1.052 Mitra Pengemudi di Lima Kota Dilatih Cara Berkendara Aman
Selasa, 28 Jul 2026, 19:45 WIBJAKARTA â Grab Indonesia bersama Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menggelar pelatihan keselamatan berkendara bagi 1.052 mitra pengemudi roda dua di lima kota di Indonesia.
Pelatihan bertajuk "Safer Roads, Stronger Communities â Jalan Lebih Aman, Komunitas Lebih Kuat" tersebut dipusatkan di Terminal Jatijajar, Depok, dan dilaksanakan secara hybrid dengan lokasi pelatihan di Yogyakarta, Surabaya/Sidoarjo, Medan, dan Makassar.
Program ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus keterampilan praktis mitra pengemudi dalam menghadapi berbagai kondisi di jalan. Pelatihan memadukan sesi teori dan praktik, mulai dari pemahaman rambu lalu lintas hingga teknik berkendara defensif dan prediksi potensi bahaya.
Kolaborasi antara pemerintah dan industri tersebut menjadi bagian dari upaya membangun budaya keselamatan berlalu lintas sekaligus memperkuat kompetensi mitra pengemudi yang memiliki mobilitas tinggi dan berinteraksi langsung dengan berbagai kondisi jalan setiap hari.
Menteri Perhubungan Republik Indonesia Dudy Purwagandhi mengatakan, peningkatan keselamatan transportasi darat membutuhkan pendekatan yang menyeluruh dan kolaborasi lintas sektor.
"Mewujudkan lalu lintas dan transportasi darat yang lebih aman membutuhkan pendekatan menyeluruh serta kolaborasi lintas sektor. Pelatihan ini sejalan dengan komitmen Pemerintah untuk memperkuat budaya berkendara yang aman dan tertib," ujar Dudy melalui siaran pers pada hari Selasa (28/7).
Ia mengapresiasi kolaborasi Grab Indonesia dan AISI dalam membekali mitra pengemudi roda dua dengan pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.
Selain membahas keselamatan berkendara, Dudy juga menyinggung kebijakan terkait skema bagi hasil atau komisi Grab. Ia menyebut Grab telah menerapkan skema bagi hasil maksimal 8 persen sejak 1 Juli 2026.
Pemerintah juga menyambut penyempurnaan mekanisme pemrosesan bagi hasil GrabBike Hemat yang ditargetkan mulai 1 Agustus 2026, sehingga komisi dapat langsung diproses pada setiap perjalanan.
"Kami berharap penyesuaian ini memberikan kejelasan yang lebih baik bagi Mitra Pengemudi dalam memahami rincian pendapatannya serta memperkuat hubungan kemitraan yang sehat dan berkelanjutan," kata Dudy.
Grab Jelaskan Mekanisme Komisi
Chief Executive Officer Grab Indonesia Neneng Goenadi menjelaskan bahwa perusahaan tidak pernah memotong bagi hasil atau komisi lebih dari 8 persen dan menyatakan tidak melanggar ketentuan Tarif Batas Bawah (TBB).
"Grab tidak pernah memotong bagi hasil (komisi) lebih dari 8%, dan juga tidak pernah melanggar Tarif Batas Bawah (TBB) sesuai ketentuan yang berlaku. Karena itu, perjalanan dengan tarif minimum atau tanpa selisih di atas TBB tidak dikenakan komisi," ujar Neneng.
Menurut dia, mekanisme bagi hasil GrabBike Hemat saat ini diproses satu kali pada hari berikutnya atau H+1. Setelah penyempurnaan sistem, mulai 1 Agustus 2026, proses bagi hasil atau komisi akan dilakukan secara langsung pada setiap perjalanan.
Neneng menegaskan, perubahan tersebut hanya berkaitan dengan waktu pemrosesan. Sementara itu, cara penghitungan, batas maksimal bagi hasil atau komisi, dan ketentuan TBB tetap tidak berubah.
Pelatihan Gabungkan Teori dan Praktik
Dari sisi keselamatan berkendara, peserta mendapatkan materi mengenai rambu, marka, dan isyarat lalu lintas. Mereka juga dibekali pemahaman mengenai norma berkendara serta peran setiap pengguna jalan dalam menciptakan keselamatan bersama.
Materi teori kemudian dilanjutkan dengan praktik berkendara. Peserta mendapatkan pelatihan mengenai pemeriksaan kondisi sepeda motor sebelum perjalanan atau pre-ride inspection, penggunaan perlengkapan keselamatan, teknik defensive riding, pengereman aman, hingga kemampuan memprediksi potensi bahaya di jalan.
Sekretaris Jenderal AISI Hari Budianto mengatakan, mitra pengemudi memiliki tingkat mobilitas yang tinggi sehingga membutuhkan kompetensi dan disiplin berkendara yang memadai.
"Mitra Pengemudi memiliki tingkat mobilitas yang tinggi dan berhadapan langsung dengan beragam kondisi jalan setiap hari. Pelatihan seperti ini penting untuk memperkuat kompetensi, disiplin, dan kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas," kata Hari.
Ia berharap pelatihan tersebut dapat membantu mitra pengemudi berkendara dengan lebih aman dan nyaman sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun budaya berlalu lintas yang tertib.
Bagi Grab, keselamatan menjadi salah satu fondasi dalam membangun kepercayaan antara mitra pengemudi, penumpang, dan masyarakat. Karena itu, peningkatan keterampilan pengemudi dinilai perlu berjalan beriringan dengan pengembangan teknologi keselamatan.
"Jalan yang lebih aman membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, industri, dan komunitas pengemudi. Melalui pelatihan ini, kami berharap para Mitra Pengemudi semakin terampil mengantisipasi risiko serta membawa kebiasaan berkendara yang lebih aman ke komunitasnya," ujar Neneng.
Perkuat Teknologi Keselamatan
Selain memberikan pelatihan, Grab menyatakan terus mengembangkan sejumlah fitur keselamatan untuk mendukung perlindungan mitra pengemudi dan penumpang.
Salah satunya adalah AudioProtect Plus yang memungkinkan perekaman audio terenkripsi selama perjalanan. Grab menyebut fitur tersebut dikembangkan dengan kemampuan analisis audio untuk membantu mendeteksi potensi risiko keselamatan.
Rekaman audio hanya dapat ditinjau oleh tim keselamatan Grab apabila terdapat laporan insiden resmi. Mekanisme tersebut ditujukan untuk menjaga privasi sekaligus memberikan dukungan dalam penanganan insiden.
Grab juga memiliki fitur Trip Monitoring yang memanfaatkan kecerdasan buatan untuk mendeteksi kejanggalan selama perjalanan, seperti pemberhentian yang tidak direncanakan atau penyimpangan rute. Sistem kemudian dapat memberikan notifikasi untuk mengonfirmasi kondisi keselamatan.
Fitur lainnya mencakup Emergency Button yang terhubung dengan Tim Tanggap Darurat Grab selama 24 jam, penyamaran nomor telepon melalui nomor virtual, serta Driver Selfie Authentication untuk memastikan kendaraan dioperasikan oleh pemilik akun resmi.
Perusahaan juga menerapkan Fatigue Management System yang memberikan pengingat kepada mitra pengemudi untuk beristirahat secara berkala. Langkah tersebut ditujukan untuk mengurangi risiko kecelakaan yang berkaitan dengan kelelahan.
Dari sisi perlindungan, Grab menyebut tersedia asuransi kecelakaan diri otomatis untuk setiap perjalanan yang mencakup mitra pengemudi dan penumpang tanpa biaya tambahan. Grab juga mengintegrasikan akses layanan darurat Kepolisian 110 melalui aplikasinya.
Pelatihan keselamatan berkendara di lima kota tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara pemerintah, industri, dan komunitas pengemudi. Melalui pendekatan yang memadukan edukasi, peningkatan keterampilan, dan teknologi keselamatan, peningkatan kemampuan satu pengendara diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih luas terhadap keselamatan penumpang dan pengguna jalan lainnya.
Grab menyatakan akan terus bekerja sama dengan pemerintah, aparat penegak hukum, komunitas pengemudi, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memperluas edukasi serta memperkuat standar keselamatan berkendara di Indonesia.
- Yogyakarta
- Medan
- Makassar
- Grab
- Depok
- GrabBike
- Kementerian Perhubungan
- Transportasi darat
- keselamatan jalan
- transportasi online
- mitra pengemudi
- Surabaya
- AISI
- Defensive Riding
- Safer Roads Stronger Communities
- Teknologi Keselamatan
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
IHSG Hari Ini Bergerak Menguat, Dipicu Kesepakatan Damai AS-Iran
-
Kebakaran Landa Dua Area Jakarta, 100 Petugas Damkar Dikerahkan
-
Pemkot Depok Gelar Pelatihan Barista, Penyandang Disabilitas Dapat Kesempatan Sama
-
Cuaca Panas Ekstrem Bayangi Laga Piala Dunia 2026
-
Kementan: SID Cetak Sawah di Kalimantan Terealisasi 100 Persen
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.