Perempuan Diajak Hidupkan Kembali Nilai Perjuangan Kartini
Selasa, 21 Apr 2026, 16:16 WIBSEMARANG -- Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin mengajak kaum perempuan untuk menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam kehidupan masa kini.
"Kartini bisa berpikir melampaui zamannya. Kartini bisa memiliki visi-visi yang sampai sekarang ini relevan. Beliau sudah memancarkan cahayanya sehingga wanita-wanita pada saat ini harapannya bisa lebih menghidupkan cahaya-cahaya Kartini," katanya, di Rembang, Senin.
Ia menyampaikan hal itu dalam talkshow Peringatan Hari Kartini 2026 bertema "Kartini Menginspirasi: Berjiwa Independen, Teguh Berintegritas", yang digelar oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), di Museum RA Kartini Kabupaten Rembang.
Menurut dia, Kartini merupakan perempuan yang mampu berpikir melampaui zamannya yang tidak hanya visioner, tetapi juga memiliki gagasan-gagasan besar yang hingga kini tetap relevan.
Ia menekankan semangat dan perjuangan RA Kartini, terutama terkait emansipasi kaum perempuan diharapkan dapat terus diteladani dan dihidupkan oleh perempuan masa kini.
Perjuangan pahlawan nasional tersebut, kata dia, dapat dilihat saat mendirikan sekolah perempuan pertama pada 1912 di Semarang di tengah keterbatasan ruang gerak perempuan.
Tidak hanya berfokus pada pendidikan, Kartini juga memiliki dimensi religiusitas yang kuat karena pada usia muda pernah belajar agama kepada Kiai Soleh Darat, bahkan mendorong lahirnya kitab tafsir Al Quran berjudul Faidur Rahman.
Dari hal tersebut, ia mengingatkan perempuan tidak cukup hanya berbekal ilmu pengetahuan, namun juga pentingnya keseimbangan antara intelektualitas, karakter, dan spiritualitas.
"Maka perempuan itu bukan hanya berilmu ya, harus memiliki karakter yang baik. Seperti acara saat ini dengan tema integritas, perempuan juga perlu memiliki spiritualitas yang baik," kata istri Wakil Gubernur Jateng itu.
Dalam konteks kekinian, ia juga mengajak perempuan untuk mengambil peran aktif dalam melindungi dan memberdayakan sesama.
Ia menilai bahwa nilai-nilai perjuangan Kartini tetap relevan untuk menjawab berbagai persoalan sosial saat ini.
Terkait hal itu, perempuan didorong untuk aktif memerangi kekerasan seksual, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), serta konsisten menyuarakan isu-isu kesetaraan jender.
"Maka, Kartini masa kini harus bisa menjadi pelindung perempuan sekitarnya, bisa memberdayagunakan perempuan sekitarnya seperti saat ini," kata Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Jateng tersebut.
Semangat perjuangan Kartini harus terus dilanjutkan, lanjut dia, melalui aksi nyata yang berdampak bagi masyarakat, seraya mengajak kaum perempuan Jawa Tengah untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.
"Ini menjadi pesan untuk kita terus memperjuangkan nilai-nilai Kartini sampai hari ini," pungkasnya.
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
Berita Terkait:
-
Mengenal Aminah Syukur, Sosok Pahlawan Pendidikan yang Mengubah Masa Depan
-
Sembahyang Thian umat Tridharma di Gorontalo
-
Menteri PU Gercep! 11 Sekolah Rakyat di Jateng Dibangun
-
Telkom Bekali 260 Perempuan UMKM Keterampilan AI untuk Bisnis Digital
-
27,6% Perempuan Indonesia Insecure soal Gigi
-
Sambut Hari Kartini, Puan Sebut Perempuan Berperan Menentukan Perjalanan Bangsa
-
Dari Kesetaraan Menuju Dampak, Telkom Dorong Perempuan Ambil Peran di Garis Depan Kepemimpinan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.