Dibantai Jerman 1-7, Curaçao Tetap Dapat Apresiasi dari Nagelsmann

Senin, 15 Jun 2026, 04:55 WIB

Jakarta - Pelatih timnas Jerman, Julian Nagelsmann, mengapresiasi penampilan Curaçao yang dinilainya tetap menunjukkan kualitas permainan meski kalah telak 1-7 pada laga perdana Grup E Piala Dunia 2026.

“Setelah mereka menyamakan kedudukan, kami membutuhkan beberapa menit untuk kembali mengendalikan permainan. Curaçao juga bisa bermain sepak bola, seperti yang sudah kita lihat, dan saya penasaran melihat bagaimana mereka akan melanjutkan perjalanan di grup ini,” ujar Nagelsmann dalam laman FIFA pada Senin (15/6).

Ket. Foto: Kai Havertz dan pelatih timnas Jerman Julian Nagelsmann merayagak gol saat Jerman menang 7-1 atas Curaco dalam pertandingan Grup E Piala Dunia 2026 di Houston, Texas, pada Minggu (14/6). — Sumber: Antara

Pada pertandingan yang berlangsung di NRG Stadium, Houston, Amerika Serikat, Minggu (14/6), Jerman sempat mendapat perlawanan ketika Livano Comenencia mencetak gol penyeimbang menjadi 1-1 setelah Felix Nmecha lebih dulu membawa Der Panzer unggul.

Namun, tim empat kali juara dunia itu mampu bangkit dan mencetak enam gol tambahan melalui Nico Schlotterbeck, Kai Havertz (dua gol), Joshua Kimmich, Nathaniel Brown, dan Deniz Undav untuk mengamankan kemenangan meyakinkan 7-1.

Nagelsmann menilai anak asuhnya tampil sesuai harapan sepanjang sebagian besar pertandingan dan puas karena mampu membuka turnamen dengan hasil positif.

“Saya sangat puas karena kami bisa mencetak tujuh gol dan dengan penampilan tim secara keseluruhan. Mengawali turnamen dengan kemenangan selalu penting dan kami senang berhasil melakukannya,” kata pelatih berusia 38 tahun tersebut.

Kemenangan atas Curaçao membuat Jerman memuncaki klasemen Grup E Piala Dunia 2026 dengan tiga poin sekaligus meningkatkan kepercayaan diri mereka menjelang laga berikutnya.

Sisi Positif

Sementara itu, pelatih Curaçao, Dick Advocaat, tetap melihat sisi positif meski timnya harus menelan kekalahan telak pada laga debut mereka di putaran final Piala Dunia.

“Pada akhirnya kami senang karena menjadi bagian dari turnamen sepak bola terbesar di dunia. Kami harus mengubah ini menjadi Piala Dunia yang indah. Kami masih bisa membuat kejutan pada pertandingan kedua dan ketiga,” kata Advocaat usai pertandingan.

Curaçao sempat memberikan perlawanan lewat gol Livano Comenencia yang menyamakan kedudukan setelah Felix Nmecha membuka keunggulan Jerman. Namun kualitas tim empat kali juara dunia itu terbukti terlalu sulit dibendung sehingga mereka menambah enam gol dan menutup laga dengan kemenangan 7-1.

Advocaat mengakui timnya tidak menyangka akan kalah dengan selisih sebesar itu. Meski demikian, pelatih berusia 78 tahun tersebut menegaskan para pemain tidak perlu merasa malu karena mereka berhadapan dengan salah satu tim terbaik di dunia.

“Mereka sangat, sangat kuat dan kami kebobolan beberapa gol yang mudah. Para pemain tahu bahwa ketika kalah mereka tidak boleh patah semangat. Ini bukan sebuah aib,” ujarnya.

Mantan pelatih timnas Belanda itu juga memuji dukungan suporter Curaçao yang terus bernyanyi dan memberikan semangat meski timnya tertinggal jauh sepanjang pertandingan.

Advocaat bahkan mengaku sempat terharu saat lagu kebangsaan Curaçao dikumandangkan sebelum laga dimulai.

“Ini berkaitan dengan kebahagiaan masyarakat Curaçao. Saat itulah emosi muncul. Kebahagiaan mereka sungguh luar biasa,” kata Advocaat.

  • Piala Dunia 2026

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.