Pembayaran Digital Melonjak 28%, Perilaku Konsumen Berubah Cepat

Kamis, 18 Jun 2026, 18:45 WIB

JAKARTA – Pembayaran digital semakin menjadi tulang punggung sistem transaksi modern karena menawarkan efisiensi, kecepatan, dan keamanan yang lebih tinggi dibandingkan metode konvensional.

Adopsinya yang terus meningkat didorong oleh perluasan infrastruktur digital, pertumbuhan e-commerce, serta perubahan perilaku konsumen yang semakin mengutamakan kemudahan transaksi.

Ket. Foto: Pelanggan sedang membayar minuman via transaksi digital menggunakan fitur QRIS, di Palembang, Sumsel. — Sumber: ANTARA/ Ahmad Rafli Baiduri.

Namun, perkembangan ini juga menuntut penguatan sistem keamanan siber, perlindungan data, dan inklusi keuangan agar manfaat pembayaran digital dapat dirasakan secara merata di seluruh lapisan masyarakat.

Bank Indonesia (BI) mencatat volume transaksi pembayaran digital mencapai 5,22 miliar transaksi pada Mei 2026, atau tumbuh 28,14 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Gubernur BI Perry Warjiyo merinci, pertumbuhan tersebut didukung oleh semakin luasnya akseptasi pembayaran digital di masyarakat. Volume transaksi melalui aplikasi mobile dan internet masing-masing tumbuh 26,16 persen dan 15,51 persen (yoy), sementara transaksi melalui QRIS melonjak 95,10 persen (yoy).

"Kinerja positif tersebut didukung oleh peningkatan jumlah pengguna dan merchant," kata Perry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Jakarta, Kamis (18/6).

Dari sisi infrastruktur, volume transaksi ritel yang diproses melalui BI-FAST mencapai 518 juta transaksi atau tumbuh 31,63 persen (yoy), dengan nilai transaksi sebesar Rp1.265 triliun pada Mei 2026.

Sementara, volume transaksi bernilai besar yang diproses melalui BI-RTGS tercatat 0,78 juta transaksi atau tumbuh 1,98 persen (yoy). Nilai transaksi BI-RTGS meningkat 8,08 persen (yoy) menjadi Rp15.618 triliun.

Kemudian pada pengelolaan uang rupiah, Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) tumbuh 15,80 persen (yoy) menjadi Rp1.324 triliun pada Mei 2026.

Lebih lanjut, Perry mengatakan stabilitas sistem pembayaran nasional tetap terjaga, didukung oleh infrastruktur yang andal serta struktur industri yang sehat. Hal itu tercermin dari kelancaran penyelenggaraan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (SPBI), sistem pembayaran industri yang berjalan lancar, serta kecukupan pasokan uang rupiah di seluruh wilayah Indonesia.

Selain itu, interkoneksi antarpelaku industri sistem pembayaran terus menguat dan mendorong perluasan ekosistem ekonomi dan keuangan digital.

“Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat struktur industri sistem pembayaran, khususnya pada aspek manajemen risiko dan keandalan infrastruktur teknologi pelaku industri, sejalan dengan implementasi Peraturan Bank Indonesia Nomor 10 Tahun 2025 tentang Pengaturan Industri Sistem Pembayaran (PBI PISP),” jelas Perry.

Sebagai bank sentral, Bank Indonesia juga memastikan akan terus menjaga ketersediaan uang rupiah dalam jumlah yang cukup dengan kualitas yang layak edar di seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T).

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Herdman Siapkan Wajah Baru Hadapi Timor Leste

IMF: Ekonomi Arab Saudi Tetap Tangguh di Tengah Perang Timur Tengah, Selat Hormuz Masih Jadi Ancaman

Intelejen Rencana Serangan ke Gunung Pickaxe Iran Bocor ke Publik, Trump Kesal pada Netanyahu - Picu Ketegangan Baru AS-Israel

Cegah Gagal Panen, Aceh Besar Percepat Pompanisasi di Sawah Terdampak Kekeringan.

Menekraf Libatkan 1.230 Talenta Muda dalam Ekspedisi Patriot 2026 untuk Petakan Potensi Ekonomi Kreatif Transmigrasi

Pamong Praja Muda IPDN Dilantik, Siap Mengabdi di Seluruh Indonesia Termasuk Wilayah 3T

LRT Jakarta Fase 1B Ditargetkan Rampung dan Diresmikan pada Agustus 2026

Janji Juara Piala Dunia Ditepati, Cucurella Bikin Tato Wajah Luis de la Fuente

Penyaluran Minyak Tanah di Mimika Jadi Sorotan, Disperindag Libatkan Masyarakat untuk Pengawasan.

Dinas Pertanian Ungkap Dampak Kekeringan di Tulungagung, Sawah Masih Bisa Diselamatkan.

Jangan Tahan Ijazah Mantan Karyawan, KemenHAM Jateng Beri Imbauan ke Perusahaan.

Perang Iran Hari ke-153: Apa Saja yang Terjadi?

Bangun Desa Wisata, Jayapura Optimistis Pariwisata Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah.

Berau Jadi Pilot Project Protein Ikan Murah untuk Tekan Stunting di Kalimantan Timur.

Ilmuwan Temukan Spesies Dinosaurus Baru Berusia 210 Juta Tahun di Zimbabwe, Ungkap Misteri Evolusi Afrika

KemenHAM Jateng: Perusahaan yang Menahan Ijazah Mantan Karyawan Berpotensi Langgar HAM

Tak Perlu ke Kecamatan, Pelajar Bekasi Kini Bisa Rekam KTP Elektronik Langsung di Sekolah Lewat Program Kampus 17

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.