Berau Jadi Pilot Project Protein Ikan Murah untuk Tekan Stunting di Kalimantan Timur.
Kamis, 30 Jul 2026, 05:42 WIBPemerintah Provinsi Kalimantan Timur menjadikan Kabupaten Berau sebagai wilayah pilot project atau proyek percontohan penyediaan protein ikan murah berbasis komoditas lokal untuk menekan angka stunting di provinsi berjuluk Bumi Etam itu.
Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud, di Berau, Rabu, mengatakan penurunan angka stunting dapat dicapai secara efektif melalui pemenuhan gizi keluarga dengan memanfaatkan potensi ikan yang melimpah serta penyediaan pangan yang terjangkau bagi seluruh masyarakat.
"Berau jadi pilot project untuk penyediaan protein tinggi yang terjangkau melalui pasar ikan murah. Semoga langkah ini segera diikuti oleh kabupaten dan kota lainnya," ujar Rudy Mas'ud saat berada di Berau.
Rudy menegaskan Kaltim memiliki potensi perikanan laut maupun perairan darat yang sangat kaya. Sayangnya, potensi besar ini belum sepenuhnya termanfaatkan secara optimal bagi masyararakat.
Melalui kolaborasi dengan kebijakan kepala daerah, seperti Bupati Berau Sri Juniarsih Mas, Pemprov Kaltim berkomitmen memastikan produk perikanan tidak hanya menjadi komoditas ekonomi semata.
"Produk perikanan kita harus bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak demi mencegah stunting," katanya.
Ia menambahkan, ikan merupakan sumber protein hewani krusial untuk tumbuh kembang anak serta mencegah fetal growth restriction (gangguan pertumbuhan janin).
Kandungan gizi ikan lokal dinilai tidak kalah dari bahan pangan impor, namun dengan harga yang jauh lebih terjangkau.
Untuk memaksimalkan program ini, Gubernur Rudy meminta para kepala daerah dan perangkat daerah Pemprov Kaltim memperluas gerakan gemar makan ikan.
Edukasi gizi harus menyasar posyandu, sekolah, hingga komunitas ibu rumah tangga. Selain itu, pengembangan produk olahan ikan berbasis UMKM lokal perlu digenjot agar anak-anak lebih tertarik mengonsumsi ikan.
"Dinas terkait harus bersinergi memastikan pasokan ikan segar dan pangan murah ini menjangkau wilayah pedalaman hingga pesisir terpencil," katanya.
Selain sektor perikanan, Pemprov Kaltim juga rutin menggelar gerakan pangan murah dan operasi pasar terpadu di kawasan padat penduduk serta wilayah rentan gizi.
Melalui program ini, masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok berkualitas seperti beras, telur, minyak goreng, dan sayuran dengan harga di bawah pasar.
- program stunting Berau
Redaktur: Yebdi Trismar
Penulis: Yebdi Trismar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.