IABI: Gempa Magnitudo 6,7 di Palu Alarm bagi Mitigasi Sesar Lokal
Rabu, 17 Jun 2026, 08:22 WIBJAKARTA â Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) Dr Daryono mengingatkan gempa tektonik bermagnitudo 6,7 yang mengguncang Palu, Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6) menjadi alarm keras mengenai tingginya risiko guncangan hebat yang dipicu oleh aktivitas sesar-sesar lokal.
Dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (17/6), dia menjelaskan dengan begitu strategi mitigasi bencana di Sulawesi Tengah tidak boleh lagi hanya terfokus pada zona sesar utama, melainkan harus mulai memprioritaskan jaringan percabangan sesar aktif di sekitarnya.
"Sulawesi Tengah memiliki sistem sesar yang sangat aktif dan kompleks. Mitigasi tidak boleh hanya fokus pada zona sesar utama, tetapi juga pada percabangan sesar-sesar aktif di sekitarnya yang sering kali terabaikan namun berpotensi memicu guncangan hebat," kata dia.
Daryono memaparkan, pengabaian terhadap klaster percabangan sesar ini sangat berisiko karena karakteristik gempa di wilayah tersebut bersifat kerak dangkal atau shallow crustal earthquake yang melontarkan energi destruktif maksimum langsung ke permukaan.
Kondisi tektonik mikro tersebut terbukti memicu kerusakan masif di sepanjang koridor Palolo-Sausu, akibat rambatan energi dari jalinan sesar lokal seperti Sesar Sausu, Sesar Palolo, Sesar Malei, Sesar Parigi, Sesar Tokararu, hingga Segmen Saluki.
Kompleksitas patahan ini juga diperparah oleh adanya fenomena stress partitioning atau pembagian tegangan, yang menyebabkan terjadinya keretakan (ruptur) sekunder secara simultan di luar koridor patahan geser utama Palu-Koro.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencanw (BNPB) setidaknya sampai Selasa malam manifestasi dari hantaman gempa akibat percabangan sesar dangkal tersebut telah mengakibatkan kerusakan fisik pada sedikitnya 67 unit rumah warga di wilayah terdampak.
Kabupaten Sigi menjadi daerah yang mengalami dampak kerusakan paling parah dengan total 47 unit rumah, di samping hancurnya sejumlah infrastruktur; yang meliputi enam fasilitas ibadah, dua jembatan, dua gedung perkantoran, dan tiga tempat usaha.
Guncangan dari klaster sesar lokal ini pun memicu amblesan tanah yang cukup dalam, hingga memutus total aksesibilitas pada ruas jalan raya utama yang menghubungkan rute transportasi Palu--Sigi-- Poso.
Oleh karena itu, menurut dia, IABI mendesak pemerintah daerah dan pemangku kebijakan untuk segera memperketat aturan tata ruang berbasis mikrozonasi serta mengaudit ketahanan struktur bangunan rumah warga agar adaptif terhadap ancaman sesar lokal.
- Gempa Magnitudo
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Perempuan Diajak Hidupkan Kembali Nilai Perjuangan Kartini
-
Terbongkar! 2 Truk Tangki Angkut 20.000 KL Bio Solar Ilegal di Morowali Utara, Polisi Turun Tangan
-
Rejang Lebong Kenalkan Konsep Wisata Berbasis Olahraga Hutan Kota
-
Lestari Moerdijat: Pemanfaatan Data Terkini Penting Atasi Persoalan Anak Putus Sekolah
-
Pemkot Mojokerto Percepat Sertifikasi Halal UMKM, Target 1.200 Usaha Tuntas Tahun Ini
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.