Lima Hal yang Jadi Sorotan dari Pekan Pertama Piala Dunia 2026: Messi Bersinar, Kejutan Tanjung Verde, dan Stadion Penuh
Jumat, 19 Jun 2026, 00:10 WIBLOS ANGELES â Putaran pertama pertandingan Piala Dunia 2026 menghadirkan berbagai cerita menarik. Mulai dari aksi gemilang Lionel Messi yang kembali menunjukkan kelasnya, kejutan besar dari Tanjung Verde yang menahan Spanyol, hingga stadion-stadion yang tetap dipenuhi penonton meski harga tiket menjadi sorotan.
Berikut beberapa hal penting yang terjadi pada putaran pertama Piala Dunia 2026.
Messi Masih Punya Sihir
Perjalanan panjang Lionel Messi di Piala Dunia sempat dianggap mencapai akhir sempurna ketika ia membawa Argentina menjadi juara di Qatar empat tahun lalu.
Namun, menjelang usia 39 tahun, sang kapten Argentina ternyata belum kehilangan sentuhan magisnya.
Messi tampil luar biasa di Kansas City dengan mencetak hat-trick yang membawa Argentina menang atas Aljazair. Tiga gol tersebut, dua tembakan keras dan satu penyelesaian khas seorang pencetak gol ulung, membuat Messi menyamai rekor gol sepanjang masa Piala Dunia milik Miroslav Klose dengan koleksi 16 gol.
Bintang Prancis Kylian Mbappe hanya tertinggal dua gol dari catatan tersebut. "Pada akhirnya, itu hanya statistik dan tidak lebih," kata Messi setelah pertandingan.
Namun, angka-angka itu tetap menggambarkan konsistensi luar biasa seorang pemain yang terus memukau dunia. Menghadapi Austria pada hari Senin, Messi berpeluang memecahkan rekor tersebut sekaligus memperkuat statusnya sebagai salah satu pemain terbesar sepanjang sejarah sepak bola.
Ronaldo Kesulitan di Panggung Besar
Berbeda dengan Messi, Cristiano Ronaldo mengalami awal yang sulit bersama Portugal.
Setelah Erling Haaland dan Mbappe mencetak dua gol dalam laga pembuka masing-masing, serta Messi mengukir hat-trick, Ronaldo gagal memberi dampak besar ketika Portugal menghadapi Republik Demokratik Kongo.
Dalam penampilan Piala Dunia keenamnya, Ronaldo lebih banyak menjadi penonton saat Portugal hanya bermain imbang 1-1 di Houston.
Pemain berusia 41 tahun itu hanya mencatat 25 sentuhan bolaâjumlah terendahnya dalam pertandingan penuh bersama Portugal di turnamen besar.
Lebih mengkhawatirkan, Ronaldo kini telah melewati 10 pertandingan beruntun di turnamen besar tanpa mencetak gol.
Pelatih Roberto Martinez kini menghadapi keputusan sulit: apakah tetap mempercayai pemain yang memiliki salah satu karier paling luar biasa dalam sejarah sepak bola, atau mulai mencari opsi baru.
Tanjung Verde Buktikan Tim Kecil Buat Kejutan
Salah satu momen paling emosional di putaran pertama datang dari Tanjung Verde.
Kiper Vozinha menangis haru setelah rekan-rekannya memeluknya usai Tanjung Verde berhasil menahan juara Eropa Spanyol dengan skor 0-0.
Negara kepulauan dengan populasi sedikit di atas 500 ribu jiwa itu tampil disiplin dan berani dalam debut mereka di Piala Dunia.
Spanyol diprediksi menang mudah di Atlanta, tetapi mereka justru frustrasi menghadapi pertahanan Tanjung Verde serta penampilan luar biasa Vozinha yang berusia 40 tahun.
Hasil ini juga menjadi jawaban bagi para pengkritik format 48 tim Piala Dunia. Sebelumnya, format baru tersebut mendapat kritik karena dianggap akan menghasilkan terlalu banyak pertandingan yang tidak menarik.
Namun, Tanjung Verde justru membuktikan bahwa tim debutan bisa menghadirkan kejutan besar.
Bahkan, aksi Vozinha membuat popularitasnya melonjak drastis. Dari sekitar 50 ribu pengikut Instagram sebelum laga, jumlah tersebut meningkat hingga hampir 13 juta.
Stadion Tetap Penuh Meski Tiket Mahal
Kekhawatiran bahwa harga tiket tinggi akan mengurangi minat penonton tampaknya tidak terbukti.
Levi's Stadium di Santa Clara, yang tahun ini menjadi tuan rumah Super Bowl, terlihat hampir penuh ketika Austria menghadapi Yordania, pertandingan yang secara teori bukan laga menarik.
FIFA mencatat jumlah penonton mencapai 68.527 orang. Pada hari yang sama, total 281.223 penggemar hadir di stadion-stadion Piala Dunia, melewati rekor satu hari sebelumnya yaitu 277.070 penonton pada Piala Dunia 1994. Antusiasme publik tetap menjadi salah satu cerita utama turnamen ini.
Wasit Lebih Bijak Keluarkan Kartu Merah
Dalam dua edisi Piala Dunia terakhir, 2018 dan 2022, hanya ada empat kartu merah di masing-masing turnamen.
Awalnya, Piala Dunia 2026 tampak akan menghasilkan banyak kartu merah setelah laga pembuka antara Meksiko dan Afrika Selatan menghasilkan tiga pemain diusir.
Meksiko menang 2-0 dalam pertandingan yang berakhir dengan 10 pemain melawan sembilan pemain.
Namun, setelah pertandingan tersebut, situasi berubah. Dalam 23 pertandingan berikutnya, tidak ada satu pun pemain yang menerima kartu merah.
Hal itu menunjukkan bahwa para wasit mulai lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan besar di lapangan.
Putaran pertama Piala Dunia 2026 langsung menghadirkan banyak cerita: legenda lama masih bersinar, bintang besar mengalami kesulitan, tim debutan membuat kejutan, dan atmosfer turnamen tetap luar biasa. Jika awal turnamen menjadi gambaran, Piala Dunia kali ini berpotensi menghadirkan drama besar hingga pertandingan terakhir.
- Lionel Messi
- tanjung verde
- Piala Dunia 2026
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Ancelotti Bawa Harapan Baru, Brasil Uji Kekuatan Maroko di Laga Perdana Piala Dunia 2026
-
Meriahkan Piala Dunia 2026, Warga Ambon Diajak Nobar Bersama di Mapolresta
-
Uruguay Tertahan Perlawanan Gigih Arab Saudi, Persaingan Grup H Piala Dunia 2026 Makin Terbuka
-
Inggris Tutup Persiapan Piala Dunia 2026 Lawan Kosta Rika, Tuchel Cari Formula Terbaik
-
Pantai Gading vs Ekuador: Pertarungan Dua Kekuatan yang Memburu Tiket 16 Besar Piala Dunia 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.