Krisis Ganda di Kongo: Diintai Maut Ebola, Konflik Bersenjata Makin Membara

Kamis, 18 Jun 2026, 22:50 WIB

NEW YORK - Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), Rabu (17/6), menyatakan kelompok-kelompok bersenjata menyebabkan gangguan terhadap upaya penanganan Ebola di Republik Demokratik (RD) Kongo bagian timur.

OCHA menyebut beberapa kelompok bahkan sempat menahan petugas bantuan kemanusiaan,

Ket. Foto: — Sumber: AFP/Jospin Mwisha

Mereka memaparkan, lima petugas tanggap darurat sempat ditahan sebentar, Selasa (16/6), oleh kelompok bersenjata di Provinsi Ituri, episentrum wabah Ebola saat ini yang menyumbang lebih dari 90 persen dari keseluruhan kasus terkonfirmasi.

OCHA menambahkan, akses bantuan di Provinsi Kivu Selatan masih sangat terbatas di beberapa daerah karena pertempuran terus memaksa warga sipil untuk mengungsi. Hampir 20.000 orang terpaksa meninggalkan rumah mereka pada Senin (15/6), menyusul bentrokan di wilayah Mwenga dan Shabunda.

Keluarga yang mengungsi saat ini membutuhkan bantuan makanan, tempat tinggal, perawatan kesehatan, air minum layak konsumsi, dan perlindungan.

Sementara itu, di wilayah Fizi, akses kemanusiaan juga masih berada di bawah tekanan karena gangguan kelompok bersenjata berulang kali terjadi dan terus mengancam pengiriman bantuan maupun keselamatan para pekerja kemanusiaan, sebut OCHA.

Di Kivu Selatan saja, antara Januari hingga Mei, tercatat sedikitnya 57 insiden yang secara langsung memengaruhi para pekerja kemanusiaan, termasuk ancaman terhadap staf, gangguan dalam pengiriman bantuan, dan pembatasan pergerakan.

"Terlepas dari tantangan yang sangat besar ini, PBB dan para mitra kemanusiaannya terus mendukung otoritas nasional dalam membendung penyebaran wabah dan memberikan bantuan. Meski demikian, personel kemanusiaan tidak dapat beroperasi dengan aman tanpa adanya jaminan keamanan," kata OCHA.

PBB kembali menyerukan kepada semua pihak untuk melindungi warga sipil dan memastikan akses yang aman, cepat, dan bebas hambatan kepada mereka yang membutuhkan. Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

Berita Terbaru

Wow Fantastis! QRIS Makin Diminati, Pengguna di Sulsel Kini Tembus 1,5 Juta

Kabut Asap Karhutla Makin Pekat, Warga Kompleks Aeropolis Banjarbaru Mulai Mengungsi

Bayern Muenchen Buktikan Kelasnya, Juara Piala Super Jerman!

Gempa Cukup Kuat M 5,4 Guncang Sulteng, Perairan Pulau Puh Jadi Titik Episentrum

Situasi Makin Genting! Kapolda Kalsel Pimpin Pemadaman Karhutla Dekat Bandara

Jakarta Perangi Tawuran! Pemprov DKI Pastikan Penanganan Dilakukan Berkelanjutan

Mengejutkan di Liga Inggris! Manchester United Dipermalukan Tim Promosi Hull City dengan Skor 0-2

KAI Palembang Tambah Kereta Eksekutif Saat Libur Maulid Nabi, Cek Jadwalnya!

Luar Biasa Indonesia Borong Medali! Tampil Gemilang di Kejuaraan Open Water Swimming Asia Tenggara

Wow Canggih Terobosan BRIN Ini! Inovasi Kayu Transparan dengan Memanfaatkan Bahan Organik

Melon Jadi Harapan Baru! Kelompok Tani di Kulon Progo Genjot Ketahanan Pangan

AS Kenakan Tarif 50 Persen untuk Barang Kanada Senilai US$20 Miliar, Ottawa Siapkan Balasan

Gubernur Pramono Tegas! Efisiensi Bukan Alasan untuk Mengorbankan Layanan Dasar Warga Jakarta

Pasukan Tambahan Berdatangan! Tiga Batalyon dari Jawa Bantu Atasi Karhutla Kalimantan

Mengkhawatirkan! 9 Kali Meletus dalam Sehari, Gunung Anak Krakatau Jadi Sorotan

Koperasi Tak Boleh Kuno Lagi! Menkop Ferry Dorong Digitalisasi hingga Ekspansi Bisnis

Dugaan Jual Beli Kursi Jalur Mandiri Unsoed Terjadi di Masa Rektor Akhmad Sodiq.

Gempa NTT, Pelni Cabang Ambon Siapkan Layanan Pengiriman Bantuan Kemanusiaan.

Relawan Medis UMI Makassar Tembus Pegunungan Manggarai, Bantu Warga Terdampak Bencana.

Baznas Salurkan 1.000 Mushaf Al Quran kepada Masyarakat Kampung Baduy.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.