- Home
-
- Megapolitan
-
- Pecinan Glodok Tetap Jadi ...
Pecinan Glodok Tetap Jadi Wisata Unggulan
Senin, 22 Jun 2026, 01:25 WIBJAKARTA â Zaman boleh terus begerak menerjang waktu, pecinan Glodok tetap menjadi salah satu wisata unggulan yang bersejarah. âPecinan Glodok akan terus dirawat untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu lokasi wisata unggulan Ibu Kota,â tandas Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, Minggu (21/6).
Iin menuturkan, salah satu upaya yang dilakukan adalah menggelar festival kuliner malam yang melibatkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Selain itu, juga akan digelar panggung hiburan bernuansa budaya lokal, dengan tetap mempertahankan karakteristik asli Pecinan Glodok.
âPecinan Glodok ini memang sudah menjadi ikon wisata Jakarta. Karena itu, kita terus menjadikan tempat ini lebih nyaman buat para pengunjung. Tentu kita akan pertahankan dari sisi kelestarian, dari ornamennya, dan ciri khasnya,â tukas Iin usai menghadiri festival kuliner di Pecinan Glodok.
Lebih lanjut, dikatakan sebagai langkah awal penataan, Iin fokus mengevaluasi beberapa aspek krusial, mulai dari sistem perparkiran, keamanan hingga kebersihan. Hal itu dilakukan dengan koordinasi lintas sektor terkait dengan melibatkan seluruh komunitas lokal di kawasan tersebut.
Menurut Iin, aktivasi kawasan ini tidak hanya berorientasi pada perpanjangan jam operasional UMKM, melainkan juga menyediakan ruang interaksi sosial bagi masyarakat luas. âTempat ini bukan hanya milik Jakarta Barat, tetapi seluruh warga Jakarta, bahkan luar Jakarta,â tandasnya.
Dia berharap warga bisa hadir menikmati suasana sore hari atau akhir pekan di sini karena kulinernya banyak dan tempatnya nyaman. Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Jakarta Barat, Sherly menambahkan bahwa Pecinan Glodok yang kian bersolek ini juga berkaitan dengan integrasinya dengan Kota Tua di bawah satu payung kawasan wisata.
Dia pun menegaskan bahwa pada dasarnya, Kawasan Kota Tua membentang bukan hanya sekitar area museum sampai dengan Pelabuhan Sunda Kepala. âTapi sampai ke sini, ke Pancoran Glodok,â kata Sherly. Adapun, kata Sherly, integrasi fisik kedua kawasan ikonik ini akan semakin kuat seiring dengan pembangunan proyek transportasi massal MRT Jakarta Fase 2.
âNanti dengan adanya pembangunan MRT fase 2, stasiunnya akan menyambungkan mulai dari kawasan Pecinan ini langsung ke objek wisata Kota Tua. Jadi, rangkaian perjalanan wisatawan nantinya akan menyatu dari sini sampai ke Kota Tua,â tutur Sherly.
Sherly menambahkan, tingginya antusiasme masyarakat terhadap festival kuliner malam ini menjadi modal penting untuk mendorong Pecinan Glodok sebagai destinasi wisata malam, serupa dengan kawasan pecinan ternama di luar negeri. âKita tahu kawasan pecinan di luar negeri seperti Lau Pa Sat di Singapura atau Petaling Street di Kuala Lumpur, hingga Pasar Semawis di Semarang. Jakarta punya potensi yang sebenarnya lebih keren karena di sini ada bangunan yang usianya lebih dari 350 tahun. Potensi historis ini yang akan terus kita dorong dan kembangkan,â pungkas Sherly.
Rasuna Said
Sementara itu, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, yang lama ditumbuhi besi-besi mangkrak, kini lebih asri. Besi-besi tua yang buruk dari sisi estetika itu didiamkan saja oleh para gubernur.
Para gubernur Jakarta dua dekade lalu tak ada yang mampu membersihkan tiang-tiang besi. Kini di era Pramono Anung, besi-besi itu berhasil dibersihkan. Dia meresmikan hasil penataan Jalan HR Rasuna Said. Pramono juga memberi nama baru Halte Transjakarta âSetiabudi Integritas,â Minggu (21/6) pagi.
Peresmian ini menandai berakhirnya keberadaan tiang monorel yang terbengkalai selama sekitar 20 tahun di salah satu koridor utama Jakarta. Penataan kawasan sepanjang 3.800 meter tersebut dimulai Januari 2026 dengan membongkar 109 titik tiang monorel.
Seluruh pekerjaan rampung dalam waktu sekitar lima bulan dan diresmikan sebagai pembuka rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta, 22 Juni.
âRasuna Said telah rampung dan baru saja saya resmikan. Peresmian ini mengawali rangkaian acara menyambut HUT ke-499 Jakarta. Selain itu, juga sebagai upaya menghadirkan infrastruktur yang mendukung mobilitas warga menuju Jakarta sebagai kota global,â ujar Pramono.
Penataan tidak berhenti pada pembongkaran tiang monorel. Pemprov Jakarta juga membenahi ruas, elevasi, dan konsistensi lebar jalan. Kemudian, memperbaiki saluran drainase, menata trotoar dan area hijau. Pemprov juga memasang street furniture, serta memperbarui penerangan jalan umum dan tiang pedestrian.
Pembenahan tersebut membuat kawasan Rasuna Said lebih lapang, rapi, dan nyaman bagi kendaraan. Juga untuk pengguna transportasi umum, pejalan kaki, hingga penyandang disabilitas. Kawasan ini juga telah ditetapkan sebagai lokasi Hari Bebas Kendaraan Bermotor setiap Minggu.
- Pecinan Glodok
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka, Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.