Pemkot Jayapura Mengajak Masyarakat Adat untuk Melestarikan Bahasa Daerah
Kamis, 25 Jun 2026, 22:24 WIBJayapura - Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua mengajak masyarakat di 10 kampung adat untuk terus melestarikan bahasa daerah agar generasi muda setempat tetap mengenal warisan budaya.
Salah satu cara melestarikannya yaitu melalui kegiatan penyusunan dan penulisan buku cerita rakyat. Contohnya seperti penyusunan dan penulisan buku tentang Port Numbay.
"Bahasa dan budaya masyarakat adat Port Numbay dilestarikan melalui kegiatan penyusunan dan penulisan buku cerita Rakyat Port Numbay yang melibatkan masyarakat adat," kata Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Jayapura Evert Merauje di Jayapura, Kamis.
Hal itu disampaikan dalam kegiatan penyusunan dan penulisan buku cerita Rakyat Port Numbay jilid III.
Menurut Evert, cerita rakyat bukan sekadar kisah turun-temurun tetapi merupakan warisan budaya yang mengandung nilai-nilai luhur, kearifan lokal, identitas budaya, serta sejarah perjalanan masyarakat.
Dia menjelaskan penyusunan buku cerita rakyat merupakan langkah nyata Pemkot Jayapura dalam mengabadikan cerita-cerita yang selama ini diwariskan secara lisan menjadi karya tulis yang dapat terus dijaga, dipelihara, dan diwariskan kepada generasi ke generasi.
"Melalui buku ini kita membangun jembatan yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan. Ini menjadi bukti bahwa Kota Jayapura memiliki kekayaan budaya yang patut dijaga dan dibanggakan," ujarnya.
Dia menambahkan pihaknya berharap kepada tim penyusun agar proses penulisan tidak hanya menghasilkan transkrip cerita tetapi juga melibatkan generasi muda sebagai ilustrator, penerjemah, hingga pengisi audio agar buku menjadi lebih menarik dan mudah dipahami.
"Penyusunan buku ini harus mampu menghadirkan nilai, konteks, dan pesan moral melalui tulisan, gambar, maupun suara," katanya lagi.
Pemkot Jayapura terus mendukung upaya pelestarian bahasa dan budaya daerah, salah satunya melalui buku cerita rakyat yang dapat dimanfaatkan oleh pelajar, pendidik, peneliti, maupun masyarakat luas sebagai sumber pembelajaran sekaligus media penumbuh rasa bangga terhadap warisan budaya.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura Grace Linda Yoku mengatakan penulisan cerita rakyat menjadi salah satu langkah strategis untuk melestarikan bahasa daerah.
"Kami ingin cerita-cerita rakyat yang hidup di seluruh kampung adat dapat terdokumentasi dengan baik sehingga tetap dikenal dan diwariskan dari generasi ke generasi," katanya.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Perang Iran, Wali Kota Malang Berangkat ke Kantor Naik Sepeda
-
Pelatihan Penyembelihan Hewan Kurban di Magelang
-
Pembunuh PM Shinzo Abe Dijatuhi Hukuman Penjara Seumur Hidup
-
Nggak Was-Was Lagi Lewat Manyar Gresik, Kemen PU Jamin Jembatan Baru Kelar Agustus 2026
-
MRT Lagi Gembira, Hari Ini Ultah Memberlakukan Tarif Hanya Rp243
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.