Kapal Pesiar yang Terjangkit Hantavirus Tiba di Kepulauan Canary, Spanyol

Minggu, 10 Mei 2026, 15:36 WIB

TENERIFE — Kapal pesiar yang menjadi pusat wabah hantavirus tiba di lepas pantai Tenerife di Kepulauan Canary Spanyol, tempat para penumpang dan sebagian awak kapal akan mulai turun pada hari Minggu (10/5), kata para pejabat.

Tidak seorang pun di antara lebih dari 140 orang di atas kapal MV Hondius menunjukkan gejala virus tersebut, kata pihak berwenang Spanyol, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dan perusahaan pelayaran Oceanwide Expeditions. Tiga orang telah meninggal sejak wabah tersebut, dan lima penumpang yang meninggalkan kapal terinfeksi hantavirus, yang dapat menyebabkan penyakit yang mengancam jiwa.

Ket. Foto: Kapal pesiar yang terjangkit hantavirus tiba di lepas pantai Tenerife, Spanyol, Minggu — Sumber: AP/Boston Globe

Associated Press melaporkan, kapal tersebut tidak akan sandar tetapi akan tetap berlabuh, orang-orang diangkut menggunakan perahu kecil. Setiap orang yang turun dari kapal akan diperiksa gejalanya, dan hanya akan diturunkan dari kapal setelah penerbangan evakuasi siap menerbangkan mereka ke tujuan masing-masing.

“Seluruh operasi berjalan normal,” kata Menteri Kesehatan Spanyol Mónica García.

Pihak berwenang menargetkan akan menyelesaikan penerbangan evakuasi antara hari Minggu dan Senin, kata pihak berwenang Spanyol dan WHO.

Ada orang-orang dari lebih dari 20 kewarganegaraan berbeda di dalam kapal.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, bersama menteri kesehatan dan menteri dalam negeri Spanyol, akan mengawasi operasi di Tenerife, pulau terbesar di Kepulauan Canary Spanyol di lepas pantai Afrika Barat. Pihak berwenang mengatakan bahwa penumpang dan awak kapal yang akan turun tidak akan melakukan kontak dengan penduduk setempat.

Hantavirus biasanya menyebar ketika orang menghirup residu kotoran tikus yang terkontaminasi dan tidak mudah menular antar manusia. Namun, virus Andes yang terdeteksi dalam wabah di kapal pesiar tersebut mungkin dapat menyebar antar- manusia dalam kasus yang jarang terjadi. Gejala biasanya muncul antara satu hingga delapan minggu setelah terpapar.

Warga negara Spanyol yang berada di kapal akan menjadi yang pertama turun, kata García, dan akan dipindahkan ke fasilitas medis dan dikarantina. Oceanwide telah mencantumkan 13 penumpang Spanyol dan satu anggota kru Spanyol di kapal tersebut.

Beberapa penumpang Spanyol di atas kapal tersebut mengatakan kepada Associated Press bahwa mereka khawatir akan distigmatisasi begitu kembali ke darat.

Dan sebagian warga Tenerife merasa khawatir.

“Saya beri tahu Anda, saya sangat tidak menyukai ini,” kata Simon Vidal, seorang warga berusia 69 tahun. “Siapa pun bisa mengatakan apa pun yang mereka mau. Mengapa mereka harus membawa kapal dari negara lain ke sini? Mengapa tidak ke tempat lain, mengapa membawanya ke Kepulauan Canary?”

Baik AS maupun Inggris telah sepakat untuk mengirim pesawat guna mengevakuasi warga mereka. Warga Amerika yang berada di dalam pesawat akan dikarantina di pusat medis di Nebraska.

Australia mengirimkan pesawat yang diperkirakan tiba pada hari Senin untuk mengevakuasi warganya dan warga dari negara-negara tetangga seperti Selandia Baru, kata García. Pesawat Australia akan menjadi pesawat terakhir yang meninggalkan Tenerife, katanya.

Mereka yang turun dari kapal akan meninggalkan barang bawaan mereka, dan hanya diperbolehkan membawa tas kecil berisi barang-barang penting, telepon seluler, pengisi daya, dan dokumen.

Sebagian awak kapal, serta jenazah seorang penumpang yang meninggal di atas kapal, akan tetap berada di kapal tersebut, yang akan berlayar ke Belanda untuk menjalani disinfeksi, kata pihak berwenang Spanyol.

  • Wabah Hantavirus

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.