Respons Gempa Sigi, DMC Dompet Dhuafa Operasikan Dapur Umum dan Pos Hangat di Nokilalaki

Selasa, 23 Jun 2026, 12:25 WIB

JAKARTA - Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa terus memperkuat penanganan darurat bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Hingga 19 Juni 2026, lembaga kemanusiaan tersebut masih mengoperasikan dapur umum dan pos hangat untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar para penyintas.

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang terjadi pada 16 Juni 2026 mengakibatkan ribuan warga terdampak dan memicu kerusakan di berbagai wilayah. Berdasarkan data PUSDALOPS-PB Kabupaten Sigi, tercatat tiga orang meninggal dunia, 115 orang mengalami luka-luka, serta 7.821 jiwa terdampak akibat bencana tersebut.

Ket. Foto: Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa terus memperkuat penanganan darurat bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Hingga 19 Juni 2026, lembaga kemanusiaan tersebut masih mengoperasikan dapur umum dan pos hangat untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar para penyintas. — Sumber: Istimewa

Selain korban jiwa dan luka-luka, gempa juga menyebabkan kerusakan pada 2.137 unit rumah dengan tingkat kerusakan yang bervariasi. Kondisi tersebut membuat banyak warga masih bertahan di lokasi pengungsian maupun di halaman rumah karena khawatir terhadap potensi gempa susulan.

Sebagai respons cepat terhadap kondisi di lapangan, DMC Dompet Dhuafa mendirikan dapur umum di Desa Kamarora B, Kecamatan Nokilalaki. Layanan tersebut menyediakan makanan siap saji bagi puluhan warga terdampak sekaligus mendukung kebutuhan relawan yang bertugas selama masa tanggap darurat.

"Sebelum operasional dapur umum dimulai, tim melakukan asesmen kebutuhan dan menemukan bahwa pangan serta air bersih menjadi kebutuhan paling mendesak bagi masyarakat terdampak, khususnya warga Desa Kamarora B," demikian keterangan DMC Dompet Dhuafa dalam laporannya.

Proses penyediaan makanan dilakukan dengan melibatkan masyarakat setempat mulai dari menyiapkan bahan makanan, memasak, hingga mendistribusikan makanan kepada para penyintas. Keterlibatan warga ini menjadi bagian dari upaya memperkuat semangat gotong royong dan solidaritas sosial di tengah situasi darurat.

"Pendirian dapur umum ini merupakan upaya pertama yang kami lakukan untuk membantu warga terdampak sekaligus mendukung relawan yang bertugas di lapangan. Kami berharap dengan tersedianya makanan siap saji, proses pemulihan dan evakuasi dapat berjalan lebih lancar sehingga tim dan masyarakat dapat lebih fokus pada penanganan pascagempa," ujar Staf Program Sosial dan Kebencanaan Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan, Syarif Syamsuddin.

Selain dapur umum, DMC Dompet Dhuafa juga menjalankan layanan pos hangat yang telah menjangkau sekitar 460 penerima manfaat. Operasional kemanusiaan tersebut didukung oleh 10 personel, satu unit ambulans, tiga kendaraan roda dua, serta satu kendaraan roda empat yang digunakan untuk menunjang distribusi bantuan dan mobilitas tim di lapangan.

Kebutuhan mendesak yang masih diperlukan masyarakat meliputi tenda, terpal, selimut, kelambu, logistik makanan, perlengkapan bayi, obat-obatan, hingga pasokan air bersih. Karena itu, DMC Dompet Dhuafa menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi dan memastikan bantuan yang disalurkan sesuai dengan kebutuhan warga terdampak.

Melalui kolaborasi antara relawan dan masyarakat, proses pemulihan pascabencana diharapkan dapat berjalan lebih optimal. DMC Dompet Dhuafa juga menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan kemanusiaan yang cepat, tepat, dan berkelanjutan bagi para penyintas gempa bumi di Sulawesi Tengah.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.