau pengetahuan masyarakat terkait budi daya atau bercocok tanam urban farming di Jakarta. Ini juga rangkaian menuju Festival Urban Farming,” ujarnya.

Ia menyampaikan, salah satu tujuan utama kegiatan tersebut adalah membuka akses informasi bagi masyarakat mengenai berbagai teknologi pertanian perkotaan yang telah berkembang.

“Dengan demikian, warga dapat memanfaatkan teknologi tersebut untuk mengembangkan kegiatan bercocok tanam meski berada di wilayah dengan keterbatasan lahan,” katanya.

Iwan menjelaskan, pemilihan tema tanaman pangan pendamping beras juga sejalan dengan perhatian Pemerintah Provinsi Jakarta terhadap penguatan ketahanan pangan. “Gubernur saat ini sedang konsen bagaimana tanaman pangan selain beras bisa dimanfaatkan masyarakat untuk ketahanan pangan. Di Jakarta lahannya terbatas, sehingga tanaman pangan selain padi bisa dikembangkan pada ruang-ruang yang terbatas,” jelasnya.

Ia mengatakan, selain mendukung diversifikasi pangan, tema tersebut dipilih sebagai langkah antisipasi terhadap dampak perubahan iklim, termasuk potensi kemarau panjang akibat El Nino.

Iwan berharap gerakan menanam tanaman pangan pendamping beras dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap konsumsi beras sekaligus membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga secara mandiri.

“Minimal tanaman pendamping beras ini bisa mengurangi ketergantungan konsumsi beras bagi masyarakat," tuturnya. Ia menambahkan, antusiasme masyarakat terhadap urban farming terus meningkat seiring masifnya program yang dijalankan Pemprov DKI Jakarta. Diharapkan masyarakat perkotaan semakin banyak yang mengetahui mulai dari budidaya sampai panen dan olahan. “Diharapkan dari hulu hingga hilirnya urban farming ini bisa terus berkembang,” tandasnya.

  • Urban Farming

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.