UMKM Bantul Tumbuh Pesat, Jadi Daerah dengan Pertumbuhan Pelaku Usaha Tertinggi di DIY

Sabtu, 20 Jun 2026, 19:45 WIB

Yogyakarta – Bupati Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Abdul Halim Muslih, mengatakan Kabupaten Bantul menjadi salah satu daerah dengan pertumbuhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang relatif tinggi berdasarkan laporan Bank Indonesia.

“Warga Bantul sangat kreatif, sehingga mendorong pertumbuhan jumlah pelaku UMKM,” kata Halim di Yogyakarta, Sabtu (20/6).

Ket. Foto: Bupati Bantul Abdul Halim Muslih saat ditemui di Kompleks Kantor Pemkab Bantul, Yogyakarta, Kamis (18/6). — Sumber: Antara

Menurut dia, jenis usaha yang berkembang di Bantul sangat beragam, mulai dari sektor ekonomi kreatif seperti kerajinan dan mebel hingga usaha pengolahan pangan. Pertumbuhan jumlah pelaku UMKM tersebut turut memberikan dampak positif terhadap peningkatan omzet usaha, aset, serta penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Halim mengungkapkan Bantul saat ini menjadi daerah dengan penyaluran KUR terbesar kedua di Daerah Istimewa Yogyakarta. Tingginya jumlah pelaku usaha yang memanfaatkan KUR menunjukkan adanya pertumbuhan aktivitas ekonomi dan akses pembiayaan yang semakin baik di wilayah tersebut.

“Bantul termasuk terbesar kedua untuk penyaluran KUR se-DIY,” ujarnya.

Selain itu, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) pada program KUR di Bantul juga tercatat rendah. Kondisi tersebut menunjukkan mayoritas pelaku UMKM mampu memenuhi kewajiban pembayaran kreditnya dengan baik.

“Artinya mereka bisa menyicil tagihan kredit dengan lancar,” kata Halim.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Neraca Wilayah dan Analis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, Kusriatmi, menjelaskan jumlah usaha di Bantul terus mengalami peningkatan dalam satu dekade terakhir. Berdasarkan pendataan BPS, jumlah usaha di Bantul yang pada 2006 tercatat lebih dari 100 ribu unit meningkat menjadi sekitar 140 ribu unit pada 2016.

“Peningkatan jumlah usaha di Bantul pada 2006 hingga 2016 mencapai 39,15 persen,” kata Kusriatmi.

Menurut dia, kenaikan tersebut mencerminkan berkembangnya aktivitas ekonomi dan ekosistem kewirausahaan masyarakat Bantul dari tahun ke tahun.

“Ini menunjukkan adanya aktivitas ekonomi dan kewirausahaan masyarakat yang berkembang,” ujarnya.

Berdasarkan hasil sensus ekonomi 2016, sebanyak 99,10 persen usaha di Bantul tergolong usaha mikro dan kecil, sedangkan sisanya merupakan usaha menengah dan besar. Adapun sektor usaha yang mendominasi meliputi perdagangan, industri pengolahan, akomodasi, serta usaha makanan dan minuman.

“Jenis usaha yang mendominasi adalah perdagangan, industri pengolahan, akomodasi, serta makan dan minum,” kata Kusriatmi.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.