Outlook Negatif Bayangi Rating Danantara

Kamis, 04 Jun 2026, 01:00 WIB

JAKARTA – Lembaga pemeringkat internasional Moody’s Ratings dan Fitch Ratings memberikan peringkat investasi kepada PT Danantara Investment Management (DIM), anak usaha Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Meski demikian, kedua lembaga mempertahankan prospek (outlook) negatif karena mengikuti outlook peringkat utang pemerintah Indonesia.

Moody’s untuk pertama kalinya menetapkan peringkat emiten Baa2 kepada DIM, sekaligus memberikan peringkat Baa2 untuk program surat utang jangka menengah global (Global Medium-Term Notes/MTN) dan rencana penerbitan obligasi senior tanpa jaminan perusahaan.

Ket. Foto: Seorang karyawan berjalan di depan Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, baru-baru ini. — Sumber: ANTARA /Dhemas Reviyanto

Seperti dikutip dari Antara, Vice President dan Senior Analyst Moody’s Ratings Rachel Chua mengatakan peringkat tersebut sejalan dengan peringkat kedaulatan Indonesia yang berada di level Baa2 dengan outlook negatif.

“Peringkat emiten Baa2 Danantara Investment Management dengan prospek negatif ini diselaraskan dengan peringkat kedaulatan pemerintah Indonesia (Baa2 negatif), yang didukung oleh hubungan kredit yang kuat, termasuk struktur kepemilikannya di dalam kerangka institusional Danantara serta ekspektasi kami akan adanya dukungan luar biasa yang tepat waktu dari pemerintah,” ujar Rachel di Jakarta, Rabu (3/6).

Moody’s menilai DIM memiliki keterkaitan yang sangat kuat dengan pemerintah karena berada di bawah struktur BPI Danantara dan memperoleh pengawasan langsung dari pemerintah dalam pengambilan keputusan strategis, pendanaan, hingga investasi. Karena masih berada pada tahap awal pengembangan dan belum memiliki rekam jejak operasional yang panjang, peringkat DIM lebih banyak ditopang oleh hubungan dengan pemerintah dibandingkan kekuatan kredit mandiri perusahaan.

“Oleh karena itu, peringkat ini utamanya didorong oleh keterkaitan kedaulatan (sovereign linkage) alih-alih kekuatan kredit mandiri,” kata Rachel.

Menurut Moody’s, integrasi tata kelola antara BPI Danantara dan DIM sangat kuat. Hal ini tercermin dari keterlibatan pejabat pemerintah dalam Dewan Pengawas BPI Danantara, proses persetujuan investasi yang berlapis, hingga pengawasan DPR terhadap rencana kerja dan anggaran perusahaan.

Dari sisi keuangan, Moody’s menilai likuiditas DIM berada pada level sangat baik. Perusahaan telah menerima suntikan modal awal sebesar 70 triliun rupiah pada 2025 dan diperkirakan memperoleh tambahan modal 50 triliun rupiah pada 2026. Selain itu, DIM telah menghimpun pendanaan melalui Obligasi Patriot senilai 68,4 triliun rupiah serta fasilitas kredit bergulir (revolving credit facility) senilai 10 miliar dollar AS.

“DIM tidak memiliki kewajiban untuk membayar dividen dan tidak memiliki utang yang jatuh tempo dalam dua hingga tiga tahun ke depan,” ujar Rachel.

Dukungan Pemerintah

Sementara itu, Fitch Ratings juga memberikan peringkat BBB kepada program Global MTN milik DIM, termasuk rencana penerbitan obligasi perdananya. Peringkat tersebut setara dengan peringkat kredit pemerintah Indonesia yang saat ini berada pada level BBB dengan outlook negatif.

Menurut Fitch, peringkat tersebut diberikan karena terdapat kemungkinan yang “sangat pasti” bahwa pemerintah Indonesia akan memberikan dukungan kepada DIM apabila diperlukan.

  • Danantara

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Eko S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.