Momentum Perkuat Wisata Dalam Negeri

Senin, 22 Jun 2026, 03:08 WIB

JAKARTA - Masa libur sekolah perlu menjadi momentum penguatan pariwisata nasional untuk mendongkrak pergerakan ekonomi daerah. Oleh karena itu, pemerintah diminta untuk mempersiapkan destinasi yang ada secara menyeluruh guna memastikan keselamatan dan kenyamanan wisatawan, serta menghidupkan kembali perputaran roda ekonomi bagi UMKM setempat.

“Liburan sekolah adalah salah satu momen paling ditunggu dalam kalender ekonomi pariwisata Indonesia. Bukan hanya karena jutaan keluarga mulai merencanakan perjalanan, tapi karena dampaknya yang langsung terasa di lapisan ekonomi paling bawah,” kata Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia di Jakarta, kemarin.

Ket. Foto: Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim usai Kunjungan Kerja Panja di Yayasan Sinema Yogyakarta. Jumat (5/6/2026). — Sumber: Antara

Dia menilai bahwa masa liburan sekolah berbeda dengan libur nasional yang cenderung singkat. Liburan sekolah, kata dia, berlangsung lebih panjang dan mendorong keluarga untuk melakukan perjalanan yang lebih terencana, serta pengeluaran yang lebih besar.

Menurut dia, pasar domestik adalah tulang punggung industri pariwisata, jauh sebelum wisatawan asing masuk hitungan. Maka dari itu, dia pun mengimbau agar UMKM dan bisnis lokal harus jeli membaca peluang.

“Lonjakan mobilitas tentunya tidak hanya terjadi di tempat wisata, tetapi juga memberikan keuntungan bagi ekonomi lokal melalui bisnis kuliner, cenderamata, hingga akomodasi,” katanya.

Selain itu, dia menilai bahwa masa liburan sekolah juga tidak hanya menjadi peluang meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk menunjukkan kualitas pengelolaan destinasi dalam mewujudkan pariwisata Indonesia yang berkualitas dan berkelanjutan.

“Kita bersama harus secara aktif mendorong eksplorasi destinasi dekat yang tetap mampu menghadirkan pengalaman berkesan agar minat wisatawan juga menyebar ke kota-kota sekunder yang memiliki potensi wisata alam dan budaya otentik,” katanya.

Diskon Tarif

Terpisah, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyatakan pemerintah kembali memberikan diskon tarif lintas moda transportasi selama libur sekolah 2026 guna meningkatkan mobilitas dan daya beli masyarakat, mendukung pariwisata, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Sesuai arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, untuk menjaga daya beli masyarakat dan pengendalian harga, pemerintah kembali menerapkan kebijakan diskon tarif transportasi pada periode libur sekolah 2026 serta libur Natal dan tahun baru 2026/2027,” kata Menhub di Jakarta, Sabtu (20/6).

Dia mengatakan, kebijakan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan transportasi yang selamat, aman, serta nyaman, yang juga dapat diakses masyarakat selama periode peningkatan mobilitas.

Dudy menuturkan lewat kebijakan tersebut diharapkan dapat meringankan biaya perjalanan masyarakat, serta mendorong peningkatan pergerakan orang dan aktivitas ekonomi selama periode liburan.

Menurut dia kebijakan itu merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk bepergian dengan biaya yang lebih terjangkau. “Kami berharap insentif ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat, sekaligus memberikan dampak positif bagi sektor transportasi, pariwisata, serta perekonomian nasional,” ujar Menhub.

Kebijakan diskon tarif transportasi pada periode libur sekolah 2026 meliputi diskon 30 persen untuk semua lintas pelayanan kereta api komersial kelas ekonomi pada 20 Juni sampai 5 Juli 2026, diskon 30 persen untuk seluruh ruas trayek kapal laut penumpang kelas ekonomi pada 20 Juni sampai 15 Agustus 2026.

Kemudian diskon 100 persen tarif jasa kepelabuhan untuk penumpang pejalan kaki, kendaraan golongan II dan IVA, serta 14 pelabuhan (7 lintasan) angkutan penyeberangan pada 20 Juni sampai 5 Juli 2026.

Selain itu diskon 100 persen Pajak Pertambahan Nilai Di Tanggung Pemerintah (PPN DTP) pesawat udara berjadwal kelas ekonomi pada 24 Juni sampai 5 Juli 2026. Adapun lintas angkutan penyeberangan yang mendapat tarif diskon antara lain lintasan Merak-Bakauheni, Ketapang-Gilimanuk, Lembar-Padangbai, Kayangan-Pototano, Tanjung Uban-Telaga Punggur, Ajibata-Ambarita, serta Sape-Labuan Bajo.

Sementara itu, PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports memproyeksikan trafik pergerakan penumpang di 37 bandara udara yang dikelolanya ada sebanyak 5,46 juta orang selama periode masa libur sekolah pada 29 Juni hingga 11 Juli 2026.

Direktur Utama InJourney Airports Mohammad R Pahlevi mengatakan bahwa sejalan dengan naiknya jumlah penumpang sekitar 9,72 persen, juga diprediksi jumlah penerbangan menyentuh sekitar 41 ribu atau tumbuh 6,25 persen. “Saat masa libur sekolah yakni 29 Juni - 11 Juli 2026 diperkirakan mencapai 5,46 juta penumpang atau meningkat sekitar 9,72% dibandingkan dengan hari normal 2026,” katanya pula.

Ia mengatakan, dari proyeksi peningkatan jumlah penumpang penerbangan ini, sejumlah rencana operasi telah disiapkan dalam mengantisipasi peningkatan lalu lintas penerbangan di antaranya melalui pengaturan slot time, pergerakan pesawat di bandara, hingga kesiapan seluruh personel termasuk petugas Aviation Security (Avsec). Ant/S-2

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.