Qatar Andalkan Serangan Balik Hadapi Kanada

Kamis, 18 Jun 2026, 06:22 WIB

VANCOUVER - Dua tim yang sama-sama memburu kemenangan pertama di Piala Dunia 2026 akan saling berhadapan dalam laga Grup B, Jumat (19/6) pagi WIB. Tuan rumah bersama Kanada menjamu Qatar di Stadion BC Place, Vancouver, dalam pertandingan yang diprediksi berlangsung ketat.

Kedua negara sama-sama mengawali turnamen dengan hasil imbang setelah bangkit dari ketertinggalan. Kanada bermain 1-1 melawan Bosnia dan Herzegovina di Toronto. Sedangkan Qatar meraih hasil serupa saat menghadapi Swiss di California. Hasil itu membuat seluruh tim di Grup B sama-sama mengoleksi satu poin setelah pertandingan pertama.

Ket. Foto: Penyerang Kanada, Jonathan David dan Penyerang Qata , Akram Afif. — Sumber: Geoff Robins/KARIM JAAFAR/AFP

Bagi Kanada, Piala Dunia kali ini menghadirkan tekanan berbeda. Untuk pertama kalinya mereka datang dengan ekspektasi besar sebagai tuan rumah bersama. Namun, beban tersebut justru terlihat memengaruhi permainan anak asuh Jesse Marsch di laga pembuka.

Kanada tampak tegang dan kurang nyaman dalam waktu cukup lama, terutama ketika memasuki sepertiga akhir lapangan. Sentuhan akhir dan umpan terakhir mereka sering kehilangan kualitas sehingga peluang yang tercipta tidak maksimal.

Marsch, pelatih asal Amerika Serikat yang mencatat sejarah sebagai pelatih pertama dari negaranya yang menangani tim nasional lain di putaran final Piala Dunia, kini menghadapi keputusan penting jelang pertandingan melawan Qatar. Salah satunya adalah kondisi kapten sekaligus bintang utama mereka, Alphonso Davies.

Pemain yang menjadi salah satu produk terbaik sepak bola Kanada itu absen di laga pertama karena cedera hamstring. Namun, kehadirannya melawan Qatar bisa menjadi faktor penting bagi tim yang membutuhkan pengalaman menghadapi pertandingan besar.

Di sisi lain, Qatar datang dengan modal kepercayaan diri setelah menunjukkan mental bertanding kuat di laga perdana. Tim berjuluk The Maroon itu terus menekan hingga akhir pertandingan melawan Swiss dan akhirnya mendapatkan gol penyama kedudukan pada menit keempat masa tambahan waktu.

Gol tersebut menjadi salah satu gol paling akhir yang pernah tercipta dalam fase grup Piala Dunia. Dua gol Qatar sepanjang sejarah turnamen ini juga semuanya lahir di babak kedua.

Pelatih Qatar, Julen Lopetegui, menghadapi tekanan besar karena timnya sebelumnya dianggap memiliki peluang paling kecil untuk lolos dari Grup B. Namun, Qatar mampu bertahan dalam pertandingan sulit melawan Swiss, meski lawan mencatat 10 tembakan tepat sasaran.

Hasil imbang itu menjadi langkah awal positif setelah penampilan mengecewakan mereka di Piala Dunia 2022, ketika Qatar sebagai tuan rumah tersingkir di fase grup tanpa poin. Kini mereka sudah memperbaiki catatan tersebut.

Meski demikian, Qatar masih membawa catatan kurang baik. Mereka belum menang dalam tujuh pertandingan terakhir dan selalu mencetak maksimal satu gol dalam setiap laga tersebut.

Menghadapi Kanada, juara Asia dua kali beruntun itu memburu kemenangan pertama atas tim dari zona CONCACAF sejak mengalahkan Meksiko 1-0 di fase grup Piala Emas 2023. Itu juga menjadi kemenangan terakhir mereka di wilayah Amerika Utara.

Gelandang Qatar, Karim Boudiaf, menegaskan timnya siap menghadapi tekanan bermain melawan tuan rumah. “Kami mempersiapkan pertandingan melawan Kanada dengan sangat baik. Kami memahami betapa pentingnya laga ini bagi perjalanan kami di turnamen,” ujar Boudiaf kepada media Qatar.

“Kami tahu pertandingan ini tidak akan mudah. Kanada memiliki pemain berkualitas, bermain di kandang sendiri, dan mendapat dukungan suporter. Namun, kami juga memiliki ambisi besar untuk memberikan yang terbaik dan meraih hasil positif,” tambahnya.

Menurut Boudiaf, hasil imbang melawan Swiss memberikan dorongan moral bagi tim. “Kami akan memasuki pertandingan dengan fokus tinggi dan semangat besar setelah hasil pada laga pertama. Tujuan kami jelas, membawa pulang hasil positif agar lebih percaya diri melanjutkan turnamen,” katanya.

Dengan sebagian besar pemain berasal dari kompetisi domestik, Qatar telah membangun kekompakan yang membuat mereka menjadi salah satu kekuatan utama Asia. Mereka juga tidak lagi menghadapi sorotan sebesar ketika menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022.

Namun, keberhasilan meraih dua gelar Piala Asia terakhir membuat standar Qatar meningkat. Mereka kini datang bukan hanya untuk berpartisipasi, tetapi berharap bersaing hingga fase gugur.

Kondisi Tim

Dari sisi susunan pemain, Kanada masih menunggu perkembangan kondisi Alphonso Davies. Bek Moise Bombito juga diragukan tampil karena cedera tulang kering kiri. Sementara itu, Cyle Larin mencetak gol penyama kedudukan melawan Bosnia setelah masuk menggantikan Tani Oluwaseyi diharap tetap bisa tampil. Jonathan Osorio menjadi pemain Kanada dengan jumlah penampilan terbanyak kedua sepanjang sejarah, masing-masing 91 laga.

Bagi Qatar, pertandingan ini juga menjadi momen penting bagi Pedro Miguel atau Ro-Ro yang mencatat penampilan ke-100 bersama tim nasional pada laga pembuka. Akram Afif, pencetak gol terbanyak Piala Asia 2023, masih menunggu gol pertamanya di Piala Dunia.

Penjaga gawang Qatar, Mahmoud Abunada, menjadi salah satu pahlawan saat melawan Swiss setelah melakukan sembilan penyelamatan penting. Sementara gol bunuh diri Miro Muheim menyelamatkan Qatar dari kekalahan. ben/AFP/G-1

Perkiraan Formas

Kanada 4-4-2

Crepeau

Johnston, De Fougerolles, Cornelius, Laryea

Buchanan, Eustaquio, Kone, Millar

J. David, Larin

Qatar 4-2-3-1

Abunada

Al-Oui, Miguel, Khoukhi, H. Ahmed

Gaber, Laye

Junior, Madibo, Afif

Ali

  • Qatar
  • Kanada

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.