IHSG Hari Ini Terkoreksi, Pasar Menunggu Dua Penentu Arah: MSCI dan The Fed

Rabu, 17 Jun 2026, 17:45 WIB

JAKARTA – Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjelang pengumuman hasil peninjauan indeks MSCI dan keputusan suku bunga The Fed mencerminkan meningkatnya sikap "wait and see" di kalangan investor.

Pelaku pasar cenderung mengurangi eksposur risiko sambil menunggu kejelasan terkait potensi perubahan bobot saham dalam indeks global serta arah kebijakan moneter Amerika Serikat (AS).

Ket. Foto: Ilustrasi - Pekerja berjalan di samping layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. — Sumber: ANTARA FOTO/ Dhemas Reviyanto

Kombinasi kedua sentimen tersebut berpotensi memengaruhi arus modal asing dan prospek likuiditas pasar, sehingga mendorong investor untuk lebih selektif dalam mengambil posisi jangka pendek.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (17/6) sore, ditutup melemah 34,23 poin atau 0,55 persen ke posisi 6.220,74 di tengah pelaku pasar bersikap wait and see terhadap arah suku bunga acuan domestik dan global, serta pengumuman dari MSCI.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 0,55 poin atau 0,09 persen ke posisi 625,23.

"IHSG bergerak mixed (variatif) di tengah menantikan sejumlah agenda penting," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta.

Ratna mengatakan investor cenderung bersikap hati-hati menjelang adanya banyak agenda ke depan, yaitu kebijakan suku bunga acuan dalam pertemuan FOMC The Fed pada Kamis (18/6) dan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada Kamis (18/6).

Selain itu, pelaku pasar juga menantikan MSCI Global Market Accessibility Review pada Jumat (19/6), rebalancing indeks FTSE pada Jumat (19/6), serta MSCI Annual Market Classification Review pada Rabu (24/6).

Menurut konsensus, The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan pada level 3,5-3,75 persen, sedangkan BI diperkirakan akan menaikkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen.

Sementara itu, nilai tukar rupiah ditutup melemah 0,21 persen pada level Rp17.762 per dolar AS di pasar spot pada Rabu (17/6), menantikan hasil FOMC meeting dan RDG Bank Indonesia.

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG bergerak ke zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, dua sektor menguat dipimpin sektor barang konsumen primer yang naik sebesar 0,58 persen, diikuti oleh sektor infrastruktur yang naik sebesar 0,32 persen.

Sedangkan, sembilan sektor melemah yaitu sektor industri turun paling dalam sebesar 2,51 persen, diikuti oleh sektor transportasi & logistik dan sektor energi yang turun masing-masing sebesar 2,03 persen dan 2,01 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar yaitu BCIC, DEFI, ESIP, RONY, dan KONY. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni GHON, BINA, NZIA, BREN dan POLU.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.315.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 31,47 miliar lembar saham senilai Rp24,67 triliun. Sebanyak 306 saham naik, 409 saham menurun dan 244 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 0,83 persen ke 69.980,00, indeks Shanghai menguat 0,40 persen ke 4.108,08, indeks Hang Seng melemah 0,74 persen ke 24.312,16, dan indeks Strait Times menguat 1,16 persen ke 5.176,46.

  • Ihsg hari ini

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.