Pemkab Tangerang Siapkan Sembako Murah dan Relaksasi UMKM Usai Harga Pertamax Naik

Selasa, 16 Jun 2026, 16:20 WIB

Kabupaten Tangerang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Provinsi Banten, tengah menyiapkan langkah strategis guna mengantisipasi dampak yang terjadi di tengah masyarakat setelah adanya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang Soma Atmaja di Tangerang, Selasa (16/6), mengatakan bahwa langkah strategis yang akan dilakukan adalah dengan melakukan perumusan jangka pendek dan panjang pengendalian inflasi daerah.

"Pak Bupati sepertinya punya ide untuk bagaimana menyelamatkan masyarakat kecil di bawah. Misalnya beliau akan mengadakan banyak intervensi di beberapa sektor ekonomi masyarakat," katanya.

Menurut Soma, Bupati Tangerang akan melalui intervensi sektor ekonomi untuk menjaga dan mengendalikan kemampuan daya beli masyarakat di tengah lonjakan harga BBM yang saat ini terjadi.

Menurut dia, langkah tersebut dinilai sebagai instrumen paling cepat untuk langsung meredam dampak inflasi yang dirasakan oleh masyarakat dan para pekerja yang ada di daerahnya tersebut.

"Misalnya intervensi pasar, dengan sembako murah misalnya, langkah seperti itu akan kita perbanyak," katanya.

Selain itu, ia mengatakan Pemkab Tangerang juga tengah menyiapkan strategi lain, salah satu langkah konkretnya dengan mempertimbangkan pemberian relaksasi keuangan bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Strategi tersebut, menurut dia, ditujukan bagi warga pelaku UMKM yang memiliki pembiayaan di institusi keuangan milik pemerintah daerah. Beberapa lembaga yang dibidik untuk mendukung langkah itu antara lain Bank Perekonomian Rakyat (BPR), Lembaga Keuangan Mikro (LKM), hingga Unit Pelaksana Teknis Dinas Pembiayaan (UPDB) setempat.

"Mungkin juga kebijakan misalnya menghapus bunga pinjaman bagi yang pinjamnnya di institusi kita. Seperti di BPR, LKM, UPDB yang punya kita," ujar dia.

Meski demikian, katanya, beberapa program strategis tersebut statusnya masih perencanaan dan sedang didiskusikan secara intensif bersama lembaga atau instansi terkait sebagai menentukan kesiapan dalam mendukung pemerintah untuk mengendalikan inflasi daerah.

"Mungkin, kalau ini terus terang belum kita terapkan. Tapi baru gagasan aja tapi nanti kita akan bahas dan diskusi bersama," katanya.

Pertamina Patra Niaga mengumumkan kenaikan harga produk bahan bakar minyak jenis Pertamax dan Pertamax Green mulai 10 Juni 2026.

Harga bahan bakar non-subsidi Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter dan Pertamax Green 95 (RON 95) naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Sedangkan harga produk bahan bakar nonsubsidi Pertamax Turbo (RON 98) tetap Rp20.750 per liter, Dexlite (CN 51) tetap Rp23.000 per liter, dan Pertamina Dex (CN 53) tetap Rp24.800 per liter.

Sementara, Bahan bakar minyak bersubsidi jenis Pertalite tetap dipasarkan dengan harga Rp10 ribu per liter dan Biosolar harganya masih Rp6.800 per liter.

  • Pemkab Tangerang

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.