Dinas Pertanian Ungkap Dampak Kekeringan di Tulungagung, Sawah Masih Bisa Diselamatkan.
Kamis, 30 Jul 2026, 05:53 WIBDinas Pertanian Tulungagung, Jawa Timur mencatat 11 hektare tanaman padi terdampak kekeringan selama musim kemarau, namun seluruh lahan masih dapat diselamatkan sehingga belum terjadi gagal panen.
Kepala Dinas Pertanian Tulungagung Suyanto, Rabu, mengatakan, kekeringan mulai dilaporkan terjadi pada lahan pertanian padi sejak Juni 2026 di Kecamatan Pakel.
"Laporan pertama kami terima pada Juni dengan luas terdampak sekitar tujuh hektare di Kecamatan Pakel," katanya.
Ia menjelaskan lahan terdampak berada di Desa Ngebong seluas dua hektare dan Desa Suwaluh seluas lima hektare.
Memasuki awal Juli, kekeringan juga terjadi di Kecamatan Campurdarat, tepatnya di Desa Pelem dan Desa Wates dengan total luas terdampak empat hektare.
"Total lahan tanaman padi yang terdampak kekeringan hingga saat ini mencapai 11 hektare," ujarnya.
Menurut Suyanto, dampak kekeringan di Kecamatan Pakel telah diatasi melalui bantuan pompanisasi sehingga tanaman padi dapat dipertahankan.
Sementara itu, penanganan di Kecamatan Campurdarat masih berlangsung untuk mencegah kerusakan tanaman semakin meluas.
Ia memastikan hingga kini tidak ada laporan tanaman padi mengalami puso atau gagal panen akibat kekeringan.
Dispertan juga memetakan sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan selama musim kemarau, terutama di kawasan perbukitan seperti Kecamatan Tanggunggunung, Pucanglaban, Sendang, dan Pagerwojo.
Di wilayah tersebut, petani umumnya mulai mengurangi penanaman padi dan beralih ke tanaman jagung sebagai langkah antisipasi keterbatasan air selama musim kemarau.
Redaktur: Yebdi Trismar
Penulis: Yebdi Trismar
Berita Terkait:
-
Prancis Konfirmasi Kasus Ebola Pertama, Dokter yang Pernah Bekerja di Kongo
-
Quality Time Keluarga Jadi Tren Liburan Sekolah, Industri Es Krim Hadirkan Beragam Pilihan
-
Dari Racikan Tradisional ke Bisnis Modern, Pemkot Cirebon Genjot Usaha Kreatif Berbasis Jamu
-
Kemendikdasmen Jamin SPMB Berjalan Terbuka, Transparan, dan Inklusif
-
Eddy Soeparno Tegaskan Komitmen Pemerintah soal Transisi Energi dan Aksi Iklim Prioritas Pembangunan Nasional
-
Komut Pertamina Mochamad Iriawan Tinjau Fasilitas RS IHC Perkebunan Jember Klinik
-
RI Eksportir Minyak Atsiri No.5 Dunia, Nilam Jadi Andalan Tembus Industri Kosmetik & Farmasi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.