Harga Cengkeh Naik hingga Rp110 Ribu per Kg, Jadi Andalan Ekonomi Petani Lebak
Rabu, 17 Jun 2026, 04:00 WIBLebak - Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lebak Rahmat Yuniar menyebut komoditas cengkeh masih menjadi andalan ekonomi petani di daerah itu.
Rahmat di Lebak, Selasa (16/6), mengatakan pengembangan perkebunan cengkeh sangat cocok dilakukan di wilayah Kabupaten Lebak yang didominasi kawasan pegunungan dan perbukitan.
"Kami mengapresiasi perkebunan cengkeh yang menjadi andalan ekonomi petani," katanya.
Menurut dia, petani umumnya membudidayakan cengkeh di lahan dengan ketinggian lebih dari 500 meter di atas permukaan laut.
Sentra perkebunan cengkeh tersebar di sejumlah kecamatan, antara lain Sobang, Cipanas, Lebak Gedong, Bojongmanik, Cirinten, Leuwidamar, Bayah, Panggarangan, Cilograng, Cigemblong, Cibeber, Gunungkencana, Banjarsari, dan Cijaku.
Rahmat mengatakan pihaknya belum melakukan pendataan terbaru mengenai produksi dan produktivitas perkebunan cengkeh di daerah tersebut.
Ia menyebut seluruh sentra cengkeh berada di kawasan pegunungan dan perbukitan, termasuk di sekitar kaki Gunung Halimun Salak.
Menurut dia, pengembangan perkebunan cengkeh kembali menggeliat karena harga jual di tingkat petani cenderung meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Pada masa lalu, kata dia, komoditas cengkeh pernah menjadi sumber kesejahteraan masyarakat. Namun, ketika harga anjlok pada era 1980-an, banyak kebun tidak lagi dirawat bahkan ditebang.
"Sekarang harga cengkeh relatif baik dan permintaannya cukup tinggi," katanya.
Petani cengkeh asal Kecamatan Lebak Gedong, Sulaeman, mengaku harga cengkeh kering di tingkat penampung saat ini mencapai Rp110 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya Rp100 ribu per kilogram.
Ia mengatakan kenaikan harga tersebut memberikan tambahan pendapatan bagi petani. Dari penjualan 100 kilogram cengkeh kering, dirinya memperoleh pendapatan sebesar Rp11 juta.
"Kami menyambut baik kenaikan harga cengkeh karena membantu meningkatkan pendapatan keluarga," katanya.
Petani lainnya, Sumardi, juga mengaku memperoleh manfaat dari membaiknya harga komoditas tersebut. Ia menjual 50 kilogram cengkeh kering dengan harga Rp110 ribu per kilogram dan memperoleh pendapatan Rp5,5 juta.
"Kami sangat terbantu secara ekonomi dari hasil perkebunan cengkeh," katanya.
Sementara itu, penampung hasil bumi di Pasar Rangkasbitung, Bambang, mengatakan harga cengkeh mengalami kenaikan karena belum memasuki musim panen.
Menurut dia, harga beli cengkeh kering dari petani saat ini mencapai Rp110 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya Rp100 ribu per kilogram.
Sebagian besar cengkeh yang diperdagangkan saat ini merupakan sisa hasil panen awal 2026 yang berasal dari Kabupaten Lebak dan Pandeglang untuk kemudian dipasok ke wilayah Jawa Tengah.
"Kami menampung cengkeh kering dari petani Lebak dan Pandeglang untuk dipasarkan ke Jawa Tengah," katanya.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Diskon Gila-gilaan 30 Persen, Pemudik Langsung Serbu Tol Cikampek, 60 Ribu Kendaraan Meluncur ke Jawa
-
Italia Tarik Pasukan Perdamaian dari Timur Tengah
-
Pasar Murah Lebak Diserbu Warga, Harga Beras hingga Minyak Goreng Lebih Murah
-
Holiday Inn Express Jakarta Menteng: Nama Baru dan Strategi Rebranding IHG Hotels & Resorts
-
PLN Rampungkan Proyek Elektrifikasi Jalur Kereta di Malaysia Lebih Cepat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.