Pemerintah Patok ICP 2027 di USD70-95 per Barel, Bidik Lifting Migas 1,6 Juta BOEPD

Selasa, 16 Jun 2026, 15:20 WIB

JAKARTA– Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Komisi XII DPR RI menyepakati asumsi dasar sektor energi dalam Rancangan APBN 2027. Fokus utama ada pada proyeksi Harga Minyak Mentah Indonesia/ICP yang dipatok di rentang USD70-95 per barel untuk mengantisipasi ketidakpastian geopolitik global.

Kesepakatan itu diambil dalam Rapat Kerja di DPR RI, Senin (15/6). Selain ICP, pemerintah dan DPR juga menetapkan target lifting minyak dan gas bumi 2027 di level 1.556-1.610 ribu BOEPD (Barrel of Oil Equivalent Per Day (Barel Setara Minyak per Hari).

Ket. Foto: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (tengah) dalam rapat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Komisi XII DPR RI, Senin (15/6) menyepakati asumsi dasar sektor energi dalam Rancangan APBN 2027 — Sumber: istimewa

Rinciannya, lifting minyak bumi ditargetkan 605-620 ribu BOPD (Barrels of Oil Per Day atau Barel Minyak per Hari), sementara lifting gas bumi 951-990 ribu BOEPD. Untuk cost recovery, angkanya disepakati pada kisaran USD10,1-11,5 miliar.

“Ruang untuk meningkatkan kapasitas lifting seluruh KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) masih bisa kita diskusikan,” ujar Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di sela rapat.

Penetapan ICP USD70-95 per barel ini lebih konservatif dibanding realisasi Mei 2026 yang sempat menyentuh USD106,56/barel. Angka ini dipakai sebagai dasar perhitungan pendapatan negara dan subsidi energi tahun depan.

Pemerintah juga menetapkan asumsi volume BBM bersubsidi 19,343-19,561 juta KL dan LPG 3 kg sebanyak 8 juta MT. Subsidi tetap solar dipatok Rp1.000/liter, sementara subsidi listrik Rp113,45-122,83 triliun.

Bahlil menambahkan, angka asumsi makro ini masih akan diperhalus pada Juli-Agustus 2026 menyesuaikan dinamika geopolitik global.

“Angka yang agak presisi baru bisa kita tempatkan masuk Juli atau Agustus nanti,” jelasnya.

Di sisi anggaran, Kementerian ESDM mengalokasikan 82% dari pagu indikatif Rp27,335 triliun untuk program pro-rakyat seperti lisdes, converter kit untuk petani, dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL).

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.