PLN: Dua PLTU di Jawa Alami Gangguan, Mati Listrik Bergilir Terjadi Lagi!
Sabtu, 20 Jun 2026, 23:05 WIBJAKARTA - Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengungkapkan dua pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Pulau Jawa mengalami gangguan teknis yang menyebabkan pemadaman bergilir di Pulau Jawa.
âKami menghadapi tantangan, ada kendala teknis di dua pembangkit besar di Pulau Jawa yang dimiliki dan dioperasikan oleh mitra kami,â ujar Darmawan dalam rekaman suaranya yang telah dikonfirmasi wartawan ke PLN di Jakarta, Sabtu.
Darmawan menyampaikan bahwa gangguan teknis yang dialami oleh pembangkit Independent Power Producer (IPP), menyebabkan kedua pembangkit tersebut keluar dari sistem kelistrikan di Pulau Jawa.
Terkait kendala tersebut, tutur Darmawan, PLN bersama mitra pembangkit listriknya mengerahkan tim untuk perbaikan dua PLTU besar tersebut.
Dengan demikian, Darmawan berharap perbaikan dua PLTU tersebut bisa berjalan dengan cepat dan lancar, sehingga kedua pembangkit tersebut bisa segera pulih dan kembali memasok listrik ke sistem kelistrikan di Pulau Jawa.
âSekali lagi, kami mohon maaf sebesar-besarnya atas adanya gangguan yang mengakibatkan pemadaman bergilir di Pulau Jawa,â ucap dia.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan seluruh pihak yang telah membantu PLN dalam proses perbaikan sistem kelistrikan di Pulau Jawa.
Pemadaman listrik bergilir terjadi di sejumlah wilayah sejak awal Juni 2026. Berdasarkan pantauan wartawan, sejumlah wilayah di Jawa Timur khususnya Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik seringkali mengalami mati listrik sejak pekan lalu dengan waktu berbeda-beda.
Beberapa wilayah tersebut mengalami mati listrik secara tiba-tiba selama dua hingga lima jam dalam sehari. Bahkan pekan lalu beberapa jalan protokol di Surabaya juga mengalami mati listrik berjam-jam sampai malam hari sehingga cukup berbahaya bagi pengendara.
Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN Gregorius Adi Trianto mengatakan untuk menjaga keandalan pasokan listrik kepada pelanggan, PLN melakukan manajemen beban secara terbatas dan terukur di sejumlah wilayah.
âManajemen beban ini bersifat sementara dan akan segera dihentikan secara bertahap seiring dengan membaiknya kondisi pasokan sistem,â kata Greg. Ant
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
BPJS TK Cikarang Dorong Pekerja Informal Manfaatkan Diskon Iuran
-
KA Progo Bisa Jadi Pilihan, Perjalanan Weekend Yogya–Jakarta Terasa Lebih Nyaman
-
Jatim Jadi Benteng Pangan RI: 38 Kabupaten Tanam Serentak Cegah Defisit Beras
-
Phoenix Suns Singkirkan Golden State Warriors
-
Tiket Kereta Final Piala Dunia Tembus 2,4 Juta Rupiah, Fans Sebut “Tidak Masuk Akal”
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.